nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Demam Hallyu Wave, Produk Kecantikan Asia Kini Mendunia

Koran SINDO, Jurnalis · Selasa 16 April 2019 20:00 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 04 16 611 2044265 demam-hallyu-wave-produk-kecantikan-asia-kini-mendunia-Kmxdnn77H3.jpg Tren kecantikan asal Korea (Foto: Organic Passion)

PENGARUH Hallyu Wave membuat masyarakat dunia begitu tertarik dengan berbagai hal terkait Korea, termasuk Korean beauty (K-beauty ). Jika berbicara K-beauty, tidak terlepas dari salah satu perusahaan kosmetik terbesar di Korea Selatan (Korsel), yaitu Amorepacific.

Pencinta K-beauty tentu tidak asing dengan brand kosmetik milik Amorepacific, seperti Innisfree, Sulwhasoo, Laneige, Mamonde, Etude House, Hera. Perusahaan yang berdiri sejak 1945 ini pun terus mengembangkan sayapnya ke berbagai belahan dunia dengan merek-merek unggulannya tersebut. “Kami Amorepacific telah menentukan visi untuk tahun ini, yaitu Asian Beauty Creator.

Visi kami adalah menyampaikan kecantikan Asia kepada para konsumen, baik di Asia maupun seluruh dunia, supaya memperkenalkan kebudayaan kesenian dan kebudayaan kosmetik Korea,” tutur Senior Vice President of Group Strategy Division Amorepacific Namki Park di Kantor Pusat Amorepacific Yongsan, Seoul, pada awal April lalu.

Baca Juga: Kisah Duka Nurul, Meninggal Setelah Melahirkan Gara-Gara Preeklampsia

Menurut Park, Amore-pacific selama lebih dari 70 tahun ini terus berusaha men jadi terdepan dalam inovasi produk kecantikan. Produk ino vatif Amorepacific yang ke mu dian menjadi tren kecan tik an antara lain Laneige Two Tone Lip Bar, Mamonde Creamy Tint Color Balm In ten se, dan Etude House Multi-purpose Play 101 Stick.

“Kami menciptakan jenis-jenis baru dalam pasar kecantikan, seperti cushion foundation yang dilengkapi pelindung sinar UV, make-up base, dan produk perawatan kulit. Inovasi ini telah meng ubah rutinitas kecantikan tidak hanya di Asia, tetapi juga di dunia,” ujarnya. Kedigdayaan Amorepacific dalam industri kosmetik pun terlihat dari pendapatan pada 2018 yang mencapai angka 6,07 triliun won.

 

Di mana, persentase bisnis global melebihi 30% pada tahun yang sama. Park mengatakan, Amorepacific menargetkan penetrasi ke pasar global mencapai lebih dari 50% pada 2025. “Kami akan menyebarkan Asian Beauty yang kami ciptakan ke pelosok dunia, mulai Asia, Amerika, Timur Tengah, India, hingga Eropa. Tahun ini kami akan meluncurkan Laneige dan Innisfree di negaranegara Eropa dan mem per besar bisnis di India dan Timur Tengah. Saat ini kami se dang meneliti pasar Amerika Te ngah dan Selatan,” ungkapnya. Park optimistis pasar industri kecantikan global terus mengalami peningkatan. Dia mengatakan, Asia tetap menjadi pasar terpenting bagi Amorepacific.

Dengan jumlah populasi yang mencapai angka 650 juta, ASEAN menjadi pasar ketiga di Asia bagi Amorepacific setelah China dan India. Saat ini di ASEAN, Amorepacific mengelola 300 toko dengan delapan merek di enam negara. “Pasar ASEAN, termasuk Indonesia, tumbuh setiap tahun. Pasar premium di ASEAN akan tumbuh sampai USD 2,4 miliar. Amorepacific sedang fokus pada pasar premium kecantikan tersebut. Kami berencana mengambil porsi USD440 juta dari pasar premium,” bebernya. Tidak bisa dimungkiri, industri kecantikan kian ber - kem bang. Hal ini ditunjukkan dengan banyaknya brand ko smetik di pasar global.

Menghadapi persaingan di industri kecantikan, Amorepacific menyiapkan tiga strategi. Pertama, menyiapkan produk inovatif yang mengandung intisari dari kecantikan Asia. Kedua, pengem bangan produk berbasis pengalaman dan keinginan konsumen. Ketiga, penyesuaian terhadap perubahan digital yang sejalan dengan revolusi industri 4.0.

“Dengan inovasi kecantikan yang kami buat, kami terdepan dalam kategori K-beauty di pasar global dan menciptakan tren di seluruh dunia. Kami akan terus memperkenalkan produk-produk inovatif yang menggabungkan nilai-nilai leluhur Korea dan Asia. Tentunya menggunakan bahan-bahan warisan dan penerapan ilmu pengetahuan modern,” papar Park.

 

Amorepacific memang dinilai serius dalam penelitian dan pengembangan produk kecantikan. Nilai investasi Amorepacific untuk penelitian dan pengembangan mencapai 124 miliar won. Amorepacific pun tercatat sebagai perusa - haan pertama yang men di ri - kan laboratorium dalam sejarah kecantikan Korsel, yakni sejak 1954. Tidak hanya di Korsel, Amorepacific juga mendirikan pusat-pusat penelitian dan pengembangan di beberapa negara. “Kami telah membangun laboratorium di China, Singapura, Amerika Serikat, Prancis, dan Jepang dengan Yongin R&D Center di Korea sebagai pusat penelitian dan pengembangan inovasi produk,” tutur Park.

Melalui penelitian dan pengembangan ini, dapat diketahui apa yang menjadi kebutuhan konsumen. Amorepacific terus melakukan penyesuaian produk kecantikan di masing-masing negara. Dia menyebut, ada perbedaan antara konsumen Asia dengan Amerika dan Eropa. Konsumen Asia lebih menyukai riasan alami dan perawatan kulit. Sedangkan, pelanggan Eropa dan Amerika lebih fokus pada riasan warna.

Di kawasan ASEAN, Amorepacific juga akan meneliti dan mengembangkan produk inovatif agar menjadi solusi kecantikan bagi para konsumen di kawasan tersebut. Hal ini mengingat pasar ASEAN terdiri dari beraneka ragam ras dan budaya. Park menegaskan bahwa Amore pa - cific selalu mengutamakan suara pelanggannya.

“Suara mereka akan kami masukan dalam perencanaan, pengembangan, pemasaran produk dan lainnya. Kami selalu berusaha mengembangkan produk bermutu yang meme - nuhi keinginan dan kebutuhan pelanggan. Cushion foundation dan sleeping mask merupakan contoh bagaimana kami melihat dan memenuhi kebutuhan pelanggan secara cerdas, mudah, dan efisien,” katanya. Tidak berhenti di situ, peng - gunaan teknologi terbaru pada era revolusi industri 4.0 men - jadi strategi tersendiri. Park menuturkan, Amorepacific ke depan akan secara pe nuh menggunakan teknologi dalam mengembangkan pro dukproduk kecantikan. Misal nya, dengan menggu nakan kecer - dasan buatan atau artificial intelligence (AI) dan 3D printing.

“Contohnya 3D mask pack dan beauty mirror. Kami juga akan menciptakan pelayanan yang spesial dan eksklusif, seperti Sulwhasoo Spa,” ungkapnya. Park mengatakan bahwa transformasi digital akan menjadi strategi utama Amorepacific pada 2019 ini. Pihaknya akan memperluas kemitraan dengan para pelaku e-commerce utama, seperti Lazada dan Shopee. Amorepacific juga akan mengadopsi perangkat AR (augmented reality ) untuk konten digital yang beragam bagi pelanggan. “Generasi milenial di ASEAN sudah lebih dari 32% dari populasi yang ada. Daya beli dan perhatian terhadap produk kecantikan pun se ma - kin meningkat,” tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini