Kisah Uno Dinikahi Pria Jerman: Tanpa Kata, Tanpa Suara, Aku Memahaminya

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Rabu 17 April 2019 01:02 WIB
https: img.okezone.com content 2019 04 16 612 2044330 kisah-uno-dinikahi-pria-jerman-tanpa-kata-tanpa-suara-aku-memahaminya-s2MYH7EZpb.jpg Pernikahan beda bangsa Uno Kartika dengan pria Jerman (Foto:Ig)

Bahasa jadi masalah terbesar

Kendala paling besar dari hubungan dengan orang asing adalah bahasa. Tentu, budaya dan kebiasaan juga menjadi hal lain yang tak bisa ditutupi juga. Tapi, bahasa adalah hal keseharian dan jika ini tidak bisa dipecahkan, mau jadi apa hubungan pernikahan nantinya?

Uno sadar betul, bahasa Jermannya kurang begitu baik dan bahasa Inggris di antara mereka pun tidak begitu nattive. Tapi, kendala itu kemudian luntur karena cinta. Percaya atau tidak, Uno menjelaskan kalau dirinya pernah dalam satu fase di mana dia sulit menjelaskannya dalam bahasa Inggris dan suaminya pun sulit membantunya. Tapi, karena bahasa cinta di antara keduanya, masalah itu bisa diatasi.

"Kami komunikasi bukan dengan bahasa ibu masing-masing. Tapi, lama-lama kan tahu kepribadian, kebiasaan, jadi tanpa bahasa juga tahu apa yang dimaksud, kadang-kadang. Tapi, ini jadi tempat kami belajar menjadi pribadi yang lebih baik lagi," papar Uno.

Dia juga mengaku kalau sekarang ini sedang belajar bahasa Jerman, selain untuk memenuhi syarat pembuatan visa, itu juga dilakukan untuk komunikasi di antara mereka dan orang-orang yang ada di sekitar mereka.

 

Baca Juga:

Meme-Meme Master Chef Indonesia yang Bikin Ngakak, Chef Juna Jadi Bulan-Bulanan

"Kalau ada kesulitan komunikasi, kami coba pelan-pelan untuk tahu apa yang dimaksud. Jadi, misal aku nggak tahu kata yang dimaksud untuk ngejelasin, harus ganti dengan kalimat atau kata lain yang udah diketahui. Harus sabar emang. Kadang-kadang kami juga tidak sabaran, apalagi kalau lagi butuh cepat. Tapi, kembali lagi, itu semua jadi bahan pelajaran kita berdua dan melatih kesabaran," papar Uno.

Dalam suasana hati bahagia, Uno menjelaskan kalau dirinya kini merasa sempurna. Dia menjalani hidup dengan orang yang menurutnya tepat. Pernikahan mereka pun tak begitu banyak masalah, hanya masalah kecil-kecil. Pernikahan mereka pun dianggap sebagai hadiah paling manis dari Tuhan.

"Pernikahan kami ini adalah wadah kami berdua belajar untuk jadi manusia yang lebih baik lagi dan berpikiran lebih terbuka. Banyak hal baru yang kami dapatkan dan dari itu semua kami belajar mengenai hidup. Dari suamiku juga aku belajar bagaimana sikap toleransi dan mencintai kedamaian," tambahnya.

(ndr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini