nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kenali Tindakan Bullying agar Kasus Audrey Tidak Lagi Terulang

Pradita Ananda, Jurnalis · Rabu 10 April 2019 21:30 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 04 10 196 2041729 kenali-tindakan-bullying-agar-kasus-audrey-tidak-lagi-terulang-5nElNf7s2y.jpg Kenali tindakan bullying (Foto:Ist)

KASUS tindakan bullying, atau penindasan memang seolah tak ada habis-habisnya terjadi di sekitar kita.

Bicara soal bullying, salah satu yang paling sering terpapar masalah satu ini adalah kalangan remaja. Tengok saja contoh nyata yang sedang ramai bergulir dibahas ialah kasus penindasan yang dialami oleh seorang siswi SMP di Pontianak, Audrey yang menjadi korban atas tindak penindasan dari beberapa siswi SMA. Hingga akhirnya harus terkapar menjalani perawatan di rumah sakit.

Tindakan bully mem-bully ini rasanya memang sudah begitu familer di telinga kita, karena memang contoh kasusnya begitu banyak. Namun pernahkah kita sendiri bertanya, mengira-mengira jangan-jangan sebenarnya baik disengaja atau tidak, diri kita pernah menjadi korban atau bahkan pelaku dari tindakan bullying. Nah, mengenal dan memahami sebenernya apa saja jenis tindakan bullying tentu tidak ada salahnya bukan?

Sebagaimana hasil penelusuran Okezone, Rabu (10/4/2019) di linimasa media sosial, seorang guru BK (bimbingan konseling) bernama Dita Juwita, dari Lower Secondary Madania School, Bogor, mencoba menjelaskan serba-serbi tentang bullying dari kacamata seorang guru BK, melalui sebuah utasan di akun laman Twitter pribadinya (@sangjuwita). Sebelumnya perlu diketahui, yang bersangkutan sudah bersedia utasannya seputar tindak bullying ini untuk dipublikasikan.

Pertama Dita menjelaskan tentang definisi apa yang dimaksud dari tindakan penindasan alias bullying itu sendiri, Dita mengungkapkan bahwa bullying di sini adalah sebuah tindak penindasan, yang mana bisa dilakukan dengan menggunakan kekerasan, ancaman, paksaan, dengan tujuan untuk mengintimidasi orang lain. Tidak hanya secara fisik, namun juga secara psikis, verbal, dan cyberbullying yang mana bisa terjadi di dunia nyata seperti di sekolah, tapi juga di dunia virtual dunia maya, salah satunya termasuk di media sosial.

Berlanjut ke soal jenis, mungkin masih banyak orang awam yang beranggapan bahwa tindak penindasan itu mengacu pada kekerasan fisik semata. Padahal, seperti dijelaskan Dita, hal ini bisa juga terjadi secara psikis, yakni penindasan yang membuat korban mengalami apa yang dinamakan trauma, ketakutan, depresi, cemas, hingga stres.

Dengan gamblang Dita memberikan contoh tindak bully secara psikis, misalnya mengintimidasi orang tanpa kontak fisik, bisa dari kontak mata, ancaman, pengucilan, menyebarkan fitnah, dan masih banyak lagi yang lainnya. Untuk tindak bully psikis ini, sayangnya disebutkan masih banyak korban yang tidak sadar tidak mengetahui dirinya tengah ditindas, sebab memang tidak ada bukti nyata luka di fisik yang bisa dilihat kasat mata.

Baca Juga:

Terduga Pelaku Penganiayaan Audrey Posting "Boomerang" di Kantor Polisi, Psikolog Analisis Kejiwaan Mereka!

Ifan "Seventeen" Unggah Foto Audrey Tanpa Disensor, Kak Seto: Sangat Tidak Dibenarkan

Kedua ialah penindasan secara fisik, yakni penindasan dengan adanya kontak fisik yang menimbulkan sakit secara fisik, cedera, atau penderitaan fisik lainnya. Sebut saja contohnya mulai dari memukul, menampar, menjambak, menendang, hingga merusak atau sengaja menyembunyikan atau mengambil barang orang lain. Nah, kasus tindak penindasan yang dialami oleh Audrey adalah contoh nyata penindasan fisik.

Kemudian ada yang dinamakan dengan bully verbal, yakni bullying yang menggunakan kata atau bahasa untuk mengintimidasi korban. Contohnya seperti mengejek, menyindir, dan paling sering ditemukan contohnya adalah menyindir atau mengejek soal penampilan fisik, gender, ras, agama seseorang.

Terakhir ada cyberbullying, tipe yang satu ini disebutkan Dita sebagai jenis penindasan yang paling rawan dilakukan oleh para netizen. Cyberbullying adalah segala bentuk bullying dilakukan dengan media elektronik, misalnya pesan singkat elektronik, surel, semua jenis media sosial, hingga aplikasi chatting.

Seperti apa contohnya? Untuk jenis ini, contohnya bisa dengan mengunggah foto atau video seseorang yang menjadi target korban lalu memberikan komentar yang ofensif, mengirimkan pesan yang abusif dengan tujuan untuk mempermalukan korban, bahkan tindakan meretas akun (hack) korban lalu melakukan tindakan yang merugikan korban, menyebarkan fitnah melalui elektronik dijelaskan Dita juga termasuk dalam contoh tindakan penindasan jenis cyberbullying.

(ndr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini