nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bicara Sampah Plastik, Dian Sastro Sebut Manusia di Ambang Kiamat

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Senin 22 April 2019 19:38 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 04 22 612 2046656 bicara-sampah-plastik-dian-sastro-sebut-manusia-diambang-kiamat-yang-dibuat-sendiri-XgYuPHsN7x.jpeg Dian Sastro bicara soal dampak sampah plastik (Foto: Dimas/Okezone)

Isu sampah plastik kian memprihatinkan. Tak terkecuali di Indonesia. Menurut data yang dikeluarkan oleh lembaga dan organisasi pemerhati lingkungan, pada tahun 2018 sampah di TPA diketahui sudah mencapai batas maksimum.

Ironisnya, 80% dari sampah tersebut adalah sampah plastik yang tidak dapat terurai dan mengandung zat kimia jahat. Tumpukan sampah plastik inilah yang pada akhirnya akan dibuang ke laut melalui sungai dan kanal.

Jika terus dibiarkan, keindahan laut kita tentu akan segera tertutup oleh tumpukan sampah. Tanpa kita sadari, saat kini perlahan-lahan sedang membunuh ekosistem hewan dan organisme laut yang tinggal di dalamnya. Tidak hanya kesehatan alam yang kita rusak, tetapi juga kesehatan kita sendiri.

Menanggapi isu tersebut, artis cantik Dian Sastrowardoyo pun sampai melontarkan sebuah kalimat menohok saat menjadi pembicara dalam acara peluncuran 'Laut Kita Exhibition' besutan Sejauh Mata Memandang. Ia mengatakan, jika masyarakat tidak memiliki kesadaran untuk mengubah pola pikir dan gaya hidup, lambat laun justru akan membawa dampak yang sangat besar bagi kehidupan.

Dian Sastro

“Melihat paus yang mati terdampar di Wakatobi beberapa waktu adalah contoh kasus yang seharusnya membuka mata kita. Kita tuh sekarang ada di ambang kiamat, kiamat yang kita buat sendiri,” tutur Dian Sastrowardoyo di Plaza Indonesia, Jakarta Pusat, Senin (22/4/2019).

Dian tidak memungkiri bahwa dirinya baru mengetahui bahaya sampah plastik setelah berdiskusi dengan para pegiat isu lingkungan. Dari informasi yang ia dapatkan itu, Dian pun secara perlahan mulai mengubah gaya hidupnya dan lebih berhati-hati dalam penggunaan benda-benda berbahan plastik.

dian sastro

Hal ini tidak terlepas dari sebuah fakta yang menyebutkan bahwa, tidak semua sampah plastik dapat didaur ulang.

"Aku baru tau, tidak semua sampah yang di bawa ke TPA bisa di daur ulang. Yang berhasil didaur ulang itu cuman 1 %. Apa kabar dengan sampah yang lain? Di mana semua sampah itu? Ternyata semuanya ada di alam kita, terutama lautan," tegas ibu dua anak itu.

"Kalau saya tidak mengubah gaya hidup saya sekarang, saya tuh sama saja lagi ngeracunin anak cucu saya. Saya racuni dengan sampah plastik yang sudah bermutasi pada ikan-ikan dan makanan lautnya," timpalnya.

Pernyataan Dian itu bukan tanpa alasan. Berdasarkan penjelasan Tiza Mafira, selaku Direktur Eksekutif GIDKP (Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik), plastik memang tidak bisa diurai, namun bisa pecah menjadi nano dan mikro plastik.

Jika terus mencemari lautan, bukan tidak mungkin dalam beberapa tahun ke depan kita menghadapi berbagai masalah kesehatan yang disebabkan dari makanan-makanan laut.

"Sebagai gambaran saja, menurut prediksi para peneliti, tahun 2050 nanti jumlah sampah plastik di lautan itu lebih banyak dari ikan-ikan dan biota laut lainnya. Ini menjadi isu penting yang harus kita tanggulangi bersama," tukas Tiza.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini