nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bantu Lulusan SMK Naik Level, Insan Medika Gandeng Universitas Respati

Kamis 18 April 2019 12:43 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 04 18 612 2045114 bantu-lulusan-smk-naik-level-insan-medika-gandeng-universitas-respati-244WOgZhbp.jpg Insan Medika.

PT Insan Medika, perusahaan penyedia layanan homecare di Indonesia, pada tanggal 8 April kemarin baru saja menandatangani kontrak kerjasama Program Kerja Sambil Kuliah dengan Universitas Respati Indonesia (URINDO) Jakarta.

Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dilakukan oleh Rektor URINDO, Prof. Tri Budi Wahyuni Raharjo dengan Founder & CEO Insan Medika, Try Wibowo. Program ini membuka kesempatan bagi lulusan SMK Kesehatan untuk tetap bisa mengenyam pendidikan tinggi sambil bekerja.

Menurut data BPS tahun 2018, lulusan SMK adalah penyumbang angka pengangguran tertinggi di Indonesia, yaitu sebanyak 9,27% dari total 7 juta orang yang menganggur. Tidak terkecuali bagi lulusan SMK Kesehatan yang banyak tidak terserap ke lapangan pekerjaan, seperti Rumah Sakit, Klinik, dan Puskesmas.

“Masalah pengangguran ingin kami pecahkan dengan membuka peluang kerja bagi lulusan SMK Kesehatan untuk menjadi caregiver. Mereka tidak hanya bekerja, tapi juga akan diikutkan Program Kerja Sambil Kuliah di Jurusan S1 Kesehatan Masyarakat, Universitas Respati Indonesia,” ungkap Try.

Program Kerja Sambil Kuliah ini memiliki keunggulan, seperti waktu kuliah yang fleksibel. Tidak harus masuk setiap hari, dengan jadwal perkuliahan satu kali seminggu dalam jangka waktu empat tahun. Materi perkuliahan juga akan disesuaikan dengan kebutuhan dunia kerja, yang bisa membantu para lulusan SMK untuk naik level.

Setiap tahun, Insan Medika menerima setidaknya 800 lulusan SMK Kesehatan untuk bekerja sebagai caregiver. Dengan kerjasama ini, diharap mampu meningkatkan mutu Sumber Daya Manusia (SDM) dari para caregiver agar mempunyai daya saing global.

“Caregiver kan spesialisasinya untuk merawat kebutuhan personal pasien, khususnya lansia saat berada di rumah. Dengan meningkatkan kualitas pendidikan mereka, kami berharap kemampuan caregiver untuk merawat para lansia di Indonesia jadi lebih maksimal,” tambah Try.

Try juga menjelaskan, untuk menjadi seorang caregiver profesional, selain harus bisa memberi dukungan secara emosional dan fisiologis, caregiver juga diharap mampu mengerti informasi seputar diagnosis dan pengobatan yang tepat bagi pasien yang dirawatnya. Terbiasa untuk bekerja secara proaktif, serta selalu bisa bersikap positif.

Penerima penghargaan Top 50 Healthcare Company Award 2018 dalam Smart Health Conference yang diselenggarakan di Dubai ini telah memiliki sekitar 3.000 caregiver dan telah melayani tidak kurang dari 10.000 pasien di seluruh Indonesia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini