Orangtua Harus Peka, Kenali Tanda-Tanda Anak Mengalami Kekerasan Seksual

Agregasi Hellosehat.com, Jurnalis · Rabu 10 April 2019 13:33 WIB
https: img.okezone.com content 2019 04 10 196 2041519 orangtua-harus-peka-kenali-tanda-tanda-anak-mengalami-kekerasan-seksual-EtKlsWGIQG.jpg Ilustrasi (Foto: Hellosehat)

Tanda awal dari kekerasan seksual yang terjadi pada anak

- Sering punya mimpi buruk hingga mengalami masalah tidur

- Perilaku berubah, misalnya menggunakan mainan atau benda sebagai rangsangan seksual

- Menjadi sangat tertutup dan pendiam

- Dalam keadaan marah, emosinya akan sangat meledak dan tak terkendali

- Menyebutkan kata-kata atau istilah yang tidak pantas, misalnya menyebutkan bagian-bagian tubuh genital dan tidak diketahui dari mana ia mengetahuinya

- Melakukan hal-hal yang membahayakan dirinya, seperti melukai dirinya dengan benda tajam

- Menceritakan teman barunya yang berusia lebih tua dan menyebutkan kalau ia mendapatkan banyak hadiah dari orang tersebut tanpa alasan yang jelas

- Tiba-tiba merasa ketakutan jika diajak ke suatu tempat tertentu atau ketika bertemu dengan orang tertentu

- Anak mungkin menunjukkan tanda-tanda pemberontakan atau perilaku menantang

- Perubahan kebiasaan makan

- Anak mungkin mencoba untuk bunuh diri.

Jika anak Anda mengalami hal-hal seperti itu, sebaiknya dekati ia dan usahakan untuk membuatnya cerita apa yang terjadi pada dirinya. Meskipun memang tanda-tanda tersebut bisa saja terjadi ketika si kecil mengalami hal lain dalam hidupnya, seperti ketika menghadapi masalah perceraian orangtua, sedang berduka akibat ada anggota keluarga yang meninggal, atau sekadar memiliki masalah dengan temannya di sekolah.

Namun, tak ada salahnya untuk Anda menggali terus informasi yang ada pada si kecil dan buat ia nyaman agar ia mau menceritakan apa yang ia rasakan saat itu. Selain tanda tersebut, ada beberapa tanda fisik dari kekerasan seksual pada anak yang harus Anda waspadai. Biasanya, tanda fisik ini dapat terlihat bila kekerasan seksual yang terjadi cukup parah atau bahkan telah dilakukan dalam jangka waktu yang cukup lama, sehingga dapat meninggalkan bekas pada tubuh si anak.

kekerasan seksual

Tanda fisik akibat kekerasan seksual pada anak

- Anak merasa sakit, terjadi perdarahan, atau keluar cairan dari kemaluan, anus, atau mulutnya

- Merasa sakit yang berulang-ulang, setiap ia buang air kecil

- Menjadi sering mengompol kembali

- Nyeri atau kesulitan berjalan atau duduk

- Terdapat darah di pakaian dalamnya

- Memar di tempat-tempat yang tidak biasa, tanpa alasan jelas

Apa yang bisa dilakukan jika anak menjadi korban kekerasan seksual?

Sebagai orangtua yang telah menyadari adanya tanda-tanda pelecehan seksual pada anak, tentu sulit untuk menerima kenyataan. Namun, jangan sampai Anda kehilangan kendali dan membuat anak Anda semakin merasa bersalah. Pertama-tama, tenangkan diri Anda dan selidiki apa yang sebenarnya terjadi dengan bertanya kepada anak Anda mengenai rangkaian peristiwa yang telah dialami olehnya.

Jika anak sudah memberikan diri untuk menceritakan traumanya, segera laporkan ke pihak berwajib dan minta untuk menjalani visum di rumah sakit. Selanjutnya dokter dapat merancang rencana perawatan fisik dan terapi khusus untuk memulihkan kondisi anak, serta membantu Anda membuat pelaporan kepada polisi.

Jika Anda mencurigai anak atau kerabat terdekat Anda mengalami kekerasan seksual dalam bentuk apapun, amat disarankan untuk menghubungi nomor darurat polisi 110; KPAI (Komisi Perlindungan Anak Indonesia) di (021) 319-015-56; Komnas Perempuan di (021) 390-3963; SIKAP (Solidaritas Aksi Korban Kekerasan terhadap Anak dan Perempuan) di (021) 319-069-33; LBH APIK di (021) 877-972-89; atau menghubungi Pusat Krisis Terpadu – RSCM di (021) 361-2261.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini