nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kenali Efek Samping Filler, Stroke Sampai Buta Permanen

Amanda Rahmadianti Syafira, Jurnalis · Senin 22 April 2019 08:30 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 04 22 481 2046281 intip-efek-samping-filler-stroke-sampai-buta-permanen-uJVU0bVVjI.jpg Ilustrasi (Foto: Inviocare)

Kecantikan memang sangat penting untuk dimiliki oleh perempuan, entah itu kecantikan dalam atau pun kecantikan luar (fisik). Banyak dari perempuan demi mendapatkan kecantikan fisik yang mereka inginkan, mereka melakukan perawatan kecantikan.

Perawatan kecantikan memang salah satu kegiatan yang sedang digandrungi oleh para wanita. Ini mereka lakukan agar mendapatkan kecantikan yang yang sesuai dengan apa yang mereka mau, seperti mempertebal bibir yang tipis dengan memasukkan filler ke dalam bibir mereka.

Namun tahukah Anda bahwa selain dapat memperindah bibir dan membuatnya terlihat lebih seksi, ternyata memasukkan filler ke dalam bibir dapat menyebabkan penyakit yang sangat berbahaya bagi tubuh.

Dokter kosmetik terkemuka Tijion Esho, pendiri Klinik Esho, mengatakan orang-orang dapat menyebabkan kerusakan pada diri mereka sendiri dengan memasukkan filler ke dalam tubuh.

 Baca Juga: 5 Dokter Super Cantik yang Berprestasi, Yakin Gak Mau Check Up?

"Dari hematoma ke infeksi, abses dan nekrosis jaringan (di mana pembuluh darah tersumbat dengan filler yang dimasukkan ke dalam tubuh sehingga menyebabkan jaringan di daerah itu mati). Orang bisa menjadi buta dan menderita stroke. Ada risiko infeksi dan bisa sampai mengalami cacat secara permanen," ungkapnya.

Dokter Esho, dokter residen di E4 Body Fixers, memperingatkan orang-orang yang tergolong masih muda sekarang mudah dipengaruhi oleh media sosial. Dia mengatakan banyak orang yang tidak percaya diri tergiur oleh bibir para selebriti yang terlihat penuh, tebal, dan seksi. Banyak yang sedang mencoba untuk mengikutinya tanpa meneliti risiko-risiko yang akan ditimbulkan.

"Banyak pasien yang membawa beberapa gambar selebriti sebagai referensi, salah satunya adalah Kardashian yang paling umum. Lebih parah lagi, sekarang pasien menampilkan foto diri mereka sendiri yang telah diubah dengan filter untuk membuat mereka terlihat lebih baik dari diri mereka yang sekarang," ujar dr. Esho, anggota dari Royal College of Surgeons dan Royal College of General Practitioners.

 Baca Juga: Wisatawan Asing Dapat Perlakuan Khusus di Borobudur

Tetapi dia memperingatkan bahwa karena industri ini sangat baru, itu tidak diatur dengan benar dalam perundang-undangan, menyebabkan orang-orang yang tidak memenuhi syarat atau bukan ahlinya menyuntikkan filler tersebut. Ini berarti terapis atau ahli kecantikan yang tidak terlatih dapat terus melakukannya, bahkan jika mereka melakukan kesalahan, karena tidak ada badan yang mengatur tentang hal itu.

"Klien harus berada di tangan seorang profesional medis yang dapat meresepkan dan bertindak secara independen. Sebagai tenaga medis, kami bertanggung jawab, jika saya melakukan sesuatu yang salah, pasien dapat menghubungi GMC (General Medical Council) dan saya bisa kehilangan lisensi saya. Berbeda lagi dengan badan non-medis, tidak ada badan yang mengaturnya," pungkasnya.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini