nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Indonesia Jadi Negara Favorit Nyamuk, Apa Sebabnya?

Dewi Kania, Jurnalis · Kamis 18 April 2019 16:36 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 04 18 612 2045227 indonesia-jadi-negara-favorit-nyamuk-apa-sebabnya-YZDQkNVgj5.jpg Ilustrasi Nyamuk. (Foto: Ndtv)

BELAKANGAN ini, penyakit demam berdarah dengue (DBD) terjadi tidak hanya dipengaruhi karena kondisi lingkungan. Kondisi iklim pun memengaruhi tingginya penyakit DBD di sebagian wilayah.

Pada dasarnya iklim berperan dalam memberikan lingkungan yang kondusif untuk nyamuk berkembang. Sehingga iklim menjadi faktor di awal masa perkembangan nyamuk.

Deputi Bidang Klimatologi BMKG Marjuki, MSi mengatakan, kriteria outbreak data DBD dalam 35 tahun terakhir sudah berbeda. Pola pertumbuhan vektornya pun tercatat sebesar 75 persen.

Baca Juga: Gaya Polwan Cantik Fitrya Wijayanty yang Bikin Pemilu Makin Adem


"Dari mulai hujan berkembang biaknya nyamuk dicurigai. Tapi itu bisa kita lakukan pencegahan," ucap Marjuki saat ditemui di Gedung Kementerian Kesehatan RI, kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (18/4/2019).

Marjuki menambahkan, peringatan dini DBD berbasis iklim harus didapatkan oleh masyarakat sedini mungkin. Biasanya didasarkan pada parameter iklim dan jumlah kasus DBD.

Marjuki melanjutkan, BMKG dengan Dinas Kesehatan di daerah melakukan langkah antisipasi agar masyarakat yang terjangkit tidak banya. Dari langkah tersebut, sejauh ini bisa menghasilkan informasi prediksi angka insiden/AI, yaitu jumlah kasus DBD per 100.000 penduduk.

Kepala Pusat Penanggulangan Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan RI Achmad Yurianto menjelaskan, nyamuk sangat senang berkembang biak saat musim hujan. Sekira 75 persen terjadi musim kawin nyamuk, karena daerahnya sangat lembap.

Nyamuk yang hidup mulai menggigit orang karena butuh sel darah untuk hidup. Lalu air liurnya dikeluarkan, tapi malah menjadi virus bagi manusia.

Baca Juga: Pusing 7 Keliling, Lihat Sisca Mellyana Pakai Lingerie Merah

"Indonesia salah satu negara yang disukai nyamuk untuk berkembang biak. Berbeda dengan di Arab Saudi, nyamuk lebih sedikit karena cuaca panas dan kering," ucap Yuri, pada kesempatan sama.

Sayangnya, manusia tidak bisa menghilangkan nyamuk dari muka bumi ini. Hanya saja penyeraran penyakit akibat nyamuk ini bisa dicegah.

"Karenanya, kami terus ingatkan masyarakat dengan promosi kesehatan ini harus digencarkan. Bukan setelah kejadian DBD, jangan diberantas nyamuknya, justru pas sebelumnya itu," simpul Yuri.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini