nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Perempuan Tangguh Lampung Diajak Besarkan Bisnis Kopi Tanggamus

Dewi Kania, Jurnalis · Sabtu 20 April 2019 19:00 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 04 20 298 2045861 perempuan-tangguh-lampung-diajak-besarkan-bisnis-kopi-tanggamus-HPh9YvHuA1.jpg Petani kopi (foto: Inquirer Business)

SEBAGAI salah satu wilayah penghasil kopi terbaik di Indonesia, semua masyarakat di Lampung terlihat membesarkan usahanya. Termasuk kaum perempuan, yang setiap hari mereka menanam, memanen sampai menjualnya langsung ke tangan konsumen.

Di Lampung biji kopi yang terkenal enak adalah jenis robusta. Setiap menyesap secangkir kopi ini sangat nikmat tiada tara. Rasanya sangat khas dengan citarasa pahit menggoda.

Tak heran kalau kopi tersebut laku di pasar nasional sampai ke mancanegara. Agar memudahkan penjualan biji kopi tersebut, kaum perempuan di Lampung memanfaatkan koperasi dengan sebutan Koperasi Sri Kandi.

 BACA JUGA : 4 Perempuan Indonesia dengan Prestasi di Panggung Dunia, Inspiratif seperti Kartini

Koperasi menampung usaha perempuan yang memproduksi kopi di Tanggamus, Lampung. Agar lancar, mereka diajak kerja sama dengan Korea Midland Power (KOMIPO).

Presiden Direktur Kotra Kim Byung-sam hadir langsung ke Lampung untuk melihat usaha para perempuan tangguh di sana. Dia pun ditemani Presiden Direktur KOMIPO Zulfadli, Sri Kandi, serta pejabat setempat di lingkungan perindustrian dan koperasi.

 

"Proyek OVOP adalah New Southern Policy pemerintah Korea Selatan yang baru dalam mengupayakan kerja sama winwin solution," ucap Kim Byung-sam lewat keterangan persnya, Sabtu (20/4/2019).

Menurutnya, program tersebut bisa membawa keuntungan lebih bagi para enterpreuner di Indonesia. Apalagi pada 2013, Presiden Indonesia dan Presiden Korea Selatan mengadopsi deklarasi para pemimpin bersama untuk memperluas kerja sama bilateral.

 BACA JUGA: 5 Sopir Truk Cantik dan Seksi, Siapa yang Pengin Diangkut?

Sebelumnya, program tersebut diadakan pada tahun 2015 hingga 2018, mendukung beberapa koperasi di Lombok dan Yogyakarta, Jawa Tengah, dan Bali. Dengan ini, para pengusaha akhirnya mendapat keuntungan lebih besar. Serta produk pangan lokal bisa dikenal sampai ke dunia.

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini