nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Fakta-Fakta Makan Sahur yang Belum Banyak Diketahui Umat Islam

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Kamis 11 April 2019 17:03 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 04 11 612 2042128 fakta-fakta-makan-sahur-yang-belum-banyak-diketahui-umat-islam-u9qVUexpdq.JPG

RASULULLAH SAW bersabda, “Santaplah sahur kalian, karena sesungguhnya dalam sahur ada keberkahan.” (Muttafaqun ‘alaih).

Dalam kesempatan lain, Rasulullah SAW menekankan pentingnya sahur, “Makan sahur adalah berkah, maka janganlah kalian meninggalkannya meskipun salah seorang di antara kalian hanya minum seteguk air. Sesungguhnya Allah Ta’ala dan para malaikat-Nya bersalawat atas orang-orang yang sahur.” (HR Ahmad).

Menurut Ibnu Daqiq, berkah dalam hadits ini meliputi berkah akhirat nanti berupa al-ajr (balasan) karena mengikuti sunnah Rasulullah SAW. Sekaligus berkah dunia seperti taqwiyah al-badn ‘ala ash-shaum (kuat badan ketika berpuasa), dan dipermudah dalam ibadah lainnya selama Ramadan. Itulah sahur, sunnah Rasulullah SAW. Dimaksudkan untuk kemashlahatan dan kemudahan pengikutnya.

Kemudian Rasulullah SAW menyebut sahur sebagai berkah dari Allah SWT. Bagaimana tidak sahur menjadi berkah? Ketika seseorang makan sahur sekedarnya, hanya dengan sebutir kurma atau segelas air, Allah mudahkan ia untuk puasa seharian. Berkah adalah ketika yang sedikit namun Allah tambah nilainya. Badan jadi kuat, lebih semangat untuk beraktivitas, dan hati terasa lapang jauh dari kemarahan.

Sunnah lain dari sahur adalah menyantap hidangan sahur secara bersama-sama (jama'ah) sebagaimana yang dilakukan Rasulullah dan para sahabatnya. Dari Anas bin Malik bahwa Zaid bin Tsabit bercerita kepadanya, bahwa mereka (para sahabat) pernah sahur bersama Rasulullah SAW, kemudian mereka melaksanakan salat. Aku bertanya, “berapa jarak antara sahur dan Salat Subuh?” Dia menjawab, “antara lima puluh sampai enam puluh ayat.” (HR. Bukhari).

Istimewanya sahur menjadi pembeda umat Islam dan umat terdahulu. Dengan tegas Rasulullah SAW menyatakan, “Yang membedakan antara puasa kami (orang-orang muslim) dengan puasa ahli kitab adalah makan sahur.” (HR. Muslim).

Keistimewaan lainnya, waktu sahur hanya ada di penghujung malam, tidak dianggap sahur selain di waktu itu. Dan malam adalah pakaian bagi manusia (QS.78:10). Allah SWT menjadikan malam agar manusia berganti aktivitasnya. Malam menjadi waktu untuk istirahat, sekaligus untuk mendekatkan diri dan bermunajat kepada Allah.

Gemar bangun di penghujung malam, di waktu sahur, merupakan karakter orang yang paling bertaqwa (QS.51:18). Bukankah taqwa telah menjadi terminal akhir dari ibadah-ibadah Muslim, seperti ibadah puasa (QS.2:183), sedekah, dan infaq (QS.3:133-134)? 

Banyak rangkaian ibadah yang bisa dilakukan ketika bangun di tengah malam hingga sahur. Mulai qiyamul lail, menambah tilawah, dan tadarrus qur’an, memperbanyak dzikir, istighfar dan doa, menyiapkan hidangan sahur dan diakhiri dengan Salat Subuh berjamaah di masjid.

Bahkan bila luang dilanjutkan dengan dzikir hingga terbit matahari dan kemudian salat sunnah. Semoga Kita menjadi orang yang bertaqwa lewat sahur Kita dan rangkaian ibadah yang menggiringiya. Wallahu A’lam bish-shawab. (Oleh: Adi Setiawan, Lc)

(ful)

GRATIS! Uji kesiapanmu menghadapi SBMPTN 2019 di Tryout SBMPTN Online 2019. Daftar dan login DI SINI

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini