nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Nikotin Berbahaya, Begini Cara Atasi Kecanduan Merokok

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Rabu 10 April 2019 05:00 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 04 09 481 2041259 nikotin-berbahaya-begini-cara-atasi-kecanduan-merokok-vcLJMmoAW6.jpg Ilustrasi (Foto: Healthdietadvisor)

Fenomena masyarakat yang merokok memang mudah dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Rokok dinilai bisa membuat penggunanya menjadi lebih tenang dan mampu menghilangkan stres serta beban pikiran yang dimiliki.

Ketua Koalisi Indonesia Bebas TAR dan anggota GEBRAK, Dr. drg. Amaliya, M.Sc, PhD, mengatakan salah satu zat berbahaya yang terkandung dalam rokok dan menyebabkan seseorang mengalami kecanduan adalah nikotin.

“Nikotin adalah zat adiktif yang menyebabkab ketagihan. Nikotin dibilang berbahaya kalau overdosis, tapi kalau dalam kesehatan, nikotin sendiri dipergunakan untuk orang-orang yang autis, karena itu terapi yang orang-orang yang tidak bisa memfokuskan diri, begitupun dengan alzaimer,” terang drg. Amaliya, kepada Okezone, Selasa 9 April 2019.

Meski berguna dalam dunia medis, namun nikotin juga menyimpan banyak bahaya bagi para penggunanya. Salah satu bahaya yang paling buruk adalah kecanduan, karena akan sangat sulit untuk menghentikannya.

“Bahayanya adalah kalau sudah kecanduan seseorang jadi nggak bisa kerja kalau nggak pakai nikotin. Jadi menghentikan kecanduan itu nggak bisa langsung menghentikan hingga nol nikotin,” lanjutnya.

berhenti merokok

Dokter Amaliya menjelaskan butuh waktu cukup lama bagi seorang perokok yang telah kecanduan nikotin. Mereka harus diterapi selama beberapa bulan untuk mengurangi asupan nikotin secara bertahap.

“Di London pecandu itu bisa dari enam bulan. Mereka bisa dari nikotin tinggi yakni sebesar sembilan miligram, bisa menjadi 0 miligram. Mereka bisa mengurangi secara bertahap dengan rokok elektrik,” sambungnya.

Dalam kesempatan yang sama, drg. Amaliya juga membagikan tips mengenai cara mengurangi rokok bagi orang yang sudah kecanduan. Caranya adalah dengan mengklasifikasi tingkatan keparahan merokok seseorang.

“Perokok berat itu kan ada dari hitungan berapa batang rokok perhari, jadi di atas 12 batang perokok berat, kalau perokok sedang itu di 5-10 batang, sementara yang ringan itu dibawah lima batang,” lanjutnya.

Lebih lanjut, perokok berat itu memang golongan nikotin yang dimasukkan harus agak tinggi. Pasalnya nikotin dalam liquid itu ada yang berapa miligram, ada yang 18mg, 9mg, 6mg, 3 mg dan 1mg.

Perokok berat harus mencoba kandungan nikotin tinggi dulu, dan tidak bisa dihentikan nikotinnya secara langsung. Kalau nikotin langsung dihentikan, akan menimbulkan effect with drawel atau sindrom penghentian nikotin yang akan berbahaya juga.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini