nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Perhatikan Hal Ini Sebelum Tandatangani Petisi Online

Tiara Putri, Jurnalis · Selasa 16 April 2019 07:43 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 04 16 196 2044010 sebelum-tandatangani-petisi-online-perhatikan-dulu-hal-hal-ini-Oy09BEfEQm.png Ilustrasi petisi online (Foto : Bauhinia Foundation)

Perkembangan dunia digital memengaruhi berbagai aspek kehidupan termasuk cara orang menyikapi sebuah peristiwa yang terjadi di masyarakat. Salah satunya dengan kemunculan platform petisi online. Platform tersebut memudahkan seseorang atau kelompok dalam mendapatkan dukungan agar pemerintah mengambil tindakan terhadap suatu hal.

Contohnya ketika kasus perundungan yang menimpa seorang remaja perempuan di Pontianak, Kalimantan Barat. Munculnya tagar #JusticeForAudrey turut disertai petisi agar pemerintah mengawal peristiwa ini dan meminta keadilan agar para pelaku mendapatkan hukuman yang sesuai. Dalam waktu hitungan jam, petisi tersebut telah ditandatangani jutaan orang.

Fenomena ini pun bukan pertama kalinya. Sering kita lihat tautan yang dibagikan untuk menandatangani petisi. Lantas, bagaimana cara menyikapi munculnya platform petisi online? Menurut sosiolog Daisy Indira Yasmine, M.Si, petisi itu sebenarnya bagus karena merupakan bentuk keterlibatan warga negara terhadap isu-isu masyarakat. Namun harus diperhatikan pula tindak lanjut terhadap petisi.

kekerasan

“Asal mekanisme pengajuan petisi cukup teliti dan hati-hati, itu juga menurut saya enggak ada masalah. Tapi yang terpenting harus cross check informasinya dulu,” terang Daisy saat ditemui Okezone dalam sebuah acara di Jakarta, Senin 15 April 2019.

Baca Juga : 5 Foto Seksi Model Dewasa Sassha Carissa, Nomor 4 Paling Syur

Dirinya menuturkan, sebelum memberikan tanda tangan secara online, masyarakat harus benar-benar memerhatikan ulasan di petisi. Ulasan yang baik harus mengandung rincian informasi tentang kronologis peristiwa yang diangkat. Bahkan lebih bagus jika ada sumber-sumber informasi dalam ulasan tersebut sehingga bisa ditelusuri. Kemudian masyarakat perlu memiliki ruang untuk konfirmasi terhadap beberapa data dan memastikannya benar atau tidak.

“Jangan sampai ada hoaks malah jadi petisi, itu ‘kan bahaya. Kontrol itu yang bisa dibuat secara sistemik, mungkin perbaikan metode mengajukan petisi sehingga bisa membantu untuk menyaring apa saja informasi yang penting untuk mempetisikan atau tidak,” tutur Daisy.

Baca Juga : 5 Gaya OOTD Stylish Rose Hanbury, Wanita yang Diduga Selingkuhan Pangeran William

Selain itu, masyarakat juga perlu memiliki self defense dengan memiliki pengetahuan seputar petisi sebelum menandatanganinya. Cara yang bisa dilakukan adalah mencari tahu informasinya melalui berita di media, situs pemerintah, atau bahkan bertanya langsung kepada orang yang terlibat dalam petisi tersebut.

“Di zaman informasi ini enggak boleh jadi orang yang gampang percaya, harus jadi orang yang kritis,” pungkas Daisy.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini