nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ritual Tato Tubuh Perempuan Turki untuk Pikat Pria, Siap-siap Terhipnotis!

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Sabtu 13 April 2019 13:02 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 04 13 481 2043004 ritual-tato-tubuh-perempuan-turki-untuk-pikat-pria-siap-siap-terhipnotis-2GTaI2WxqG.jpg Tato perempuan di Turki (Foto: Reuters)

TATO identik dengan pria dan pekerja seni. Mereka yang tidak bisa melihat tato sebagian karya atau ide tentunya akan mengecam keras dan menganggap itu adalah tindakan yang kurang bijaksana.

Menato tubuh dianggap sebagai hal yang bukan hanya menyakiti diri sendiri tetapi juga membuat tubuh menjadi rusak dan tidak lagi indah. Terlebih jika bentuk tatonya teramat besar. Persepsi ini tentu keliru karena menato tubuh adalah hak dari setiap individu dan jika Anda melihatnya dari sudut pandang si pemilik tato, ya, Anda tidak akan memberikan penghakiman semacam itu.

Terlepas dari kontroversi tato itu sendiri, siapa sangka kalau di Turki, yang notabene negara Islam, perempuan ada yang ditato, lho. Penasaran siapa saja yang melakukannya dan tatonya ditempatkan di mana?

 

Mari berkenalan dengan Ayse Yusufoglu. Dia adalah satu dari banyak perempuan Turki tenggara yang melakukan ritual menato tubuh dengan maksud agar banyak pria yang mau dengan mereka. Ya, tato dijadikan alat sebagai "pancingan" supaya pria mengejar-ngejar si perempuan.

 Baca Juga: 7 Tato Mini yang Hiasi Tubuh Mulus Taeyeon 'SNSD'

Tidak hanya itu, hal yang paling mengejutkan adalah bahan yang digunakan untuk menato. Dilansir Okezone dari Reuters, perempuan di desa tersebut menggunakan campuran dua bahan yaitu air susu ibu (ASI) dan butiran arang halus atau jelaga. Tato ini kebanyakan diaplikasikan di wajah, kaki, dan tangan. Kebayang bagaimana bentuknya?

"Saya jatuh cinta dengan seorang pria yang kemudian menjadi suami saya sekarang. Saya ingin dia melihat saya cantik," kata Yusufoglu yang berusia 84 tahun daat berita ini pertama kali diposting pada 7 Desember 2017. "Meskipun jarumnya menyakitkan, kami gadis-gadis muda berusia 10 dan 16 tahun berani untuk menato tubuh".

 

Lalu, apa saja desain yang disukai para gadis Turki ini hingga mereka yakin para bujang bakal mendekatinya?

Menurut penuturan Ayse, gadis-gadis di tempatnya menato desain yang sederhana, seperti matahari, bulan, dan barang-barang rumah tangga seperti sisir. Terkait dengan pencarian bahan baku tato, Ayse menjelaskan kalau para perempuan mencari bahannya sendiri. Mereka mengumpulkan jelaga dari bagian bawah panci masak yang digunakan pada api kayu dan mencampurkannya dengan ASI dari seorang ibu yang memberi makan bayi perempuan.

"Susu seorang ibu yang menyusui anak perempuan digunakan karena tato yang dibuat dengan susu ini menghasilkan warna hijau pucat," kata perempuan lain yang bernama Hulu Aydoglu. "Susu seorang ibu menyusui seorang anak laki-laki berwarna lebih gelap."

 Baca Juga: Kisah Nyata Jamaah Haji Bertato, Penjelasannya Bikin Merinding

Kontroversi Tato di Tukri

Ayse sudah memiliki tato di tubuhnya sejak dia masih muda. Berdasar ceritanya, tato di tubuhnya sudah berusia 70 tahun dan siapa sangka karena tato itu, kini dia sekarat.

Sementara itu, beberapa perempuan menyalahkan pertentangan agama yang meningkat terhadap praktik ini di Turki. Mereka mengatakan para pengkhotbah beralasan, tato adalah dosa, tetapi Ayse mengatakan metode tradisional baru saja kehilangan pamornya sekarang.

"Pada waktu itu, tato adalah rias wajah kami," katanya. "Sekarang ada make-up dan tidak perlu membuat dirimu cantik dengan tato."

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini