nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Baru Sebulan Bersalin, Perempuan Ini Melahirkan Bayi Lagi

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Selasa 09 April 2019 11:20 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 04 09 481 2040927 baru-sebulan-bersalin-perempuan-ini-melahirkan-bayi-lagi-kL83zS0InP.jpg Ibu melahirkan 2 kali dalam sebulan (foto: Metro)

MENJADI anugerah yang patut disyukuri ketika anak Anda lahir kembar. Sebab, tidak semua orangtua mendapatkan amanah Tuhan dengan lahirnya anak kembar. Namun, apa jadinya kalau proses persalinan "bayi kembar" itu berjalan tidak normal?

Ya, seorang perempuan asal Bangladesh baru-baru ini menjadi pembicaraan dunia. Diketahui, dia melahirkan anak secara tidak normal, karena setelah sebulan pasca melahirkan anaknya, dia diketahui melahirkan anak lagi. Jangan kaget, info menjelaskan kalau bayi kedua lahir dari rahim yang berbeda. Arifa Sultana menjadi manusia langka karena dia memiliki dua rahim dalam satu tubuh!

 BACA JUGA : Sobat Missqueen, Gadis Sombong Ini Pamer Kekayaan, Netizen: "Pengin Gua Jontorin Mulutnya!"

Dilansir Okezone dari BBC, Sultana yang berusia 20 tahun melahirkan anak pada akhir Februari 2019. Namun, pada 26 hari setelah kelahiran bayi pertamanya, dia kembali melahirkan anak keduanya. Kondisi ini dia ketahui setelah munculnya rasa sakit pada perutnya seperti ingin melahirkan.

 

Saat pemeriksaan medis dilakukan, Sultana dinyatakan mengandung anak. Ya, ada anak lain di dalam perutnya yang belum berhasil dia lahirkan ke dunia. Karena itu, tim medis pun langsung melakukan operasi caesar darurat. Setelah berhasil dilahirkan, si bayi yang tertinggal ditemukan sehat dan dipulangkan tanpa komplikasi.

Pihak keluarga sangat terkejut

Sultana yang berasal dari desa melahirkan bayi pertamanya di Khulna Medical College Hospital di distrik Khulna. Hanya 26 hari kemudian, dia mengeluh sakit perut dan dilarikan ke Rumah Sakit Ad-din di distrik Jessore pada 21 Maret, kata Dr. Sheila Poddar, ginekolog yang melakukan operasi caesar kepada BBC. Beberapa laporan media menyebutkan tanggal 22 Maret.

"Ketika pasien datang, kami melakukan ultrasonografi dan menemukan ada bayi kembar," kata Dr. Poddar. "Kami sangat terkejut. Aku belum pernah mengamati sesuatu seperti ini sebelumnya."

Tidak jelas mengapa dia mungkin memilih untuk pergi ke rumah sakit yang berbeda. Menurut Dr Poddar, Ms Sultana dan suaminya "sangat miskin" dan dia "tidak pernah melakukan ultrasound sebelumnya" menjelang kelahiran pertama.

"Dia tidak tahu bahwa dia punya dua bayi lain," kata Dr Poddar. "Kami melakukan operasi caesar dan dia melahirkan anak kembar, satu pria dan wanita." Pria berusia 20 tahun dan bayinya yang baru lahir dipulangkan pada 25 Maret setelah empat hari dirawat di rumah sakit. "Kedua bayi dan dia semua sehat. Saya sangat, sangat senang semuanya berjalan baik," kata Dr. Poddar.

Salah seorang dokter kandungan di Singapura mengatakan, uterus didelphys atau kondisi perempuan memiliki dua uterus itu "tidak jarang seperti yang dipikirkan orang".

"Jika Anda melakukan pemindaian sebelumnya, akan sangat jelas untuk melihat dua set uterus. Tetapi jelas mereka berasal dari daerah yang lebih pedesaan [dan mungkin tidak memiliki akses ke pemindaian ultrasound]," kata Dr. Christopher Ng dari GynaeMD Clinic kepada BBC. "Kemungkinan tiga telur berovulasi dan dibuahi pada saat yang sama selama masa suburnya yang mana itu menghasilkan tiga embrio."

 

Apa itu uterus didelphys?

Ini adalah kelainan di mana perempuan mengembangkan rahim ganda. Rahim menjadi dua tabung kecil dalam janin dan ini biasanya bergabung bersama untuk membentuk satu organ besar - tetapi jika tidak, rahim ganda dapat terbentuk. Kelainan tersebut bervariasi dalam tingkat keparahan dan dalam beberapa kasus dapat menyebabkan masalah kesuburan.

Ada berbagai perkiraan tentang seberapa umum kondisi tersebut. Diperkirakan kondisi ini mempengaruhi sekitar satu dari 1.000 perempuan di Inggris. Seringkali perempuan yang memiliki kondisi ini tidak memiliki gejala dan biasanya ditemukan selama kehamilan ketika scan ultrasound diberikan.

Dalam kasus Sultana, dia mengaku senang dengan anak-anaknya, tetapi khawatir membesarkan mereka akan membebani situasi keuangannya, menurut kantor berita AFP.

Perlu Anda ketahui, suaminya berpenghasilan kurang dari 6.000 taka (£ 53; $ 69) atau sekitar Rp 976 ribu sebulan sebagai buruh, tetapi dia mengatakan dia akan "mencoba yang terbaik", lapor AFP. "Adalah keajaiban dari Allah bahwa semua anak saya sehat. Saya akan berusaha sebaik mungkin untuk membuat mereka bahagia."

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini