nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Diagnos Genomics, Cara Mudah Deteksi Kelainan Genetik

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Senin 15 April 2019 13:16 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 04 15 481 2043679 diagnos-genomics-cara-mudah-deteksi-kelainan-genetik-ZxGFchu3Ff.jpg

SEIRING berkembangnya zaman, banyak penyakit baru yang ditemukan di dunia medis. Tentunya hal ini menimbulkan banyak kekhawatiran, terlebih jika penyakit tersebut masuk kategori kelainan genetik.

Seorang ibu memiliki kemungkinan untuk melahirkan seorang anak dengan kelainan genetik. Kelainan genetik sendiri bisa berupa sindrom yang membuat seorang anak tidak dapat berkembang layaknya orang normal.

Namun, dengan kecanggihan teknologi yang digunakan para dokter di bidang medis maka munculah sebuah layanan yang disebut dengan Diagnos Genomics.

Sebagaimana diketahui, layanan Diagnos Genomics sendiri adalah teknologi genetik untuk mengidentifikasi kelainan genetik. Dengan menggunakan teknologi Next Generation Sequency (NGS) yang merupakan teknologi terbaru dalam bidang molekuler diagnostik.

Saat ini layanan Diagnos Genomics telah menyediakan layanan pemeriksaan genetik di bidang kesehatan reproduksi berupa Non Invasive Prenatal Testing (NIPT) dan Preimplantation Genetic Screening (PGS).

Head of Diagnos Genomics, dr. Dennis Jacobus, SpPK, mengatakan NIPT berguna untuk menskrining bayi berdasarkan kromosom yang dimilikinya. Sementara PGS digunakan untuk pasangan yang melakukan program bayi tabung untuk meningkatkan peluang keberhasilannya.

“PGS adalah pengecekan embrio dengan melakukan skrining atau tes lab untuk memeriksa baik atau tidaknya genetik. Jadi dilihat dari blueprint DNA-nya, jika menemukan embrio dengan PGS yang baik maka ini yang akan meningkatkan keberhasilan,” tutur dr. Dennis, dalam acara Grand Opening Diagnos Genomics.

Dokter Dennis juga mengatakan bahwa PGS memang tidak wajib untuk dilakukan. Namun, para dokter akan menyarankan para orangtua untuk melakukan hal ini jika mengikuti program bayi tabung. Tak hanya itu, para orangtua juga wajib melakukan tes NIPT untuk memastikan kandungannya dalam kondisi sehat.

NIPT sendiri tidaklah sulit, metodenya juga sangat aman dan tidak berisiko. Seorang ibu hanya akan diambil darahnya untuk diperiksa. Hasil dari NIPT akan menentukan apakah seorang janin mengalami kelainan genetik seperti sindrom yang melekat dalam dirinya.

“NIPT prosesnya sama seperti ambil darah biasa, hanya saja prosesnya yang beda. Jadi sangat aman dan teknologi ini banyak digaungkan di dunia. Kalau dulu perut ibu hamil ditusuk untuk diambil cairan amnionnya. Kan sangat berisiko,” lanjutnya.

Baca Juga : Insiden Bulu Mata Palsu Lita MasterChef Indonesia Copot Bikin Ngakak

Lebih lanjut, dr. Dennis mengatakan bahwa para ibu hamil bisa dengan mudah melakukan NIPT, yakni tinggal datang ke rumah sakit untuk mengambil darah seperti biasa dan tunggu hasilnya selama 2-3 minggu. Selain itu NIPT juga bisa dicustomize untuk mendeteksi sindrom yang ingin dilacak

“Kalau NIPT bisa cutomize, biasanya tiga sindrom, seperti down sindrom yang merupakan kelainan genetika yang diidap sekira 50 persen manusia. Kalau NIPT plus memeriksa lebih banyak sindrom, namun semuanya berdasarkan keperluan, jadi lebih baik konsultasikan dulu dengan para dokter,” tutupnya. 

(ful)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini