nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Punya Pasangan Bule Menyenangkan, Tapi Kalau Urusan Nikah, Ribet Minta Ampun!

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Rabu 17 April 2019 06:00 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 04 16 196 2044334 punya-pasangan-bule-menyenangkan-tapi-kalau-urusan-nikah-ribet-minta-ampun-XtBfikU3Pt.jpg Menikah beda negara itu ribet (Foto: Readers Digest)

SEDANG menjalin hubungan percintaan dengan orang asing? Tentu Anda ingin ke jenjang yang lebih serius, bukan? Tapi, tahukah Anda kalau menikah dengan bule itu bukan perkara mudah.

Ya, Anda harus bisa memahami budaya asing yang mungkin tak begitu Anda kenal sebelumnya, berkomunikasi dengan bukan bahasa ibu, dan masalah-masalah lainnya yang mungkin bisa muncul karena hal sepele. Tapi, sekali lagi, jika keputusan Anda sudah bulat, biasanya akan ada jalan keluar dari setiap masalah yang dihadapi.

Seperti yang diceritakan Uno Kartika. Perempuan berusia 28 tahun ini mantap menikah dengan pria Jerman dan kini rumah tangganya sedang harmonis. Mereka berdua akhirnya menetap di luar negeri dan hingga kini belum ada konflik yang cukup berarti.

Baca Juga: Meme-Meme Master Chef Indonesia yang Bikin Ngakak, Chef Juna Jadi Bulan-Bulanan

"Ya, palingan masalah komunikasi saja. Tapi, di sini aku belajar bahasa Jerman juga supaya aku bisa lebih memahami suami aku dan sebagai syarat untuk bisa dapat visa juga," cerita Uno pada Okezone, Selasa (16/4/2019).

Menikah dengan bule adalah hal luar biasa bagi Uno. Sebab, awal perkenalan Uno mengaku hanya "butuh" bule untuk memperkuat bahasa Inggrisnya. Tapi, dia malah "match" di Tinder dengan bule Jerman yang notabene kurang nattive dalam berbahasa Inggris.

 Seperti apa curhatan Uno mengalami kondisi ribetnya persiapan pernikahan beda negara di Indonesia?

Kendala bahasa pun dialami mereka tapi kembali, itu semua bisa selesai dengan saling pengertian dan kesabaran.

Nah, bicara mengenai pernikahan, seperti yang Anda baca di judul artikel ini, Uno pun merasakan kalau yang namanya persiapan pernikahan dengan bule itu "rempong" banget. Banyak hal yang mesti dipersiapkan dan itu semua tidak cukup satu dua bulan. Seperti apa curhatan Uno mengalami kondisi ribetnya persiapan pernikahan beda negara di Indonesia?

"Menikah dengan bule di Indonesia itu banyak yang diurus. Pertama harus urus surat pernyataan single di Jerman kalau nggak di kedutaan Jerman untuk Indonesia. Dan, untuk menyelesaikan berkas ini, suami aku tidak punya cukup waktu, karena masa kerja dia di Indonesia sisa sedikit," cerita Uno melalui pesan singkat pada Okezone, Selasa (16/4/2019).

Selain itu, Uno mengaku dokumen pernikahan dari Indonesia itu lebih ribet kalau mau didaftarin di Jerman. Jadi, akhirnya pasangan ini coba mencari alternatif pilihan dan Singapura menjadi pilihan pertama setelah Indonesia dirasa sangat ribet.

 Alhasil menikah di Singapura gagal dilakukan.

Benar, Singapura adalah pilihan yang menarik. Jadi, Anda hanya pakai passport dan sudah bisa menikah. Namun, ada syarat tambahan yaitu harus stay along di Singapura selama 15 hari. Syarat tersebut diakui Uno dan suami sangat sulit, karena mereka masih terikat dalam institusi pekerjaan masing-masing dan untuk dapat libur sepanjang itu dirasa sangat sulit. Alhasil menikah di Singapura gagal dilakukan.

Tidak berhenti di sana, mereka observasi lagi terkait menikah di luar negeri yang prosedurnya mudah. Seperti berkat Tuhan, nama Hong Kong muncul dan syarat yang perlu diajukan pun mirip dengan Singapura, tapi tidak stay selama 15 hari.

"Alasan kami memilih Hong Kong juga karena dokumen dari negara tersebut bisa diterima di Jerman, asal dilegalisir sama high court, karena mereka sama-sama negara yang masuk ke perjanjian apostille," papar Uno.

Sementara itu, Indonesia tidak menjadi bagian dalam negara tersebut. Itu kenapa dokumen nikah dari Indonesia yang mau diterima, harus dilegalisir di 3 (tiga) kementerian; Agama, Kemkumham, dan Kemlu. Belum berhenti di sana, Anda juga mesti dapat legalisir dari kedubes Jerman, dan dokumen mesti ditranslate ke dalam bahasa Jerman.

Baca Juga: Kisah Duka Nurul, Meninggal Setelah Melahirkan Gara-Gara Preeklampsia

"Ya, itu sih pertimbangannya, dokumen. Nikah sama bule emang harus siap dengan segala 'tetek bengek' dokumen yang rempita (ribet-Red). Tapi, pasti worth it, lah," pungkas Uno.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini