nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bahaya Kekurangan Air Ketuban pada Ibu Hamil seperti Asri Welas

Tiara Putri, Jurnalis · Selasa 16 April 2019 21:01 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 04 16 481 2044359 bahaya-kekurangan-air-ketuban-pada-ibu-hamil-seperti-asri-welas-AL1mfO44RB.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

Artis Asri Welas terpaksa harus melahirkan anak ketiganya lebih cepat. Menurut perkiraan dokter, seharusnya ia melahirkan pada 29 April mendatang. Namun kemarin bayi berjenis kelamin laki-laki itu telah lahir melalui proses operasi caesar.

Lewat akun Instagram pribadinya, artis yang memiliki nama asli Asri Pramawati itu menuturkan alasannya melahirkan lebih cepat. Ternyata hal itu dikarenakan volume air ketuban kandungannya kurang. Kondisi tersebut dapat membahayakan bagi janin.

Menurut dokter spesialis kebidanan dan kandungan, dr Muhammad Dwi Priangga Sp.OG kurangnya air ketuban dapat berdampak pada perkembangan janin. Dijelaskan olehnya, air ketuban berfungsi untuk memberikan ruang kepada janin agar tumbuh sempurna. Apabila air ketuban berkurang, maka perkembangannya menjadi terganggu dan tidak optimal.

 

“Contoh untuk pertumbuhan tulang, kalau kekurangan air ketuban maka bentuk tulangnya menjadi abnormal. Sebab seharusnya kapasitas air ketuban lebih besar, saat enggak ada ruang untuk tumbuh jadi pertumbuhannya menyesuaikan ruang yang ada,” ujar dokter yang akrab disapa Angga itu saat dihubungi Okezone melalui sambungan telepon, Selasa (16/4/2019).

Selain itu, ada penyebab lain yang membuat air ketuban kurang yaitu fungsi plasenta yang tidak normal. Kondisi ini dapat membahayakan nyawa janin karena aliran darah dan pasokan nutrisi mengalami gangguan. Bila dibiarkan, pada akhirnya dapat menyebabkan kematian pada janin. Selain itu, kurangnya air ketuban bisa menjadi pertanda kemungkinan terjadinya kelainan kongenital. Kasus yang paling sering terjadi adalah ginjal pada janin tidak berkembang sempurna.

 Baca Juga: BPJS Kesehatan Bayar Hutang Rp11 Triliyun, Faskes Wajib Lakukan Ini

“Jadi kurangnya air ketuban itu bisa dua faktor. Pertama dari ibu yang menyangkut kelainan plasenta, preeklampsia, hipertensi, dan penyakit metabolik lain. Kedua dari janin yang memiliki kelainan kongenital,” jelas dr Angga.

Kekurangan air ketuban dapat dideteksi melalui pemeriksaan USG. Oleh karenanya, dr Angga mengimbau agar ibu hamil rutin melakukan kontrol kehamilan. Terlebih kurangnya air ketuban bisa terjadi kapan saja. Mulai dari trimester pertama, trimester kedua, hingga trimester ketiga.

 

Sementara itu, kondisi ini sebenarnya juga bisa diatasi dengan perawatan. Namun harus dilihat dulu penyebab terjadinya. Contoh, apabila penyebabnya adalah hipertensi maka tekanan darah perlu dikontrol. Lalu asupan gizi ibu juga harus benar-benar diperhatikan termasuk cairan. Dokter Angga mengatakan asupan cairan pada ibu hamil kira-kira 2-3 liter per hari.

 Baca Juga: Nasi di Rumah Cepat Basi dan Tidak Enak? Bisa Jadi Ini Penyebabnya

“Kalau orang biasa dianjurkan 8 gelas, pada ibu hamil bisa 10-15 gelas. Sebab asupan cairan juga memengaruhi produksi air ketuban,” terangnya.

Di sisi lain, kurangnya air ketuban juga bisa dilatarbelakangi pecah ketuban. Untuk kondisi yang satu ini harus segera mendapatkan tindakan dari dokter.

“Air ketuban yang berkurang bisa karena produksi sedikit atau kebocoran. Dari pemeriksaan itulah baru dokter yang bisa menentukan. Jadi intinya tetap harus rutin melakukan pemeriksaan,” pungkas dr Angga.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini