nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Harga Tiket Pesawat Gila-gilaan Bikin Wisatawan Ogah Liburan

Dewi Kania, Jurnalis · Selasa 09 April 2019 15:15 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 04 09 406 2041078 harga-tiket-pesawat-gila-gilaan-bikin-wisatawan-ogah-liburan-TXgBAnCFem.jpg Tiket pesawat naik gila-gilaan bikin wisatawan ogah liburan (Foto:Egireader)

MAHALNYA harga tiket pesawat yang melonjak gila-gilaan membuat jumlah penumpang bakal menurun. Akibatnya, jumlah wisatawan yang melancong akan berkurang mengikuti siklus tersebut.

Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi meminta, agar setiap satu maskapai harus mengeluarkan harga yang bervariasi. Termasuk saat menjual tiket pesawat ekonomi kepada penumpang.

Bahkan, pemerintah bakal membuat regulasi, kalau nantinya harga tiket pesawat tidak diturunkan dalam waktu satu pekan. Cara ini dinilai efektif untuk mengatur maskapai agar tidak menjual tiket dengan harga yang melonjak.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Pariwisata RI Arief Yahya mengatakan, pemerintah bersama-sama bakal memberikan regulasi untuk mengatur maskapai. Karena dampaknya bisa menurunkan jumlah wisatawan yang biasa naik pesawat.

Baca Juga:

5 Penampilan Putra Sultan Brunei, Bikin Wanita Klepek-Klepek!

Kisah Diet Menakjubkan 1 Bulan Turun 15 Kilogram, Ini Rahasianya

"Menaikkan harga itu boleh, tapi kalau mendadak seperti ini yang tidak dianjurkan. Karena kalau harga tiket pesawat naik, demand akan turun," ungkap Menpar Arief ditemui di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (9/4/2019).

Menpar Arief memberi contoh kalau harga tiket naik 20%, kira-kira demand penumpang turun 20%. Kalau naiknya 100%, jumlah penumpangnya otomatis bisa turun juga 100%.

 

Menurutnya, untuk wisatawan yang sengaja melancong pasti tidak mau pergi ke mana-mana. Jadi penumpang pesawat yang pasti membeli tiket pesawat hanya tujuannya bisnis atau hal lainnya.

Misalnya, buat seseorang yang pergi dengan tujuan penerbangan ke Sumatera Barat. Saat ini harga tiketnya sudah naik lebih dari 100%. Pasti banyak penumpang yang "menderita", apalagi kalau niatnya cuma berlibur.

Begitu juga saat wisatawan ingin mengunjungi NTB. Kondisinya, pasca-gempa, pemerintah telah membangun infrastruktur dan objek wisata dengan dana besar. Kalau tiket pesawat ke sana naik, ya jelas tidak ada orang mau liburan ke NTB.

"Kalau menaikkan harga tiket ya harusnya secara bertahap. Kalau tidak terjadi, ada regulasi pemerintah untuk kepentingan masyarakat dan industri," pungkasnya.

(ndr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini