nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Habis #JusticeForAudrey Terbit #AudreyJugaBersalah, Bagaimana Masyarakat Harus Menyikapinya?

Tiara Putri, Jurnalis · Selasa 16 April 2019 07:08 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 04 16 196 2044009 habis-justiceforaudrey-terbit-audreyjugabersalah-bagaimana-masyarakat-harus-menyikapinya-WXMjmgBy3B.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

Kasus perundungan di Pontianak, Kalimantan Barat yang menimpa salah seorang remaja perempuan beberapa waktu lalu sempat viral di media sosial. Tak sedikit yang menyayangkan perilaku tersebut dan berharap pelaku dihukum agar timbul efek jera. Namun tak sedikit pula yang lebih memilih memberikan label dan merundung balik pelaku melalui media sosial. Padahal seharusnya mereka tidak berlaku demikian.

Salah satu faktor yang melatar belakangi perilaku tersebut adanya sifat negative automatic thought. Dijelaskan oleh psikolog Patricia Yuannita M.Psi, sifat tersebut merupakan cara kerja otak yang membuat seseorang langsung men-judge atau melabeli sesuatu dari sisi negatif. Tak hanya kepada orang lain, sifat tersebut juga bisa membuat seseorang menilai dirinya sendiri secara negatif.

“Kecenderungannya adalah ketika melihat konten dari orang lain, maka kita langsung judgemental. Terlebih saat melihat orang lain melakukan hal yang sama, pemikiran judge itu seakan menajdi tervisualisasikan,” ujar Patricia saat ditemui Okezone dalam sebuah acara di Jakarta, Senin 15 April 2019.

kekerasan

Sifat itulah yang kemudian membuat sesuatu berbau negatif seperti komentar kasar dan menyalahkan lebih cepat menyebar. Padahal, mereka yang menyebarkan tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Untuk menyiasati hal ini, ada baiknya sebelum menyebarkan sesuatu, informasinya yang diterima diproses lebih dahulu dan mencari fakta-fakta yang berkaitan.

“Jangan langsung main share atau berkomentar negatif. Sebab tidak ada jaminan informasi yang kita dapatkan dari orang yang dikenal itu benar,” imbuh Patricia.

Baca Juga : 5 Foto Seksi Model Dewasa Sassha Carissa, Nomor 4 Paling Syur

Hal senada turut diungkapkan oleh sosiolog Daisy Indira Yasmine, M.Si. Melihat kasus perundungan yang terjadi pada remaja tersebut, dirinya mengatakan pemahaman masyarakat sedikit bergeser. Fokus masalahnya bukan lagi pada aksi kepedulian terhadap kekerasan tapi juga ada cyber bullying dan persekusi melalui komentar negatif kepada para pelaku.

“Kita harus tahu mau berkomentar ke arah yang mana. Kalau memang tidak sesuai, maka seharusnya ada yang mengingatkan jika diskusi tentang kasus ini sebaiknya tidak mengarah ke satu pihak dan bullying,” terang Daisy saat ditemui dalam kesempatan yang sama.

Baca Juga : 5 Gaya OOTD Stylish Rose Hanbury, Wanita yang Diduga Selingkuhan Pangeran William

Masalah untuk kasus ini pun dapat dilihat semakin meluas. Bisa dilihat dengan kemunculan tagar #AudreyJugaBersalah setelah sebelumnya tagar #JusticeForAudrey. Menurut Daisy, hal-hal seperti inilah yang sebenarnya dapat memperkeruh suasana. Sebab seharusnya klarifikasi dilakukan oleh institusi dan pihak yang berwenang.

“Kalau menurut saya, seharusnya masyarakat selesai pada menyuarakan aksi kepedulian anti kekerasan. Biarkan korban dan teman-temannya serta keluarga menjalani proses yang harus dilalui. Masyarakat harus memberikan iklim yang kondusif dan semua pihak mengerti inti kasus ini adalah anti-kekerasan, itu saja,” pungkas Daisy.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini