nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pulau Jeju, Tanah Subur untuk Bahan Baku Kosmetik Korea

Koran SINDO, Jurnalis · Selasa 16 April 2019 22:00 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 04 16 611 2044353 pulau-jeju-tanah-subur-untuk-bahan-baku-kosmetik-korea-gS3C3Xl897.jpg Pulau Jeju untuk Bahan Kosmetik Korea (Foto: Tea Medicine)

PERUSAHAAN kosmetik asal Korea Selatan (Korsel), Amorepacific, mengambil bahan baku dari pulau yang memiliki luas 1.848 km2, yaitu Pulau Jeju. Bahan baku kosmetik yang digunakan yakni teh hijau dan bunga camellia.

Diketahui, Amorepacific berkomitmen menciptakan produk kecantikan dari bahan alami. KORAN SINDO berkesempatan mengunjungi salah satu kebun teh yang dikelola Amorepacific. Kebun teh ini terletak di Seogwang Jeju.

“Ini merupakan salah satu dari tiga kebun teh yang dikelola Amorepacific,” kata peneliti Institute O’sulloc, Gu Hyun Joong. Kebun teh terbesar ketiga di dunia ini tidak menggunakan bahan kimia apa pun.

Baca Juga: Kisah Duka Nurul, Meninggal Setelah Melahirkan Gara-Gara Preeklampsia

Maka itu, teh yang dihasilkan dari kebun tersebut dipastikan aman untuk bahan dasar produk kosmetik. Dia mengatakan, hasil panen kebun seluruhnya digunakan untuk semua produk Amorepacific, mulai bahan dasar kosmetik sampai minuman teh hijau.

 Desa ini merupakan salah satu pemasok bunga camellia untuk dijadikan bahan baku produk Amorepacific.

“Karena alami dan sangat aman, selain untuk kosmetik, juga digunakan untuk minuman. Bahan ini bagus untuk kulit,” katanya. Selain berkunjung ke kebun teh, KORAN SINDO juga berkesempatan melihat Desa Camellia.

Desa ini merupakan salah satu pemasok bunga camellia untuk dijadikan bahan baku produk Amorepacific. “Kami menyerahkan semua ke Amorepacific supaya dapat membuat produk seindah Camellia. Tidak hanya bunga, daun dan biji juga kami serahkan untuk bahan baku,” kata Dong Jung Oh dari Institute Pelestarian Desa Camellia.

Kerja sama antara Amorepacific dan Desa Camellia mulai terjalin sejak 2009. Dia mengatakan, dalam waktu satu tahun, Desa Camellia menjual setidaknya 1 ton bunga dan daun. Sementara untuk biji bisa mencapai 300.000 ton per tahun. Sebelum bekerja sama dengan Amorepacific, warga Desa Camellia memanfaatkan pohon camellia hanya untuk mem pro duksi minyak camellia.

Baca Juga: Meme-Meme Master Chef Indonesia yang Bikin Ngakak, Chef Juna Jadi Bulan-Bulanan

Selain menikmati perkebunan teh di Seogwang, kita dapat mempelajari kebudayaan minum teh di Museum O’sulloc. Museum ini didirikan pada September 2001 oleh Amorepacific. Ini merupakan museum pertama yang fokus pada kebudayaan minum teh. Museum O’sulloc ini terpilih sebagai salah satu museum desain terbaik.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini