nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

7 Hal yang Harus Dilakukan jika Jadi Korban Kekerasan Seksual

Harisah Chamil, Jurnalis · Selasa 09 April 2019 15:30 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 04 09 196 2041072 7-hal-yang-harus-dilakukan-jika-jadi-korban-kekerasan-seksual-MsJu7FSH0Y.jpg Ilustrasi aksi melawan kekerasan seksual (Foto: Heru/Okezone)

Kekerasan seksual biasanya adalah sesuatu yang Anda pikir tidak akan pernah terjadi pada Anda. Tetapi ketika itu terjadi, Anda sangat membutuhkan bantuan dan dukungan. Melansir dari Womenshealth, Selasa (9/4/2019).

Menurut jaringan Nasional Pemerkosaan Penyalahgunaan, & Inses (RAINN), 1 dari setiap 6 wanita telah menjadi korban dari suatu percobaan pemerkosaan di masa hidupnya. Jessica Klein, seorang pekerja sosial klinis berlisensi dan staf pengajar tambahan di University of Southern California mengatakan, bahwa ini adalah keadaan manusia yang alami.

Untungnya, ada bantuan untuk korban kekerasan seksual, baik penyerangan yang terjadi tiga puluh menit atau tiga tahun yang lalu. Berikut berbagai cara untuk mendapatkan bantuan;

1. Mengamankan diri Anda.

Setela mendapatkan serangan, saatnya untuk memikirkan kesehatan dan keselamatan Anda. Bawa diri ke tempat yang aman jika Anda belum melakukannya. Kemudian pertimbangkan untuk menelpon 911 atau pergi ke rumah sakit.

2. Cobalah untuk tidak mengganti pakaian Anda atau menggunakan kamar mandi.

Jika memilih untuk melaporkan serangan Anda nanti, Anda akan melalui langkah-langkah yang diperlukan untuk mengumpulkan bukti. RAINN juga meyarankan untuk tidak melakukan apa pun yang dapat merusak barang bukti itu pada waktu penyerangan atau ujian Anda, seperti mandi, mengganti pakaian, atau menggunakan kamar mandi.

3. Segera menghubungi seseorang yang Anda percaya untuk mendapatkan dukungan

Mungkin bermanfaat bagi Anda untuk tinggal bersama teman atau anggota keluarga setempat beberapa jam setelah serangan itu. Berada di dekat seseorang yang akrab bisa sangat menghibur dan menguatkan Anda.

kekerasan seksual

4. Cobalah untuk membuat diri Anda merasa seaman mungkin.

Dalam jangka pendek, Anda akan berhadapan dengan efek traumatis. Selama masa ini, penting untuk memprioritaskan kebutuhan fisik dan emosional Anda, seperti mengambil cuti dari pekerjaan, atau menemukan pengasuh anak jika Anda memiliki anak.

Semua kebutuhan ini normal, dan Anda harus merasa bebas untuk meminta apa pun yang membantu Anda. Cobalah untuk tidak menilai diri sendiri, tidak ada cara untuk memprediksi bagaimana tubuh dan pikiran Anda akan merespons trauma.

Baca Juga : 5 Penampilan Putra Sultan Brunei, Bikin Wanita Klepek-Klepek!

5. Temui penasihat yang terlatih dalam kekerasan seksual.

Stamoulis menyarankan mencari konseling profesional. Seorang penasihat terlatih akan mengetahui praktik terbaik untuk membantu para korban mengatasinya dan dapat mendidik tentang apa yang diharapkan selama pemulihan Anda.

Baca Juga : Sobat Missqueen, Gadis Sombong Ini Pamer Kekayaan, Netizen: Pengin Gua Jontorin Mulutnya!

6. Ketahui risiko seumur hidup yang terkait dengan kekerasan seksual.

Menjadi korban seksual menempatkan Anda pada risiko yang lebih tinggi untuk depresi, kecemasan, gangguan makan, dan masalah penyalahgunaan zat. Jika Anda merasa sangat sedih, mengalami kesulitan dengan keseharian Anda, atau melakukan kebiasaan yang tidak sehat untuk mengatasi emosi yang berlebihan, segera cari bantuan dari terapi yang berkualitas.

7. Ingatkan diri Anda bahwa penyembuhan tidak selalu linier.

Jalan menuju pemulihan setelah serangan seksual tidak selalu berupa garis lurus. Stamoulis mencatat bahwa beberapa orang mendapati diri mereka baik-baik saja secara emosional dalam waktu yang lama, kemudian tiba-tiba bergelut dengan perasaan yang sangat negatif lagi. Jika ini terjadi pada Anda, ia merekomendasikan untuk bersikap baik kepada diri sendiri seperti memastikan Anda makan dan tidur nyenyak, dan memantau tingkat stres Anda.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini