nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Musuh Terbesar Perempuan adalah Sesama Perempuan?

Pradita Ananda, Jurnalis · Jum'at 12 April 2019 20:30 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 04 12 612 2042750 musuh-terbesar-perempuan-adalah-sesama-perempuan-8HXVfrOVXJ.png Musuh perempuan adalah perempuan (Foto: Medium)

TIDAK disangkal, perempuan memang sering menghadapi tantangan. Terutama dalam menjalankan peran ganda di rumah dan di tempat kerja.

Walaupun di zaman modern seperti sekarang, perubahan budaya dan teknologi telah menawarkan peluang bagi perempuan untuk mengejar impian dan menggali potensi. Namun bukan berarti tantangan atau halangan semerta-merta menjadi hilang.

 BACA JUGA : Curiga Anak Anda Kena Bully di Sekolah? Laporkan Saja ke Sini

Salah satu yang dihadapi perempuan sebagai tantangan adalah stigma sosial, kita pasti pernah mendengar ungkapan yang menyebutkan sebetulnya musuh terbesar perempuan adalah sesama perempuan itu sendiri. Lalu benarkah demikian? Untuk membahas ini, maka Okezone pun mencoba bertanya kepada Tunggal Prawestri, selaku Gender Specialist.

“Soal pernyataan yang berbunyi kalau musuh terbesar perempuan adalah perempuan adalah perempuan, saya enggak terlalu sepakat ya. Menurut saya musuh terbesar perempuan adalah tetap pandangan konservatif, yang menyebutkan misalnya perempuan itu harusnya di rumah, harus tidak memasuki ruang-ruang publik. Kita dibesarkan dengan kultur semacam itu, perempuan jangan terlalu agresif, jangan terlalu bekerja bukan sebagai penghasil utama,” ungkap Tunggal saat ditemui Okezone, Jumat (12/4/2019) dalam acara “ Media Gathering Shopee Dari Kami #UntukPerempuan” di Kuningan, Jakarta Selatan.

 

Lebih lanjut Tunggal menjelaskan, dengan adanya stigma sosial konservatif seperti yang disebutkan di atas maka akhirnya bertambahlah tantangan yang dihadapi kaum perempuan karena pemikiran kuno tersebut bisa memicu statement negatif terhadap perempuan.

“Jadinya ketika perempuan masuk ke wilayah-wilayah yang dianggap tabu, perempuan mulai mendapatkan tantangan-tantangan, termasuk salah satunya statement negatif. Ini datang bukan hanya dari perempuan, tapi juga laki-laki. Kita perempuan semacam dikasih tekanan, perempuan harus support perempuan loh. Padahal perempuan harus dukung siapa saja, ya perempuan ya laki-laki,” tambahnya.

Terakhir, Tunggal menyarankan kepada kaum perempuan sejatinya untuk tidak terjebak pada pernyataan-pernyataan yang malah bisa membuat kesan menurunkan perempuan sebagai salah satu support system bagi sesama perempuan.

 BACA JUGA : 5 Meme Unik Foto Lubang Hitam Hasil Karya Netizen Kreatif di Seluruh Dunia

“Misal bicara soal kekerasan, baik seksual ataupun dalam rumah tangga. Padahal data ril itu korban terbanyak ya perempuan dari laki-laki, dan enggak ada kan pernyataan kalau musuh terbesar perempuan itu adalah laki-laki? Kita jangan terjebak pada statemen yang merendahklan kemampuan kita sendiri untuk mmberi dukungan pada teman-teman sesama perempuan,” tandas Tunggal.

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini