nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menjajal Sate Rembiga Khas Lombok di Restoran Bintang 5, Bagaimana Rasanya?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Selasa 09 April 2019 19:14 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 04 09 298 2041207 menjajal-sate-rembiga-khas-lombok-di-restoran-bintang-5-bagaimana-rasanya-fqMH0tHWJe.jpg Sate rembiga di resto bintang 5 (Foto:Sukardi)

KULINER Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), selalu menawarkan rasa yang berani dan kombinasi rasa yang tak biasa. Kulineran di tanah Lombok sangat cocok untuk Anda para pencinta rasa pedas.

Ya, kebanyakan makanan di Lombok atau NTB secara keseluruhan kuat akan rasa pedas. Bahkan, beberapa menu makanannya termasuk yang menggunakan cabai dengan jumlah "nggak santai". Sebut saja plecing kankung yang mana ketika Anda memakan menu ini, lidah bisa terasa pedas dan hidung meler. Anda yang sama sekali tidak bisa mengonsumsi pedas, jangan mengonsumsi ini. Kalau penasaran, tanggung sendiri.

Selain plecing kankung, makanan lain yang menarik perhatian dan menawarkan rasa pedas yang membara adalah sate rembiga. Di Lombok sana, sate ini seperti tidak memiliki bumbu. Tapi, saat Anda mengigitnya, secara perlahan rasa pedas itu akan muncul dan Anda tidak akan menyangkanya.

Tentu, rasa pedas seperti ini tidak semua orang bisa cocok. Apalagi jika Anda terbiasa dengan makanan manis atau gurih. Itu kenapa di beberapa rumah makan yang berlokasi tidak di Lombok menyesuaikan rasa pedas tersebut. Seperti di Jakarta misalnya.

Baca Juga:

Bertubuh Seksi 4 Pria Ini Ternyata Penjual Durian, Nomor 4 Bikin Cewek Meleleh

Kisah Diet Menakjubkan 1 Bulan Turun 15 Kilogram, Ini Rahasianya

Saat Anda mengonsumsi sate rembiga di ibukota, tentu rasanya akan berbeda, sensasi "terbakar" itu tidak ada, karena tempat makan menyesuaikan dengan lidah masyarakatnya yang tidak homogen.

Seperti yang coba dicicipi Okezone di Sailendra Restaurant Hotel JW Marriot Jakarta. Sate rembiga di sini bahkan memiliki cita rasa berbeda dan bagaimana rasa dan tampilan dari sate rembiga di sini?

Dijelaskan Executive Sous Chef Sailendra Restaurant Heri Purnama, sate rembiga di sini adalah hasil racikannya sendiri. Mulai dari daging yang dipakai hingga bumbu satenya. Itu juga yang membuat rasa dari sate di sini unik.

"Untuk dagingnya, kami menggunakan daging lidah sapi, yang mana teksturnya lebih lembut dan mudah dikunyah. Sementara itu, kalau bicara sate rembiga asli Lombok, biasanya tekstur dari satenya agak keras dan terlalu padat. Makanya, kami ingin memberikan sensasi yang lebih mudah dikunyah dan tentu rasa daging yang lebih spesial," papar Heri pada Okezone saat ditemui di Sailendra Restaurant, JW Marriot Hotel, Jakarta, Selasa (9/4/2019).

 

Kemudian, bagaimana dengan bumbunya?

"Secara detail, bumbu kacang masih kami gunakan di sini, tapi kemudian kami modifikasi sedikit dengan penambahan sambal koja khas dari restoran ini. Makanya, rasa pedasnya lebih kuat dan ini sangat bisa diatur tingkat atau level kepedasannya," terang Heri.

Jadi, saat mengolah bumbu sate, dijelaskan Heri, sambal kacang kemudian dicampurkan dengan sambal Koja yang kemudian baru diaplikasikan di sate lidah sapinya. Sebelum itu, harus dipastikan kalau lidah sapinya tidak amis.

"Cara membuang bau amisnya itu dengan sereh, lengkuas, jahe, dan daun salam. Tambahkan bahan-bahan itu ke daging dan dipastikan aroma amisnya bisa hilang dan Anda benar-benar bisa menikmati sate rembiga dengan nikmat dan tentunya dengan kekhasan olahan kami," tambahnya.

(ndr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini