nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Saniy Tersingkir di MasterChef Indonesia, Rasa Olahan Troutnya Dibilang Es Krim Campur Ingus

Aris Wardani, Jurnalis · Sabtu 13 April 2019 23:17 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 04 13 298 2043257 saniy-tersingkir-di-masterchef-indonesia-rasa-olahan-troutnya-dibilang-es-krim-campur-ingus-WZ7NEbbqoh.jpg Olahan ikan trout (Foto:Ilustrasi/Ist)

KONTESTAN Saniy Nuzul harus pulang dari dapur MasterChef Indonesia (MCI) 2019. Saniy tereliminasi karena gagal mengolah scalop atau sejenis kerang dalam Pressure Test. Bersama dua rekannya, Kadek Dwi Tjahyadi Putra dan Theophilus Hans, Saniy harus menjalani satu lagi tantangan karena gagal dalam tantangan ke dua yakni mengolah kepala ikan trout.

Scalop hasil olahan Saniy dirasa masih mentah oleh Chef Arnold yang mencicipinya. Kedua rekannya iu pun setuju. Bahkan dalam tatangan sebelumnya, yakni memasak kepala ikan trout, Chef Juna dengan pedas menyebut, rasa olahan Saniy bak rasa kombinasi ingus dengan ice cream.

Dalam tiap episode MCI selalu saja ada momen yang menegangkan dan membuat para juri  berkomentar pedas dan tidak sungkan berbicara dengan nada tinggi. Ini terlihat pada episode MCI yang tayang Sabtu (13/4/2019) di stasiun RCTI.

Pada saat challenge yang kedua, tentang masakan yang berbahan dasar kepala ikan trout. Sebelum memilih kepala ikan trout terdapat beberapa jenis kepala lainnya, yakni kakap dan tenggiri. Tetapi kontestan Fiki Dwi Cahyono memilih kepala ikan trout dikarenakan bisa menyulitkan para kontestan lainnya, bila tidak diolah dengan benar.

Challenge kedua ini dipilih Fiki yang dimana ia berhasil memenangi challenge pertama. Di mana masakannya yang berbahan dasar kelapa membuat juri terkesan walaupun idak begitu sempurna.

Ternyata benar saja dengan prediksi Fiki tentang kepala ikan trout sulit untuk diolah para kontestan. Terlihat seperti Fani, Buckhori, Lita dan beberapa kontestan sepertinya kebingungan mengolah kepala ikan trout. Tetapi tidak bagi Daniar yang pede dengan kemampuannya mengolah kepala ikan trout dan sempat terlihat berbicara tentang saingannya Lita dengan mengatakan, “ibu-ibu rumahan tidak akan bisa mengolah kepala ikan”.

Ada momen dimana Chef Arnold terkejut dengan cara salah satu kontestan membelah kepala ikan.  “Awas pisaunya rusak kalau memakainya seperti itu,” katanya. Arnold pun memberikan arahan kepada salah satu kontestan bagaimana cara membelah kepala ikan.

Tiba giliran para juri mencicipi hasil olahan kontestan, Chef Juna terlihat tidak sungkan berbicara pedas disertai dengan nada tinggi, karena masakan kontestan Saniy Nuzul yang tidak enak. Chef Juna menyebut olahan Saniy rasanya tidak karuan dan seketika memuntahkan makanannya.

"Kamu tahu anak kecil bandel yang terkena flu memakan ice cream, hidungnya meler kejilat bersama ice creamnya, rasanya seperti itu, THIS IS A FAIL," ujar Juna.

Pada saat itu juga terlihat mimik wajah para kontestan yang lain mendengar perkataan dari Chef Juna pun kaget dan terlihat jijik.

Dinilai gagal mengolah kepala ikan trout, Saniy Nuzul pun tidak berhasil lolos pada challenge kedua. Ia harus masuk ke dalam Pressure Test bersama tiga kontestan lainnya yaitu Kadek Dwi Tjahyadi Putra dan Theophilus Hans.

Baca Juga:

Lihat Transformasi Briptu Eka saat Hamil dan Sebelum Hamil, Cantik Mana?

Intip Liburan Salmafina Sunan di Bali, Seksi Berbikini!

Gagal mengolah scalop

Dalam pressure test, Saniy, Fiki dan Hans diberikan waktu untuk memasak selama 90 menit oleh para juri, tetapi ada salah satu tantangan yang terbesar untuk memasak yaitu pada saat memilih bahan-bahan yang ingin akan dimasak.

Setiap bahan makanan yang diambil ternyata akan mengurangi waktu masak. Misalnya untuk kelompok bahan bumbu, maka setiap perbahan yang diambil akan dipotong 5 menit, untuk kelompok bahan pendamping seperti sayuran atau umbi-umbian akan dpotong 10 menit per satu bahan. Sedangkan untuk bahan utama yakni protein seperti daging, ikan, kerang, makan setiap satu bahan yang diambil  akan mengurangi 20 menit waktu pemasakan. Jadi bila semakin banyak mengambil bahan untuk dimasak maka semakin berkurang waktunya untuk memasak. Dengan demikian ketiga kontestan pun harus cermat memilih bahan yang akan dimasak seminimal mungkin dan tidak mengurangi rasa masakan yang akan disajikan.

Setelah waktu yang sudah ditentukan oleh para juri, maka para kontestan memulai memasak dengan bahan yang sudah dipilih. Seakan berpacu dengan waktu yang mepet, para ketiga kontestan pun berkonsentrasi dengan masakannya masing-masing agar tidak pulang dari MasterChef Indonesia (MCI) 2019.

Pada akhirnya waktu pun habis dan para kontestan menunggu berbagai penilaian serta komentar dari para juri. Untuk Hans masakannya sedikit menuai komentar dari juri, untuk Kadek berhasil membuat juri puas dengan masakannya sedangkan untuk Saniy seperti sebelumnya menuai komentar pedas, Chef Arnold berkomentar tentang masakannya dimana scallop-nya yang masih mentah dan sempat bertanya kepada Fiki dan kontestan tentang scallop yang dibuat Saniy hanya dengan melihatnya. Fiki  dan Hans pun setuju scallop Saniy terlihat masih mentah.

Dari ketiganya, juri pun memutuskan memulangkan kontestan Saniy Nuzul telah pulang dari dapur MCI 2019.

(ndr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini