nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kasus Kanker Serviks Indonesia Terbanyak Kedua di Dunia

Aris Wardani, Jurnalis · Sabtu 20 April 2019 17:22 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 04 20 481 2045895 kasus-kanker-serviks-indonesia-terbanyak-kedua-di-dunia-B3DsvqBIQ9.jpg (Foto : All4women)

Penyakit reproduksi bisa dicegah bila kita memahami dengan benar seluk beluk penyakit tersebut. Namun sayangnya, pemahaman masyarakat akan tentang penyakit kanker serviks masih minim.

Kanker serviks adalah kanker akibat pertumbuhan abnormal sel-sel di leher Rahim yang mengakibatkan pertumbuhan tumor. Tumor yang ganas menyebabkan terjadinya kanker.

Hampir seluruh kasus kanker serviks disebabkan oleh virus HPV (Human Papiloma Virus). Ada ratusan jenis virus HPV, namun hanya 14 jenis yang mendapatkan kanker. 70% dari kejadian kanker serviks disebabkan oleh virus HPV tipe 16 dan 18. Di Indonesia, sudah terdapat vaksin untuk kedua jenis virus tersebut. Vaksin ini diberikan pada wanita usia 9-55 tahun sebagai pencegahan kanker serviks.

Jumlah kasus kanker serviks di Indonesia yang dilaporkan pada tahun 2016 mencapai 348.809 kasus. Sementara menurut laporan Global Cancer Observatory di tahun 2018, diperkirakan terdapat 32.469 kasus per tahun kanker serviks di Indonesia, dengan angka kematian mencapai 18.279 orang. Angka ini yang membuat Indonesia menduduki urutan kedua kasus kanker serviks terbanyak di dunia.

seminar

Kanker serviks juga merupakan kanker kedua terbanyak di Indonesia yang menyerang perempuan setelah kanker payudara. Ironisnya, 80% dari penderita kanker serviks datang dalam stadium lanjut, dan 94% pasien dari kasus tersebut meninggal dalam 2 tahun.

Hal ini disebabkan karena infeksi HPV sering tidak memiliki gejala apapun pada stadium awal. Namun ketika gejala-gejala telah muncul, seperti pendarahan tidak wajar pada vagina, nyeri pada panggul, siklus menstruasi tidak teratur, nyeri saat berhubungan seksual, badan lemas dan berat badan turun, cairan vagina berbau tidak normal dan salah satu kaki membengkak, bisa jadi kanker serviks telah memasuki stadium lanjut.

Dokter Adyana Esti saat ditemui Okezone pada Sabtu (20/4/2019), Tangerang, mengatakan pencegahan kanker serviks dapat dilakukan dengan tes pap smears. Menurutnya ini sangat penting karena HPV dengan mudah diidentifikasi dengan melakukan tes pap smears.

“Selain itu, bagi yang berusia dibawah 26 tahun, Anda disarankan memperoleh vaksin HPV yang melindungi tubuh dari 2 jenis HPV, yakin HPV 16 dan HPV 18, yang dapat menyebabkan kanker serviks. Hindari pula seks tanpa pengaman dan berganti-ganti pasangan, makanan berpola seimbang, rajin olahraga, berhenti merokok dan minum alkohol, serta membatasi paparan zat berbahaya seperti polusi, makanan instan dan pestisida”. jelasnya.

(hel)

GRATIS! Uji kesiapanmu menghadapi SBMPTN 2019 di Tryout SBMPTN Online 2019. Daftar dan login DI SINI

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini