nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Peneliti Temukan Senyawa di Bunga yang Wangi Bisa Atasi Kebutaan

Tiara Putri, Jurnalis · Kamis 11 April 2019 19:46 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 04 11 481 2042229 peneliti-temukan-senyawa-di-bunga-yang-wangi-bisa-atasi-kebutaan-hVYbmIDrJ7.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

Banyak orang yang senang menghirup aroma wangi dari sebuah bunga. Aroma tersebut memang dapat membawa ketenangan hati. Tapi lebih dari itu, penelitian baru mengungkapkan jika ada senyawa yang dapat mengatasi beberapa penyebab kebutaan pada bunga beraroma wangi seperti hyacinth.

Dalam penelitian ditemukan homoisoflavonoid dapat menghentikan pertumbuhan pembuluh darah abnormal di mata. Selama ini pertumbuhan sel-sel tidak normal di pembuluh darah dikaitkan dengan kebutaan yang disebabkan oleh diabetes dan penuaan. Dengan adanya hasil penelitian ini, para ahli berharap dapat mengembangkan versi sintetis dari senyawa di masa depan agar bisa dimanfaatkan untuk mengatasi masalah kebutaan.

“Kehilangan penglihatan adalah pengalaman yang menghancurkan. Kami percaya hasil penelitian ini mengisyaratkan kemungkinan perawatan di masa depan untuk kondisi mata degeneratif. Terlebih sepertinya masih banyak rahasia alam yang belum terungkap,” ungkap salah seorang peneliti, Profesor Dulcie Mulholland seperti yang dikutip Okezone dari Daily Mail, Kamis (11/4/2019).

 Baca Juga: Inilah Penampakan Lubang Hitam, Pertama Kalinya Tertangkap Kamera

Sementara itu, Dr Sianne Schwikkard dari Kingston University mengatakan ada potensi besar untuk perawatan baru dan inovatif dari sumber alami. Tidak menutup kemungkinan terciptanya peluang untuk menemukan pengobatan penyakit mata degeneratif. Salah satu penyakit mata degeneratif yang mengkhawatirkan adalah retinopati diabetik. Penyakit ini disebabkan oleh kadar gula darah yang tinggi sehingga merusak bagian belakang mata. Berdasarkan data, kondisi ini memengaruhi kurang lebih 28 juta orang di seluruh dunia.

Selain itu, ada pula degenerasi makula yang berkaitan dengan usia dan menjadi salah satu penyebab utama kebutaan di dunia. Kondisi ini memengaruhi setidaknya 20 juta orang lanjut usia. Biasanya untuk mengobati penyakit ini dokter akan menyuntikkan obat secara langsung ke mata. Tapi cara ini membuat mata pasien berisiko robek dan rasanya menyakitkan.

Oleh karenanya, tim peneliti yang bekerja dan menemukan senyawa homoisoflavonoid dapat mengatasi masalah kebutaan berharap perawatan dengan suntikan dapat dihindari di masa depan. Sebab nantinya pengembangan inovasi tak hanya bisa dimanfaatkan oleh mereka yang mengalami diabetes dan lanjut usia, tetapi para bayi yang lahir prematur. Bayi prematur memang memiliki risiko mengalami kebutaan karena pertumbuhan sel-sel abnormal di pembuluh darah mata.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini