nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Terapi Baru, Diyakini Bisa Menurunkan Berat Badan dengan Cepat

Nur Anisa Putri, Jurnalis · Kamis 11 April 2019 08:00 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 04 10 481 2041615 terapi-baru-diyakini-bisa-menurunkan-berat-badan-dengan-cepat-crESiQdQ2p.jpg Penurunan berat badan efektif (Foto: Vixen Daily)

PENGOBATAN obesitas yang melibatkan penyuntikan berupa manik-manik kecil ke dalam perut sudah menjadi harapan bagi jutaan orang. Disebut sebagai "embolisasi bariatrik", injeksi ini berjanji untuk membantu banyak orang untuk menurunkan dan menjaga berat badan setidaknya selama satu tahun.

Sebuah studi baru menemukan bahwa mereka yang menjalani perawatan, rata-rata kehilangan sekitar 11 persen dari kelebihan berat badan mereka setelah 12 bulan. Prosedur ini dilakukan dengan memasukkan kanula melalui arteri di pergelangan tangan atau menuju perut. Para ilmuwan kemudian menyuntikkan manik-manik mikroskopis melalui tabung untuk memblokir sebagian arteri yang memasok darah ke perut.

 BACA JUGA :Terduga Pelaku Penganiayaan Audrey Posting "Boomerang" di Kantor Polisi, Psikolog Analisis Kejiwaan Mereka!

Prosedur itu dianggap bisa menekan produksi hormon yang merangsang rasa lapar - mengurangi nafsu makan secara keseluruhan, karena kurang invasif daripada operasi bariatrik, embolisasi bariatrik membutuhkan waktu lebih sedikit untuk pulih.

 

Studi ini melibatkan 20 pasien obesitas yang memiliki indeks massa tubuh 45 dan berat dengan rata-rata 139kg. Setelah melakukan prosedur di satu bulan pertama, para peserta rata-rata kehilangan sekitar 8 persen dari kelebihan berat badan mereka dan berkurangnya rasa lapar, lalu setelah sebulan rasa lapar mereka meningkat namun masih kurang dari sebelum melakukan prosedur. Setelah satu tahun, mereka kehilangan sekitar 11,5 persen dari kelebihan berat badan mereka.

Melansir thesun, Kamis (11/4/2019), Dr. Arvind Shekhar mengatakan tidak jelas apakah penurunan berat badan pada peserta disebabkan oleh efek plasebo - yang dihasilkan dari keyakinan seseorang bahwa pengobatan tersebut bekerja, daripada efek fisiologis dari perawatan tersebut.

Bagaimanapun, penelitian ini masih dianggap sangat kecil karena hanya melibatkan 20 peserta, sehingga diperlukan lebih banyak lagi penelitian sebelum bisa memberikan kesimpulan atau hasil yang sempurna. Tetapi Dr. Clifford Weiss, profesor radiologi di Universitas John Hopkins menyebut kalau penelitian ini adalah langkah yang bagus.

Para ilmuwan menekankan bahwa prosedur itu tidak dirancang untuk menggantikan operasi bariatrik, yang diketahui dapat membantu orang kehilangan hingga 30 persen dari kelebihan berat badan mereka. Mereka mengatakan terapi ini bisa melengkapi perubahan pola makan dan gaya hidup untuk membantu mereka yang obesitas dengan lebih efektif.

Tidak semua orang yang memiliki berat badan satu ton ingin langsung turun menjalani operasi ekstrem, jadi ini terapi ini berpotensi bisa menjadi solusinya. Sementara itu, mengonsumsi makanan seimbang, menciptakan defisit kalori kecil dan berolahraga secara teratur adalah cara lain yang harus dilakukan.

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini