nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kemenkes Siapkan Penanganan untuk Caleg yang Stres Pasca Pemilu

Tiara Putri, Jurnalis · Selasa 16 April 2019 21:32 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 04 16 481 2044368 kemenkes-siapkan-penanganan-untuk-caleg-yang-stres-pasca-pemilu-XRC3Xxj2Be.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

Pada 17 April 2019, masyarakat Indonesia akan mengadakan Pesta Demokrasi untuk memilih calon legislatif (caleg) serta calon presiden dan wakil presiden yang akan melayani selama 5 tahun ke depan. Layaknya kompetisi, dalam pemilihan umum (pemilu) ada pihak-pihak yang kalah. Hal ini dikarenakan kurangnya suara yang diberikan untuk mereka.

Tidak menutup kemungkinan pihak yang kalah akan mengalami stres. Oleh karenanya, perhatian khusus perlu diberikan kepada mereka yang menjadi calon terutama calon legislatif seperti yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) berdasarkan rilis yang diterima Okezone, Selasa (16/4/2019).

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Masalah Kesehatan Jiwa dan Napza Kemenkes, dr Fidiansjah mengatakan penyebab stres yang terjadi pada setiap individu tidak bisa diprediksi. Namun yang pasti ketika daya tahan seseorang menjadi rapuh, maka konsep dalam dirinya bisa menimbulkan suatu gejolak antara cita-cita dan harapan saat realitas tak terpenuhi. Sebenarnya kondisi ini bisa terjadi pada siapa saja yang tidak siap menerima kenyataan.

 Baca Juga: Nasi di Rumah Cepat Basi dan Tidak Enak? Bisa Jadi Ini Penyebabnya

“Pada prinsipnya di dalam penyeleksian pasti ada kemenangan atau kegagalan. Oleh karenanya kesiapan untuk menerima kenyataan menjadi penting saat yang terjadi tidak harapan. Caleg harus siap kalah dan menang,” ujar dr Fidi.

Dirinya juga menjelaskan ketika mendaftar menjadi caleg, sebenarnya individu sudah menyerahkan surat keterangan kesehatan termasuk kejiwaan. Namun tak lantas membuat stres pasca pemilu bisa dihindarkan. Hal ini kemudian membuat Kemenkes menganggap stres pasca pemilu sebagai sebuah kejadian yang tidak biasa atau dianalogikan seperti bencana alam yang tidak dapat diprediksi.

 Baca Juga: Kisah Duka Nurul, Meninggal Setelah Melahirkan Gara-Gara Preeklampsia

“Ini sebuah situasi yang diketahui banyak pihak sebagai sesuatu seperti kejadian yang tidak biasa atau bencana. Pemilu adalah proses persaingan dan gangguan jiwa itu bisa terjadi dari ringan sampai tingkat berat,” kata dr Fidi.

Hal itu pula yang membuat jumlah caleg yang akan mengalami stres tidak dapat diprediksi. Tapi yang terpenting sektor kesehatan tetap siaga untuk melayani masalah-masalah yang berhubungan dengan kejiwaan pasca pemilu. Semua rumah sakit sudah diberikan arahan untuk menyiapkan fasilitas bahkan mencoba untuk melakukan pengumpulan data berkaitan dengan gangguan jiwa.

“Pada dasarnya, rumah sakit seperti rumah sakit jiwa harus siap kejadian yang tidak biasa ini. Tapi, rumah sakit umum, Puskesmas, dan semuanya diberdayakan untuk melakukan sebuah penyesuaian,” pungkas dr Fidi.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini