nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bayi Meninggal Mendadak Disebabkan Racun Rokok? Ini Faktanya

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Selasa 09 April 2019 21:20 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 04 09 481 2041237 bayi-meninggal-mendadak-disebabkan-racun-rokok-ini-faktanya-LfY0Pt5tP1.jpg Kematian bayi dalam kandungan karena terpapar asap rokok (Foto:Ist)

KASUS meninggalnya bayi secara mendadak dalam kandungan memang sempat terjadi di Indonesia. Kabarnya kematian mendadak bayi diakibatkan oleh racun yang ada dalam rokok. Hal inilah yang mengganggu pertumbuhan sang anak yang menyebabkan kematian.

Ketua Umum Perhimpunan Dokter Kedokteran Komunitas dan Kesehatan Masyarakat Indonesia, dr. Mariatul Fadilah, MARS, mengatakan meninggalnya bayi secara mendadak bisa disebabkan oleh banyak hal dan tidak sepenuhnya karena rokok.

“Penyebab bayi mendadak meninggal tidak dari rokok saja. Banyak penelitian mengatakan mereka meninggal karena ayahnya merokok di rumah. Yang namanya meninggal mendadak tentunya sangat berkaitan dengan kehamilan sang ibu,” terang dr. Mariatul, saat ditemui Okezone dalam acara Gebrak, Selasa (9/4/2019).

:

Baca Juga:

Kisah Diet Menakjubkan 1 Bulan Turun 15 Kilogram, Ini Rahasianya

Pria dan Perempuan Salat Satu Saf di Kampanye Akbar Prabowo-Sandi, Ini Kata Ustadz

Dokter Mariatul menambahkan bahwa di lingkungan perokok, para ibu hamil akan berpotensi memiliki penyakit dan mereka juga cenderung menjadi perokok pasif. Hal inilah yang menjadi salah satu kontribusi meninggalnya bayi secara mendadak.

Sebagimana diketahui rokok memang bisa menyebabkan kerusakan tubuh bagi orang yang terpaparnya. Dalam rokok terdapat lebih dari 400 zat berbahaya salah satunya adalah nikotin.

Nikotin inilah yang dinilai sangat berbahaya bagi kesehatan dan bisa menyebabkan kecanduan bagi para penggunanya. Bahkan beberapa efek pun bisa terjadi bagi tubuh para orang yang kecanduan nikotin.

“Bisa gemeteran, nggak bisa mikir, bisa gelisah, jadi memang agak-agak sulit untuk mengatasi menghilangkan nikotin. Jadi kalau mau ngurangin nikotin harus bertahap, sehingga di sediakan likud dengan berbagai nikotin yang kandungannya berbeda-beda,” lanjutnya.

(ndr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini