nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dari Insomnia hingga Malas Buat PR, Ini 8 Tanda Anak Anda Kena Bully

Agregasi Hellosehat.com, Jurnalis · Jum'at 12 April 2019 12:02 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 04 12 196 2042432 dari-insomnia-hingga-malas-buat-pr-ini-8-tanda-anak-anda-kena-bully-a4gWIhuMXV.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

SEKOLAH seharusnya menjadi rumah kedua bagi anak untuk berlindung dan mengenyam pendidikan. Namun bagi sebagian besar anak, sekolah malah menjadi salah satu tempat paling menakutkan dalam hidupnya.

Menurut laporan UNICEF tahun 2015, 40 persen anak Indonesia mengalami bullying di sekolah. Sementara menurut laporan ICRW (International Center for Research on Women) juga pada tahun yang sama, hampir 84% anak di Indonesia mengalami tindak kekerasan di sekolah yang berakar dari tindakan bullying.

Mirisnya, tindak kekerasan ini bisa terjadi tanpa sepengetahuan guru atau pihak berwenang lainnya di sekolah. Pada banyak kasus, anak korban bullying pun tidak berani memberi tahu siapapun tentang kondisi yang dialaminya karena diancam oleh oknum penindas. Akibatnya, pihak sekolah pun kesulitan untuk melacak tindakan tersebut.

Apabila pihak sekolah tidak bisa mendeteksi atau tidak mengambil tindakan terhadap kasus bullying, sudah tugas Andalah sebagai orangtua untuk melihat tanda-tanda bullying yang mungkin dialami oleh anak di sekolahnya.

Baca Juga: Kiat Cerdas agar Anak Tidak Kecanduan Main Gadget

Apakah bullying hanya terjadi di sekolah?

Tidak. Bullying bisa terjadi di mana saja, mulai dari ruang kelas, toilet, kantin, halaman, pintu gerbang, bahkan di luar pagar sekolah. Bullying juga bisa terjadi pada saat anak menggunakan transportasi umum atau bahkan lewat interaksi di sosmed, alias cyberbullying.

Bullying di sekolah bisa dilakukan oleh teman sepantara, kakak kelas, atau bahkan oknum pendidik. Tidak menutup kemungkinan juga bullying bisa terjadi dalam lingkungan keluarga dan pertemanan di rumah.

Bullying itu sendiri bisa berupa kontak fisik, seperti memukul, mendorong, menjambak, mengambil barang, menendang, mengunci anak dalam ruangan, hingga mengancam memalak uang jajan.

Di sisi lain, bullying juga bisa berupa kekerasan verbal, seperti mencemooh, memaki, memberi nama panggilan yang bersifat menjelekkan, mengabaikan, mengucilkan, menyebar gosip atau fitnah, menyebar foto tak senonoh, memanipulasi hubungan pertemanan (korban disuruh ini-itu dengan alasan “teman”), hingga mengirim teror atau ancaman lewat pesan singkat dari hape maupun akun sosial media.

Bullying juga bisa berwujud pelecehan seksual, dengan melontarkan komentar-komentar merendahkan atau tindakan kekerasan seksual nyata.

Baca Juga: Ganteng Maksimal, V BTS Dinobatkan sebagai Pria Tertampan di Dunia

Apa tanda-tandanya jika anak menjadi korban bullying?

Menyadari tanda-tanda awal anak menjadi korban bully memungkinkan orangtua untuk melakukan pertolongan secepat mungkin. Pasalnya, dampak bullying di sekolah bisa membekas permanen pada kepribadian dan kesehatan fisik anak hingga mereka dewasa nanti.

Studi yang dilakukan di Eropa, Asia, dan Amerika bahkan melaporkan bahwa anak korban bully berisiko hingga 2,5 kali lebih besar untuk bunuh diri jika dibandingkan dengan anak yang tidak pernah mengalami bullying di sekolah.

Sebagai orang tua, ada baiknya Anda mengenal tanda atau gejala yang biasanya ditunjukkan korban bully, baik secara langsung maupun tidak langsung. Berikut adalah beberapa tanda-tanda peringatan untuk Anda waspadai:

- Sulit tidur (insomnia)

- Sulit berkonsentrasi di kelas atau kegiatan apapun

- Sering membuat alasan untuk bolos sekolah (biasanya ditandai dengan mulai membuat-buat gejala penyakit, seperti pusing, sakit perut, dan sebagainya).

- Tiba-tiba menjauhkan diri dari aktivitas yang disukai sebelumnya, misalnya ekskul sepak bola atau bermain sepulang sekolah

- Tampak gelisah, lesu, muram, putus asa terus-menerus, kehilangan kepercayaan diri, mudah cemas, menutup diri dari orang-orang sekitar

- Sering mengeluh kehilangan barang atau barang-barangnya rusak. Contohnya buku, pakaian, sepatu, barang elektronik, atau aksesori (jam tangan, gelang, dan sebagainya).

- Nilai di sekolah menurun, enggan mengerjakan PR atau tugas sekolah lainnya, tidak ingin masuk sekolah, dan seterusnya

- Timbul luka memar di wajah, tangan, punggung tiba-tiba tanpa alasan. Bisa juga mengalami cedera di gigi dan bagian tubuh lainnya. Tapi anak mungkin berkilah ia terjatuh dari tangga atau kejedot di sekolah.

Namun memang tidak ada cara mudah untuk benar-benar mengetahui apa benar anak Anda menjadi korban bullying di sekolah. Banyak tanda dan gejala yang ditunjukkan anak korban bullying mirip dengan tipikal perilaku remaja pada umumnya.

Banyak pula tanda dan gejala bullying yang mirip dengan masalah kesehatan mental yang sudah lebih dulu ada, misalnya depresi atau gangguan kecemasan. Bullying itu sendiri pun bisa menjadi pemicu timbulnya kedua penyakit mental ini.

Penting untuk memperhatikan jika ada beberapa tanda dan gejala di atas yang terjadi di saat yang bersamaan, jika terjadi tiba-tiba, dan jika perilaku tersebut tergolong ekstrem. Ini mungkin saatnya Anda turun tangan dan melaporkan kecurigaan Anda pada pihak berwenang di sekolah.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini