nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Waspada, 4 Hal Gawat Ini Paling Sering Terjadi saat Liburan

Rahma Yulita, Jurnalis · Sabtu 13 April 2019 22:01 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 04 13 481 2043112

REHAT sejenak dari kegiatan yang padat adalah suatu hal yang menggiurkan. Liburan mungkin menjadi salah satu hal yang paling dibutuhkan bagi semua orang. Bukan hanya mengistirahatkan fisik saja, tetapi liburan mampu mengistirahatkan batin juga.

Terlalu fokus untuk menentukan destinasi liburan, dan apa saja hal yang akan dilakukan saat liburan membuat orang kurang memperhatikan kesehatan mereka sendiri. Padahal, sebelum liburan, ada baiknya jika kita mengecek dulu apakah tubuh kita ada di dalam keadaan yang fit atau tidak.

Kadang justru saat sudah berada di jalan kita baru merasakan sakit atau tubuh yang kurang enak. Entah hanya mabuk perjalanan, atau karena memang tubuh yang tidak fit membuat bakteri dan virus mudah mampir.

Ini adalah empat hal gawat yang sering terjadi saat liburan, yang disampaikan oleh dr. Felix Samuel, M.Kes, Dokter Umum dan Kepala Unit Emergency RS Pondok Indah, saat ditemui dalam acara Media Trip di Bogor baru-baru ini.

Mabuk perjalanan

 

Motion sickness atau mabuk perjalanan adalah salah satu gangguan kesehatan yang paling sering terjadi saat sedang berada di perjalanan. Gejala dari motion sickness ini meliputi pusing, mual, muntah, lemas dan tidak nafsu makan. Hal yang memicu terjadinya motion sickness adalah adanya gangguan pada pusat keseimbangan.

“Ketika terjadi ketidaksinkronan antara apa yang dilihat oleh mata, apa yang dirasakan oleh otot dan sendi, dan apa yang terjadi di telinga dalam. Contohnya seperti saat bermain hp di dalam mobil, mata terfokus pada layar sedangkan telinga kita menyadari bahwa tubuh bergerak bersama lingkungan. Hal ini akan menyebabkan pusing yang memicu motion sickness”, jelas dr. Felix.

 Baca Juga: Ritual Tato Tubuh Perempuan Turki untuk Pikat Pria, Siap-siap Terhipnotis!

Gastroenteritis (Diare akut)

Diare akut adalah perubahan konsistensi tinja yang terjadi secara tiba-tiba akibat kandungan air di dalam tinja melebihi normal. Hal ini menyebabkan peningkatan frekuensi defekasi lebih dari tiga kali sehari. Gejala dari diare akut ini yaitu BAB cari, mual, muntah, nyeri pada perut dan bila sudah sangat parah akan memunculkan demam.

Dokter Felix mengatakan, penyebab diare yang paling sering adalah bakteri. Selain bakteri, virus juga bisa memicu terjadinya diare. “Konsepnya dari mulai kita makan hingga muncul gejala juga sangat cepat. Sebaiknya, orang yang sedang diare banyak-banyak minum air. Obat diare tidak begitu direkomendasikan karena justru bisa memperburuk keadaan,” katanya.

 

Tersedak

Tersedak (choking) termasuk ke dalam gangguan gawat darurat. Ini adalah keadaan di mana terjadi sumbatan jalan napas akibat benda asing seperti makanan, minuman, plastik, dan lainnya. Gejala yang ditimbulkan biasanya susah bicara, sesak napas, batuk, kulit dan bibir kebiruan, pucat, hingga tidak sadarkan diri.

 Baca Juga: Tato di Tubuh 5 Artis Cantik Indonesia, Bikin Kaget Netizen!

Nyeri dada

Nyeri dada juga merupakan salah satu keluhan yang paling sering dialami. Pasalnya, semua orang pasti pernah merasakan nyeri dada, mulai dari anak kecil, hingga orang dewasa. Tapi jangan salah, nyeri dada bukan berarti sakit jantung, lho! Bisa jadi, hal ini muncul karena masalah otot, saraf, tulang rusuk, atau masalah paru-paru.

“Tidak semua nyeri dada itu disebabkan karena sakit jantung. Asam lambung yang sedang naik pun bisa menyebabkan munculnya nyeri dada. Jadi, jangan langsung berspekulasi nyeri dada adalah akibat dari sakit jantung”, tutupnya.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini