nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Vape Cara Efektif Hilangkan Kecanduan Nikotin pada Perokok?

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Selasa 09 April 2019 16:00 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 04 09 481 2041080 vape-cara-efektif-hilangkan-kecanduan-nikotin-pada-perokok-SjKzsVK2EI.jpg Ilustrasi (Foto: Nypost)

Rokok selintas hanyalah sebuah benda mati berbentuk kecil. Namun, karena si kecil inilah banyak nyawa manusia terenggut akibat racun yang dihasilkan dari pembakarannya.

Rokok yang dibakar akan menghasilkan TAR dan lebih dari 400 zat berbahaya bagi tubuh manusia. Selain itu, asap rokok yang dihasilkan oleh seorang perokok juga jauh lebih berbahaya bagi orang yang ada di sekitarnya.

Di Indonesia sendiri, banyak masyarakat yang mulai menyadari akan bahaya merokok. Alhasil mereka menggunakan vape sebagai salah satu alternatif agar bisa berhenti merokok dengan cara yang lebih mudah dan baik.

rokok elektrik

Ketua Koalisi Indonesia Bebas TAR dan anggota GEBRAK, Dr. drg. Amaliya, M.Sc, PhD, mengatakan dengan mengalihkan rokok konvensional dengan vape, maka seseorang bisa mengurangi kadar nikotin secara perlahan-lahan.

“Yang memakai vape lebih bisa berhenti merokok dalam tempo satu tahun, ketimbang dengan merokok biasa,” terang Amaliya, saat ditemui Okezone dalam acara GEBRAK, di Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (9/4/2019).

“Rokok elektrik dinilai memiliki hasil yang efektif karena bisa memenuhi kebiasaan orang merokok yang lebih aman. Nanti bisa dikurangi nikotinnya hingga lama lama hilang,” lanjutnya.

Baca Juga : Vape Dinilai Lebih Aman Ketimbang Rokok, Mengapa?

Selain itu vape juga terbukti berdampak pada kesehatan dalam mulut seorang perokok. Berdasarkan penelitian Universitas Padjajaran (Unpad) mereka mengambil sampel pipi dalam seorang perokok dan menemukan sesuatu yang janggal.

“Unpad mengambil sel dari pipi dalam perokok vape dan rokok konvensional. Pada perokok berat ke vape, titik-titik kecil berkurang hingga nyaris seperti bukan perokok. Sementara perokok konvensional selnya mengalami ketidaksesuaian dan mengalami kegalauan,” tuntasnya.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini