nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

5 Hal Bikin Jatuh Cinta dengan Cendol, Dessert Manis Berusia 900 Tahun

Pradita Ananda, Jurnalis · Jum'at 19 April 2019 13:01 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 04 19 298 2045522 5-hal-bikin-jatuh-cinta-dengan-cendol-dessert-manis-berusia-900-tahun-bjkCOAixmW.jpg Cendol desert manis berusia 900 tahun (Foto:Mashable)

WALAU sekarang minuman seperti bubble tea, boba tea, atau bingsu sedang naik popularitasnya di Asia Tenggara. Namun tidak bisa disangkal, jauh sebelum itu ada dessert atau makanan penutup dingin klasik yang menjadi pilihan utama setelah makan makanan lezat.

Yup, ialah cendol. Dessert klasik khas Asia Tenggara ini diketahui bahkan sudah berusia hampir 10  abad loh, tepatnya sudah hadir sejak 900 tahun lalu.

Cendol sendiri sebagai sebuah hidangan manis nan menyegarkan, memang banyak dicintai banyak orang dengan berbagai alasan. Apa saja sih sebetulnya alasan jatuh cinta terhadap penganan satu ini? Melansir Seamashable, Jumat (19/4/2019) baca dulu yuk uraian singkat lima alasan kenapa bisa jatuh cinta terhadap sajian cendol di bawah ini.

Baca Juga:

Menantu Jokowi, Selvi Ananda Pakai Selop Mahal saat Nyoblos, Berapa Harganya?

 Pangeran Harry Marah Dengar Ucapan William Tentang Meghan Markle, Kenapa Ya?

1. Rasa dan tampilan visual :

Cendol hadir dengan rasa dan penampilannya yang berbeda, yang mana rahasianya ada pada bahan-bahan yang digunakan. Inilah yang membuat cendol unik dan memuaskan, terlebih bagi orang yang suka makanan dan minuman manis. Untuk cendol, yang dibutuhkan hanyalah jelly hijau, terbuat dari tepung beras, santan, sirup gula aren, dan es serut. Lalu kemudian tinggal dicampur, bahkan bisa ditambahkan bahan pelengkap sebagai topping sesuai selera. Misalnya mulai dari buah durian, jagung, buah-buahan, sampai es krim hingga kacang merah.

  

2. Dessert pokok Asia Tenggara :

Kenapa menjadi makanan penutup pokok? Sebab nyatanya makanan penutup istimewa ini bisa dinikmati di 10 negara Asia Tenggara. Dari Vietnam, Kamboja, Myanmar, Thailand, hingga kota-kota Malaysia, Singapura, Indonesia, Brunei, dan bahkan Timor-Leste, yang mana dihadirkan dalam berbagai bentuk dan variasi. Jadi intinya, tidak ada cara yang salah dan benar untuk menikmati cendol. Anda bisa memilih untuk meminumnya dalam gelas melalui sedotan atau memakannya dalam mangkuk. Bebas saja!

 

3. Klasik :

Merunut catatan sejarah Indonesia, cendol pertama kali disebutkan dalam naskah Kresnayana, yang berasal dari Kerajaan Kediri abad ke-12, di Jawa dengan sebutan nama Dawet. Alih-alih es yang dihancurkan, nah dawet ini disajikan sebagai minuman. Di dalamnya ada jeli beras berwarna hijau. Dalam tradisi budaya Jawa, minuman ini berperan penting dalam pernikahan melalui upacara Dodol Dawet. Acara prosesi adat ini diadakan sehari sebelum pernikahan ketika orang tua pengantin wanita akan menjual minuman dawet kepada tamu dan kerabat. Para tamu kemudian akan membayar orang tua dengan koin terakota, melambangkan penghasilan bagi keluarga. Kepercayaan menyebutkan, bahwa semakin banyak dawet terjual, semakin banyak tamu yang akan menghadiri pernikahan nantinya. Sedangkan dalam catatan sejarah budaya Malaysia, kata cendol pertama kali disebutkan pada tahun 1932 di Proyek Konkordansi Melayu (Malay Concordance Project ) yang telah mencantumkan makanan yang tersedia di Kuala Lumpur saat itu.

 

4. Banyak variasi :

Hadir di banyak negara Asia Tenggara, membuat cendol jadi banyak mempunyai nama sebutan dan juga variasi penyajiannya di masing-masing negara. Di Vietnam, disebut Chè Ba Màu yang berarti "makanan penutup tiga warna" karena metode dalam menyiapkan hidangan, jeli beras hijau dilapisi di atas kacang hijau tumbuk, dicampur oleh kacang merah baru kemudian dicampur dengan es serut dan santan. Metode penyajian Vietnam sama dengan yang di Kamboja. Di Thailand, disebut Lot Chong yang mana hadir sebagai minuman yang disajikan dingin. Di di Indonesia, terutama Kawasan Jawa Timur dan Jawa Tengah minuman ini disebut Es Cendol. Beda lagi dengan di Myanmar, di sini cendol diberi nama Mont Let Saung yang disajikan bersamaan dengan Tahun Baru Burma Mirip dengan Thailand. Dihidangkan dengan cara yang sama hanya dengan satu sendok teh tambahan gula aren, memberikan hidangan penutup ini memiliki penampilan coklat yang unik dan khas. Lalu di Malaysia, cendol disebutkan disajikan seperti hidangan Ais Kacang yang terdiri dari banyak topping seperti jagung, kacang merah, teh susu, sirup, kacang tanah, dan butiran mutiara. Walau berbeda-beda variasinya, namun pada dasarnya hal ini menunjukkan betapa miripnya 10 negara di Asia Tenggara ini dalam hal selera lidah.

 

5. Menjelajah ke seluruh negeri berkat Inggris :

Hasil dari kolonialisasi Inggris, yang disebutkan datang ke kota-kota pelabuhan di Malaya sambil membawa es melalui teknologi kapal berpendingin. Bahkan, pada pertengahan abad ke-19, sudah ada kapal reefer, atau kapal kargo berpendingin. Kapal-kapal ini mampu membawa barang-barang seperti daging sapi beku. Jadi, para sejarawan percaya bahwa orang-orang yang tinggal di kota-kota pelabuhan Melaka, Melaka dan Penang pada waktu itu memiliki akses untuk mendapatkan es, yang pada akhirnya digunakan untuk bereksperimen dengan makanan.

(ndr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini