Share

Cara Islam Memilih Pemimpin

Gurais Alhaddad, Okezone · Senin 15 April 2019 18:58 WIB
https: img.okezone.com content 2019 04 15 612 2043848 cara-islam-memilih-pemimpin-JBbSTjcpe8.jpg Ilustrasi doa (Foto: Aboutislam)

PESTA demokrasi tidak hanya sekedar untuk mencari presiden baru, tetapi bagaimana tanggung jawab kita di akhirat jika salah memilih pemimpin, Rasulullah Saw mengingatkan:

ุฅู†ู…ุง ุฃุฎุงู ุนู„ู‰ ุฃู…ุชูŠ ุงู„ุฃุฆู…ุฉ ุงู„ู…ุถู„ูŠู†

โ€œSesungguhnya yang aku takutkan atas umatku adalah para pemimpin yang menyesatkan(Rakyat) (HR. Abu Dawud, Tirmidzi, Ahmad dan Darimi /Maktabah Al-islamiyah).

Maka memilih presiden bukan hanya berdasarkan suka atau tidak suka, akan tetapi harus mencari sosok yang tepat. Karena bila salah coblos, maka nasib rakyat-lah yang akan menjadi taruhannya, dan yang paling ditakutkan adalah jika kita tidak mampu mempertanggung jawabkan pilihan politik di hadapan Allah.

Bagaimana cara memilih pemimpin yang terbaik?

Ketua Ikatan Sarjana Quran Hadis Indonesia Fauzan Amin menyatakan, melihat tradisi kepemimpinan dalam islam setidaknya ada dua unsur pokok yang patut dicermati, pemimpin seperti apa yang paling layak dipilih?

Pertama adalah sosok ulama (ahli agama, tokoh spritual), kedua adalah waliyul amri (pemimpin wilayah atau negara). Rasulullah sendiri adalah tokoh spiritual sekaligus pemimpin negara Madinah. Begitu pula Abu Bakar Assiddiq, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, Ali bin Abi Thalib, Umar bin Abdul Aziz dan khalifah lain dalam sejarah kepemimpinan islam.

Bagaimana jika tidak menemukan calon pemimpin ideal seperti nabi dan para sahabatnya?

Memang, manusia tiada yang sempurna, setidaknya carilah sosok yang paling mendekati dua unsur diatas yaitu ulamaโ€™ dan umaroโ€™, supaya mereka saling mengisi dalam kabinet (koalisi) pemerintah yang di usung, misal; sang pemimpin seorang kiai dan wakilnya ahli strategi, atau sebaliknya, yang terpenting mereka bisa saling mengisi dan melengkapi. Dua komponen ini wajib ada dalam diri pemimpin bangsa, agar menjadi baldatun thoyyibatun wa robbun ghafur.

Agar tidak salah memilih pemimpin maka islam mengajari dua hal:

1. Lakukanlah salat istikharah

Sebelum menentukan pilihan sempatkan salat istikharah dan bacalah doโ€™a sebagai berikut ini:

ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ุฅู†ู‘ููŠ ุฃูŽุณู’ุชูŽุฎููŠุฑููƒูŽ ุจูุนูู„ู’ู…ููƒูŽ , ูˆูŽุฃูŽุณู’ุชูŽู‚ู’ุฏูุฑููƒูŽ ุจูู‚ูุฏู’ุฑูŽุชููƒูŽ , ูˆูŽุฃูŽุณู’ุฃูŽู„ููƒูŽ ู…ูู†ู’ ููŽุถู’ู„ููƒูŽ ุงู„ู’ุนูŽุธููŠู…ู

Artinya โ€œYa Allah aku beristikharah atau memohon petunjuk dengan ilmu-Mu, aku memohon kekuatan dengan kekuasaan-Mu, dan aku memohon keutamaan-Mu.โ€ (HR. Bukhari)

2. Rajin mendoakan pemimpin

Bacalah doโ€™a berikut ini:

ุงู„ู„ู‡ู… ุฅู†ูŠ ุฃุนูˆุฐุจูƒ ู…ู† ุฅู…ุงุฑุฉู ุงู„ุตุจูŠุงู† ูˆุงู„ุณูู‡ุงุก

(Allahumma Inni Aโ€™udzubika Min Imratisshibyan Was Sufahaโ€™)

Artinya โ€œYaa Allah, sungguh kami berlindung kepada-Mu dari pemimpin yang kekanak-kanakan dan dari pemimpin yang bodoh.โ€ (Shahih adabul mufrad 47/66, Syamilah)

ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ู„ูŽุง ุชูุณูŽู„ู‘ูุทู’ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู†ูŽุง ุจูุฐูู†ููˆู’ุจูู†ูŽุง ู…ูŽู†ู’ ู„ูŽุง ูŠูŽุฎูŽุงูููƒูŽ ูููŠู’ู†ูŽุง ูˆูŽู„ูŽุง ูŠูŽุฑู’ุญูŽู…ูู†ูŽุง

(Allahumma laa tusallith โ€˜alainaa bidzunubinaa man laa yakhafuka fiinaa wa laa yarhamunaa)

Artinya : โ€œYaa Allah -dikarenakan dosa-dosa kami- janganlah Engkau kuasakan (beri pemimpin) orang-orang yang tidak takut kepada-Mu atas kami dan tidak pula bersikap rahmah kepada kamiโ€ (Syamilah).

Baca Juga : Gaya Keren Gibran dan Kaesang Bertemu Raja Salman di Arab Saudi

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

(ful)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini