nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ini yang Dilakukan Nabi SAW saat Berada dalam Kakbah

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Senin 15 April 2019 13:32 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 04 15 406 2043683 ini-yang-dilakukan-nabi-saw-saat-berada-dalam-kakbah-yjkMOUhtJl.jpg Ilustrasi. (Foto: Independent)

PRESIDEN RI Joko Widodo (Jokowi) sedang bertolak ke tanah suci. Kedatangannya ke sana untuk menunaikan ibadah Umrah. Dia pun membawa serta istri dan kedua anak laki-lakinya.

Tapi, yang menarik adalah Jokowi dan keluarganya diizinkan untuk memasuki Kakbah. Sebab, tidak bisa sembarang orang bisa masuk ke dalam Kakbah. Tapi, Jokowi dan keluarga malah dipersilahkan masuk dan pengawalan ketat kerajaan Arab Saudi pun diberikan untuk mereka.

Lantas, kenapa Jokowi dan keluarga boleh masuk ke dalam Kakbah? Apakah Kakbah memang diperbolehkan untuk dimasuki? Dilansir Okezone dari Islam Help Line, dalam Hadist Sahih Al-Bukhari 1.457 Diceritakan oleh Nafi, Ibnu Umar berkata;

Baca Juga: Insiden Bulu Mata Palsu Lita MasterChef Indonesia Copot Bikin Ngakak

Bersama Istri dan Kedua Putranya, Presiden Jokowi Umrah ke Tanah Suci

"Nabi (saw) tiba di Mekkah dan memanggil 'Utsman bin Talha. Dia membuka gerbang Kakbah dan Nabi (saw), Bilal, Usama bin Zaid dan 'Utsman bin Talha memasuki Kakbah dan kemudian mereka menutup pintunya (dari dalam). Mereka tinggal di sana selama satu jam dan kemudian keluar."

Ibnu Umar menambahkan, "Saya segera pergi dan menghampiri Bilal dan bertanya kepadanya (apakah Nabi (saw) telah shalat). Bilal menjawab, 'Dia (saw) berdoa di dalamnya.' Saya bertanya, 'Di mana?' Dia menjawab, "Di antara dua pilar." "Ibnu 'Umar menambahkan," Saya lupa bertanya berapa banyak rakat yang dia (Nabi (saw)) salat di Kakbah."

Baca Juga: Pesona Ambar Dwi, Paspampres Cantik Presiden Jokowi yang Gak Garang

Bersama Istri dan Kedua Putranya, Presiden Jokowi Umrah ke Tanah Suci

Selain itu, Hadits Sahih Al-Bukhari 2.669 diriwayatkan oleh Nafi menjelaskan,

Setiap kali Ibnu Umar memasuki Kakbah, dia biasa berjalan lurus menjaga pintu masuk dan digunakan untuk melanjutkan sampai sekitar tiga hasta dari dinding di depannya, dan kemudian ia akan memanjatkan doa di sana, seperti yang dilakukan Rasulullah saw. Tidak ada salahnya bagi seseorang untuk salat di titik mana pun di dalam Kakbah.

Lebih lanjut, sama sekali tidak ada dalam Syariah yang akan mencegah seorang mukmin memasuki Kakbah. Kakbah berdiri saat ini direnovasi oleh orang-orang Quraisy sebelum pengangkatan kenabian Nabi Muhammad (saw).

Kemudian, Hadits Sahih Al-Bukhari 2.654 Diceritakan oleh Aisha, menjelaskan;

"Saya bertanya kepada Nabi (saw) apakah dinding bundar (dekat Ka'bah) adalah bagian dari Kakbah. Nabi (saw) menjawab dengan tegas, iya.

Saya lebih lanjut berkata, "Apa yang salah dengan mereka, mengapa mereka tidak memasukkannya ke dalam bangunan Kakbah?"

Dia (saw) berkata, "Apakah kamu tidak melihat bahwa umatmu (Quraisy) kehabisan uang (sehingga mereka tidak bisa memasukkannya ke dalam bangunan Kakbah)?"

Saya bertanya, "Bagaimana dengan gerbangnya? Mengapa begitu tinggi?" Dia (saw) menjawab, "Umatmu melakukan ini untuk mengakui ke dalamnya siapa pun yang mereka sukai dan mencegah siapa pun yang mereka sukai."

 Bersama Istri dan Kedua Putranya, Presiden Jokowi Umrah ke Tanah Suci

"Apakah kaummu tidak dekat dengan periode ketidaktahuan pra-Islam (yaitu mereka baru saja memeluk Islam), dan Saya tidak takut mereka akan membencinya, pasti saya akan memasukkan (area) dinding di dalam bangunan Kakbah dan saya akan menurunkan gerbangnya ke tingkat tanah."

Memang, para penjaga Kakbah pada umumnya menutup pintu Kakbah, tetapi kadang-kadang mereka membukanya untuk tamu istimewa. Jika seorang mukmin mendapat kesempatan, dia dapat memasuki Kakbah dan berdoa di dalam Kakbah.

Hal ini yang kemudian diberikan kepada Presiden Joko Widodo dan keluarga. Dia dianggap sebagai tamu istimewa dan mendapat kesempatan luar biasa untuk bisa melihat langsung isi Kakbah.

 Bersama Istri dan Kedua Putranya, Presiden Jokowi Umrah ke Tanah Suci

Lantas, bagaimana dengan dinding setengah lingkaran di dekat Kakbah yang disebut hateem?

Umumnya, bangunan ini terbuka untuk semua umat dan mengingat hadits Rasulullah (saw), bangunan ini dianggap sebagai bagian dari bangunan Kakbah. Seseorang dapat salat di area ini jika diinginkan, karena itu akan dianggap salat di dalam Kakbah.

Jadi, jika Anda tidak memiliki kesempatan yang sama seperti Jokowi dan keluarga, maka berdoalah di bangunan setengah lingkaran atau hijr Ismail yang ada di sekitar Kakbah, ganjarannya sama seperti salat di dalam Kakbah. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini