nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Main Gadget Lebih dari 2 Jam/Hari Bisa Buat Anak-Anak Hiperaktif

Tiara Putri, Jurnalis · Jum'at 19 April 2019 10:16 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 04 19 481 2045477 main-gadget-lebih-dari-2-jam-hari-bisa-buat-anak-anak-hiperaktif-RPmFwJ72N3.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

ANAK-ANAK yang tumbuh di era teknologi seperti sekarang ini sudah tidak asing lagi dengan yang namanya gadget. Bahkan, mereka terbilang piawai mengoperasikan ponsel, tablet, laptop, dan semacamnya. Kendati demikian, orangtua tetap harus memberikan batasan waktu kepada anak-anaknya untuk menggunakan gadget.

Hasil terbaru dalam jurnal PLOS One menemukan anak-anak yang menatap layar gadget, entah itu ponsel, tablet, laptop, maupun televisi, selama lebih dari 2 jam memiliki kemungkinan delapan kali lipat menjadi anak hiperaktif.

Hasil ini didapatkan setelah peneliti mewawancarai kurang lebih 2.427 orangtua yang memiliki anak usia 5 tahun. Para orangtua diberikan pertanyaan seputar perilaku anak dan durasi menatap layar.

Baca Juga: Mengunjungi Tempat Yesus Disalib, Wafat, Dikubur dan Dibangkitkan

Hasilnya, sebagian besar anak-anak menghabiskan waktu 1 jam 24 menit untuk menatap layar setiap hari. Sementara 13% anak menatap layar lebih dari 2 jam. Semakin lama seorang anak menghabiskan waktu di depan layar, maka semakin besar kemungkinan mereka memiliki masalah perilaku yang terkait dengan gangguan attention-deficit atau hyperactivity (ADHD).

Selain itu, anak-anak yang menatap layar lebih dari 2 jam sehari memiliki kemungkinan hampir enam kali lebih besar mengalami masalah perhatian atau fokus.

Dr Bob Patton, dari University of Surrey mengingatkan salah satu faktor yang membuat anak lebih banyak menghabiskan waktu menatap layar dikarenakan orangtua menjadikan gadget sebagai pengasuh elektronik.

Baca Juga: Menantu Jokowi, Selvi Ananda Pakai Selop Mahal saat Nyoblos, Berapa Harganya?


Selain itu, tidak sedikit yang memilih memberikan anaknya gadget untuk bermain atau menonton sesuatu agar tidak ‘direpotkan’. Kebiasaan semacam inilah yang mungkin dapat berkontribusi terhadap pengembangan masalah perilaku anak.

“Orangtua harus mewaspadai kemungkinan anaknya mengalami gangguan perilaku karena terlalu sering menggunakan gadget. Oleh karenanya, orangtua perlu memastikan anak-anaknya terutama yang usianya masih kecil berpartisipasi dalam berbagai kegiatan di luar menatap layar,” ujar Dr Bob seperti yang Okezone kutip dari The Sun.

Dari hasil penelitian juga dikatakan aktivitas fisik di luar ruangan seperti olahraga paling tidak selama 2 jam dapat mengurangi efek negatif bermain gadget. Fakta ini tentunya menganjurkan agar orangtua mendorong anak-anaknya bergerak.

"Menariknya, semakin banyak waktu yang dihabiskan anak-anak untuk berolahraga, semakin kecil kemungkinan mereka menunjukkan masalah perilaku. Berdasarkan hasil ini kami mendukung orangtua mengganti waktu anaknya bermain gadget dengan aktivitas luar ruangan,” tandas Dr Piush Mandhane.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini