nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

6 Rangkaian Menyambut Paskah, Ini Makna yang Tersirat

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Rabu 17 April 2019 07:30 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 04 16 196 2044216 6-rangkaian-menyambut-paskah-ini-makna-yang-tersirat-wQ9Jcchw6W.jpg Menyambut paskah (Foto: Ist)

BEBERAPA hari lagi umat Kristiani di seluruh dunia akan merayakan hari raya Paskah. Tentunya seluruh umat Kristiani bersemangat dan bersukacita menyambut hari kebangkitan Tuhan Yesus Kristus sang juruselamat setelah rela mati di kayu salib demi menebus dosa manusia.

Tentunya sebelum mencapai Paskah, ada beberapa perayaan yang wajib dilewati yang mengisahkan perjalanan Yesus Kristus hingga mati di kayu salib. Beberapa perayaan tersebut adalah Rabu Abu, Minggu Palma, Kamis Putih, Jumat Agung, Sabtu Suci dan Paskah.

Tentunya bagi sebagian orang, akan sulit untuk membedakan satu per satu makna dari perayaan prapaskah ini. Namun, sebagai seorang umat Kristiani yang taat, setidaknya mampu mengerti makna di balik berbagai perayaan ini. Dalam artikel ini Okezone akan membahas mengenai makna dan arti dari beberapa prosesi perayaan sebelum Paskah. Yuk disimak.

BACA JUGA:  Meme-Meme Master Chef Indonesia yang Bikin Ngakak, Chef Juna Jadi Bulan-Bulanan

1. Rabu Abu

 

Sebagaimana diketahui Paskah adalah momen yang sangat penting bagi seluruh umat Kristiani. Beberapa orang percaya Paskah adalah jantung yang merupakan sumber kehidupan dan iman bagi orang percaya yang sudah tertulis dalam rangkaian Tahun Liturgi. Masa Rabu Abu menjadi awal pembaharuan diri, intropeksi diri serta pertobatan.

Seorang jemaat akan menerima percikan abu di dahinya sebagai pengingat manusia akan ritual Israel Kuno saat seseorang menabur abu di atas kepala atau di seluruh bagian tubuh sebagai tanda akan kesedihan, pertobatan dan rasa menyesal yang sangat dalam.

2. Minggu Palma

 

Liturgi Minggu Palama adalah salat satu proses yang cukup penting. Diawali dengan prosesi perakan yang manandakan dimana Tuhan Yesus diarak masuk ke dalam Kota Yerusalem dan dielukan sebagai seorang raja. Prosesi ini dimulai dengan Putra Altar yang masuk ke ruang ibadah gereja dengan membawa dupa, salib, lilin dan lainnya.

Pada saat bersamaan iringan nyanyian yang tertera pada liturgi dinyanyikan. Perarakan ini dilakukan untuk mengenang sengsara dan penyaliban Yesus. Biasanya para umat akan mengikuti prosesi ini dengan snagat khidmad untuk merenungkan pengorbanan Tuhan Yesus bagi umat manusia.

3. Kamis Putih

 

Kamis Putih adalah hari yang mengawali pekan suci paskah. Ini adalah momen bagi umat Kristiani untuk mengingat kembali perjamuan malam terakhir yang dilakukan Yesus dengan para murid-muridnya. Kamis Putih sendiri memiliki beberapa tuguran yang tidak bisa dilakukan secara sembarangan dan harus mengikuti aturan, beberapa diantaranya adalah:

Tuguran Kamis Putih dilakukan setelah ekaristi Kamis Putih.

Tuguran Kamis Putih dilaksanakan di depan Sakramen Mahakudus yang berada di luar tabernakel di gereja.

Tuguran Kamis Putih dilaksanan kurang lebih selama satu jam.

Tuguran Kamis Putih dilaksanakan berdasarkan Tata Upacara Para Uskup yang dikeluarkan Vatikan pasal 308-311.

4. Jumat Agung

 

Bagi umat Kristiani Jumat Agung dianggap sebagai pengingat bagaimana Tuhan Yesus ditangkap, disiksa dan disalibkan. Dikisahkan bahwa Yesus berdoa dan menyerahkan segala keputusan dalam hidupnya ke dalam tangan Allah. Namun, Jumat Agung bukan semata-mata menjadi hari wafatnya Yesus Kristus.

Terdapat setidaknya tiga hal yang bisa diambil oleh manusia tentang wafat dan salibnya Yesus Kristus. Yakni, penderitaan bukanlah akhir dari segalanya, selain itu para umat juga diajarkan tentang betapa pentingnya pengampunan dan membangun mentalitas sebagai pemenangan melalui momen bangkitnya Yesus pada hari Paskah.

5. Sabtu Suci

Berbeda dengan serangkaian perayaan sebelumnya, pada Sabtu Suci tidak ada hal apapun yang terjadi dengan Yesus. Sabtu Suci mewakili waktu yang kita habiskan untuk menantikan Tuhan dan memindahkan kesedihan yang telah terjadi di Jumat Agung menuju kebahagiaan pada Minggu Paskah.

Baca Juga:

Kisah Duka Nurul, Meninggal Setelah Melahirkan Gara-Gara Preeklampsia

6. Minggu Paskah

Paskah menjadi perayaan yang paling dinantikan dari serangkaian perayaan yang dilaksanakan sebelumnya. Paskah dikatakan sebagai hari dimana Tuhan memberikan bukti dan janjinya yakni bangkit dari antara orang mati. Seperti yang dikatakannya, ia akan memberi rasa aman dan bahagia bagi yang percaya kepadanya.

Yesus dapat membangkitkan dirinya sendiri, melakukan apa saja bahkan memberikan mujizat dalam hidup manusia. Minggu Paskah dalam diri umat Kristiani diibaratkan cobaan yang berat pasti akan berakhir dan kita semua akan mendapat kebahagiaan sebagai gantinya.

1 / 2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini