Niat Ingin Tampil Cantik, Wanita Ini Justru Terlihat Mirip Setan

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Senin 22 April 2019 07:02 WIB
https: img.okezone.com content 2019 04 22 612 2046223 niat-ingin-tampil-cantik-wanita-ini-justru-terlihat-mirip-setan-jx39bCi11W.png Tato Alis (Foto: Vt)

SEMUA wanita di seluruh dunia pasti menginginkan wajah yang cantik dan berseri. Alhasil beberapa cara pun kerap dilakukan para wanita agar terlihat cantik di hadapan banyak orang. Sayangnya tidak semua cara yang dilakukan agar terlihat cantik bisa dilakukan dengan sempurna. Beberapa kesalahan mungkin saja terjadi dan mengakibatkan sesuatu yang fatal.

Seperti wanita yang satu ini. Ia mengalami infeksi yang sangat mengerikan setelah proses microbladingnnya mengalami kesalahan. Wanita yang tidak ingin identitasnya tidak diketahui banyak orang muncul dalam sebuah acara televisi di Amerika serikat.

Baca juga :

Wanita ini telah membagikan pengalamannya sebagai cara untuk memperingatkan orang lain akan bahaya microblading bagi kesehatan tubuh. Ia juga berpesan supaya masyarakat untuk lebih memperhatikan saran medis sebelum melakukan tindakkan yang berfungsi sebagai satu cara untuk mempercantik diri.

Sebagaimana diketahui, microblading adalah teknik tato yang digunakan untuk meningkatkan volume dan mengisi alis yang tidak rata. Metode ini melibatkan penggunaan alat yang terbuat dari jarum kecil untuk menyuntikkan pigmen semi permanen ke dalam kulit. Jika dilakukan dengan benar, maka perawatan ini akan membuat seseorang memiliki alis yang tampak lebih alami dan penuh.

Namun, kasus seperti yang menimpa wanita satu ini mungkin bisa saja terjadi. Menurutnya penyebab utama infeksi menunjukkan bahwa instrument yang digunakan tidak sesuai dengan prosedur atau tidak disetrilkan dengan benar. Ada pula faktor lain yang menyebabkan terjadinya hal ini seperti kulit pelanggan yang tidak bersih.

Seorang dokter kecantikan sekaligus presenter acara, dr. Travis Stork mengatakan metode ini jelas tidak ditunjukkan untuk menyebabkan infeksi atau luka bagi para pemakainya. Hal ini bisa saja terjadi kepada seseorang apabila mengalami faktor prosedur yang salah.

"Microblading adalah tato kosmetik yang dimiliki orang-orang di mana sedikit, halus, seperti torehan bulu dibuat di kulit dan kemudian tinta tato diterapkan. Itu tidak dimaksudkan untuk mengisi celah-celah pada alis Anda. Jelas ini bukan yang ingin dilakukan seseorang. Dalam hal ini saya piker yang terjadi adalah wanita ini memiliki dua faktor risiko itu," terang dr. Stork, sebagaimana dilansir VT, Senin (22/4/2019).

Lebih lanjut der. Stork mengatakan bahwa goresan pada kulit dari alat yang tidak steril akan menjadi peluang yang bagus untuk bakteri. Hal ini bisa terjadi pula pada permukaan kulit yang tidak dibersihkan terlebih dahulu sebelum melakukan microblading. Hal lainnya bisa juga karena alergi manusia terhadap pewarna.

"Membuat goresan pada kulit akan membuat celah yang bagus bagi masuknya kuman dan bakteri. Hal ini bisa terjadi apabila seseorang menggunakan alat yang tidak steril atau kulit yang tidak dibersihkan dengan benar hingga adanya potensi bakteri dna infeksi. Yang kedua, bisa saja wanita ini kurang beruntung karena tubuhnya mengalami alergi karena pewarna," lanjutnya.

Dokter Stork sendiri selalu menyarankan masyarakat untuk mengindari penggunaan tato kosmetik wajah jika mereka alergi terhadap pewarna rambut atau tato yang mungkin sudah mereka miliki. Dia juga menekankan bahwa sangat penting untuk melakukan prosedur lingkungan yang berlisensi dengan seseorang yang telah memiliki sertifikasi.  

(ren)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini