nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mengenal UKA, Pengobatan untuk Pasien Penderita Osteoartritis

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Senin 15 April 2019 02:02 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 04 14 481 2043483 mengenal-uka-pengobatan-untuk-pasien-penderita-osteoartritis-XlSNwrCLWD.jpg Pengobatan untuk pasien penderita osteoartritis (Foto:Ist)

MANUSIA memang dianjurkan untuk menjaga kesehatan tubuh dengan rajin berolahraga dan mengonsumsi makanan yang sehat. Tak hanya menjaga organ vital seperti jantung, paru-paru, ginjal dan hati, namun kesehatan tulang dan sendi pun harus diperhatikan.

Sebagaimana diketahui, seiring berjalannya usia manusia pasti akan bermasalah dengan tulang dan sendi. Salah satu penyakit yang kerap dialami oleh orang lanjut usia adalah osteoartritis yang bisa menyebabkan disabilitas bagi penderitanya.

Sebagaimana diketahui, osteoartritis adalah kondisi penipisan tulang rawan pada sendi. Tulang rawan yang menipis akan menyebabkan tulang di dalam sendiri menjadi saling bersentuhan. Alhasil gesekan tersebut menyebabkan nyeri, bengkak, kaku dan sulit bergerak.

Meski demikian, setiap penyakit pasti memiliki cara untuk mengatasinya. Pada 1968, tindakan penggantian sendi dilakukan dengan teknik Total Knee Arthroplasty yakni mengganti seluruh permukaan sendi lutut dengan implan.

Baca Juga:

Waduh, Orang yang Sering Bangun Siang Lebih Cepat Meninggal

5 Aktor Indonesia yang Tubuhnya Dipenuhi Tato, Tambah Macho!

Sayangnya, tidak semua pasien dengan penyakit osteoartritis mengalami kerusakan di seluruh permukaan sendi. Untuk menghindari pemotongan bagian sendi pada lutut yang masih sehat, para peneliti menemukan suatu teknik baru yang disebut Unicompartmental Knee Arthroplasty (UKA) atau operasi penggantian sendi lutut secara sebagian.

Teknik dan desain implant UKA pertama kali digunakan pada 1976 dan terus berkembang hingga 1998 digunakan model generasi ketiga dari Oxford Unicompartmental Knee System.

Kepala Divisi Hip, Knee, and Geriatric Trauma (HKGT) Ortopedic Center Siloam Hospital Kebon Jeruk, Dr. dr. Franky Hartono, Sp.OT(K), menegaskan teknik ini memiliki beberapa kelebihan dibandingkan dengan sebelumnya, salah satunya adalah membuat luka operasi menjadi lebih kecil.

“Teknik ini memiliki banyak kelebihan karena hanya sebagian sendi lutut yang dibuang maka luka operasi menjadi lebih kecil. Pada teknik ini hanya 25 persen permukaan sendi yang dibuang dengan pendarahan operasi yang lebih sedikit sehingga lekas sembuh,” terang dr. Franky, saat diwawancarai Okezone belum lama ini.

Tak hanya meminimalisir luka dan risiko, para pasien pun mengaku rasa nyeri yang dirasakan menjadi banyak berkurang sehingga tidak memerlukan waktu yang lama untuk melakukan rawat inap di rumah sakit.

“Pasien yang menjalani operasi UKA juga menyatakan bahwa keluhan nyeri pasca operasi menjadi lebih ringan. Dalam waktu rata-rata 1-2 hari, pasien dapat mulai latihan berjalan sehingga pasien memerlukan waktu rawat inap yang lebih singkat dibandingkan operasi penggantian sendi lutut jenis total,” tuntasnya.

(ndr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini