nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Instagram Pangeran Brunei Diserang Bendera Pelangi, Apa Maknanya?

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Selasa 09 April 2019 07:26 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 04 09 196 2040802 instagram-pangeran-brunei-diserang-bendera-pelangi-apa-maknanya-7gMQ7f5ODJ.jpg Bendera Pelangi (Foto: Huffington)

Kebijakan Brunei Darussalam yang menghukum mati kaum LGBT (Lesbian, Gay, Bi, dan Transgender) menuai kontroversi di kalangan masyarakat dunia. Sejak diberitakan oleh beberapa media internasional, sederet selebriti papan atas Hollywood seperti Ellen DeGeneres, Dua Lipa, Russel Crowe, hingga George Clooney langsung melancarkan aksi boykot terhadap hotel-hotel milik Sultan Hassanal Bolkiah.

Buntut dari kebijakan tersebut juga dirasakan oleh Pangeran Abdul Mateen, anak dari Sultan Hassanal. Sejak pekan lalu, instagramnya diserang dengan bendera berwarna pelangi.

Baca juga:

Namun, tahukah Anda maksud dari bendera berwarna pelangi itu? Berdasarkan hasil penelusuran Okezone, Selasa (9/4/2019), penggunaan rainbow flag ini sebetulnya telah dilakukan sejak 1969.

Kala itu terjadi kerusuhan di sebuah gay bar di kawasan Stonewall, New York, Amerika Serikat. Pihak kepolisian melakukan penggebrakan bar secara pihak, hingga memicu timbulnya gerakan-gerakan yang dipelopori aktivis pejuang hak-hak sipil khususnya para kaum LGBTQ+.

Para aktivis inilah yang kemudian menggunakan rainbow flag untuk pertama kali. Asal usul bendera ini cenderung kompleks. Namun, saat Harvey Milk terpilih sebagai salah satu pejabat kota San Fransisco yang secara terbuka mengklaim dirinya sebagai gay, ia menugaskan seorang artis dan aktivis bernama Gilbert Baker untuk membuat logo untuk komunitas LGBT.

Secara spesifik, Milk meminta Gilbert untuk mengubah logo segitiga merah muda yang selama ini merepresentasikan kaum LGBT. Pasalnya, logo tersebut digunakan Nazi untuk mengidentifikasi kaum homoseksual.

Berdasarkan pengakuan Baker, logo hasil kreasinya terinspirasi dari revolusi Amerika dan Prancis. Logo ini menyimbolkan bahwa komunitas LGBT berkomitmen untuk mendobrak mindset masyarakat demi memperoleh kebebasan mereka.

“Sebagai sebuah komunitas, baik lokal maupun internasional, para LGBT berada di tengah-tengah pergolakan, perjuangan untuk persamaan hak, serta perubahan status. Ini adalah revolusi kami, dan layak mendapat simbol baru,” tulis Baker pada memoirnya.

Bendera asli karya Barker memiliki 8 garis dengan warna yang berbeda-beda. Meski sempat terjadi beberapa kali perubahan, bendera yang digunakan hingga saat ini dibuat pada tahun 1979, dan memiliki 6 garis warna.

Setiap warna memiliki artinya masing-masing. Warna merah merepresentasikan kehidupan, orange merepresentasikan , kuning merepresentasikan sinar matahari, hijau merepresentasikan alam, biru merepresentasikan harmoni, dan ungu merepresentasikan semangat.

Sekarang, rainbow flag seringkali digunakan untuk mengepresikan solidaritas politik kepada komunitas LGBTQ. Sebagai contoh, saat pengadilan tinggi Amerika Serikat melegalkan pernikahan sesama jenis pada 2015 lalu, Gedung Putih disulap hingga menyerupai warna pelangi. Selain itu, pada perayaan Pride Month, banyak organisasi yang menggunakan rainbow flag sebagai atribut mereka.

Selama kurang lebih 8 tahun menjabat sebagai Presiden Amerika Serikat, Barack Obama rupanya juga turut merayakan Pride Month setiap tahunnya. Namun di masa pemerintahan Donald Trump, tradisi tersebut seolah dilupakan.  

(ren)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini