nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tato Tertua Ditemukan di Indonesia, Bentuknya seperti Apa?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Sabtu 13 April 2019 01:15 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 04 12 194 2042775 tato-tertua-ditemukan-di-indonesia-bentuknya-seperti-apa-136dkR5QqY.jpg Ilustrasi (Foto: Dailymail)

Indonesia adalah negara yang menyimpna banyak rahasia dan harta karun yang luar biasa. Bukan hanya soal alam yang belum banyak terjamah, tapi juga budaya yang sangat kaya dan bisa dibilang tak bisa ditemukan di negara lainnya.

Salah satu yang mungkin akan membuat Anda berdecak kagum adalah perihal tato. Ya, lukisan dari tinta di tubuh manusia ini bagi sebagian orang berasal dari negara Barat. Ini bisa dilihat dari banyaknya warna berkulit putih yang menyukai bentuk seni yang satu ini.

Tapi, siapa sangka kalau ternyata tato pertama kali ada itu di Indonesia. Teknik melukis di atas kulit manusia itu pertama kali ditemukan di Kepulauan Mentawai, Indonesia.

Menurut beberapa peneliti, tato Mesir itu yang pertama kali ada di dunia sekitar 1300 SM. Namun, ini tidak benar, karena fakta sesungguhnya menjelaskan kalau tato itu pertama kali ada di Indonesia tepatnya pada 500 SM - 1500 SM, tepatnya saat suku asli Mentawai sudah menato tubuh mereka dan datang ke pantai barat Sumatera pada Zmaan Logam di tahun tersebut.

infografis

Dari tahunnya saja kita bisa tahu, warga Mentawai sudah menato tubuh jauh sebelum warga Mesir. Hal ini juga sempat dijelaskan Travel Blogger Indonesia Barry Kusuma pada Okezone beberapa waktu lalu.

"Tato tertua di dunia sebetulnya memang berasal dari negara kita. Suku asli Mentawai sudah sejak dulu menato tubuh mereka. Mereka percaya, tato merupakan roh kehidupan dan simbol keseimbangan alam," tuturnya.

tato

Tapi sayangnya, tradisi menato tubuh belakangan ini sudah mulai menghilang di kalangan suku asli Mentawai. Hal ini disebabkan karena para kepala suku dan dukun di Mentawai sudah banyak yang tutup usia dan tidak sembarangan orang yang diperbolehkan untuk menato tubuh penduduk lain.

"Di Mentawai itu tidak sembarangan orang diperbolehkan menato, karena dibutuhkan keahlian khusus dan harus lewat proses upacara pemilihan 'Sipatiti' (artis tato)", pungkas Barry.

So, semakin bangga bukan kita sebagai warga Indonesia. Terus lestarikan budaya dan adat Indonesia, sebab kalau bukan kita, siapa lagi?

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini