nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Begini Cara Desainer Tina Andrean Lestarikan Budaya Batik

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Selasa 23 April 2019 16:01 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 04 23 194 2047000 begini-cara-desainer-tina-andrean-lestarikan-budaya-batik-RPdb9AoVZ9.jpeg Batik nusantara (Foto: M.Sukardi/Okezone)

SENYUMNYA merekah saat Okezone menyapa di The Sultan Hotel and Residence Jakarta. Sapaannya pun ramah sembari melihat-lihat koleksi batik yang akan dipamerkan di acara Heritage Culture: Budaya Batik Pusaka.

Adalah Desainer Tina Andrean. Perempuan ini mulai bercerita bagaimana dirinya tertarik pada batik yang tak lain dan tak bukan warisan bangsa Indonesia.

Menurut penuturannya, dia sudah mulai mencintai batik sudah lama sekali dan "virus" itu dia tularkan ke keluarganya. Lama kelamaan, "virus" tersebut menetap dan kini akhirnya menjadi bagian dalam kehidupan Tina Andrean.

Baca juga : Suka Pakai Rok Mini, Gamers Seksi Nixia Sering Bikin Gagal Fokus

"Saya mengajak suami, anak, menantu, semua, untuk mencintai batik. Ini adalah warisan Indonesia yang sangat bernilai tinggi. Itu kenapa juga akhirnya saya berkomitmen untuk terus mengenalkan batik ini ke banyak orang, termasuk dunia internasional," cerita Tina dengan ramah, dalam Budaya Batik Pusaka di The Sultan Hotel and Residence Jakarta, Selasa (23/4/2019).

Tina melanjutkan, ada satu hal yang kemudian dia yakini sebagai sesuatu yang menarik. Tina setiap hari Minggu akan mengenakan batik di keseluruhan kegiatannya hari ini. Ini dia lakukan sebagai bentuk dedikasi dan tugasnya menyampaikan pesan keindaham batik itu sendiri.

"Saya setiap hari Minggu pasti pakai batik. Mau kegiatan apa aja, kalau hari Minggu, outfit saya pasti batik. Ini sudah saya lakukan sejak lama dan keluarga saya menirunya. Jadi, sekarang semuanya kalau hari Minggu pakai batik," tutur desainer yang terkenal akan pakaian wedding-nya.

Tidak hanya itu, penggunaan batik juga diyakini Tina sebagai bentuk tugas dirinya di sosial. Batik adalah sesuatu yang luar biasa indah dan ini adalah warisan bangsa yang tidak bisa ditukar dengan apa pun. Tina juga memaknai batik sebagai sesuatu yang bisa menunjukan kecantikan perempuan Indonesia.

Dia mengakui kalau sampai saat ini masih terus mempelajari batik dari seluruh Indonesia. Tapi, dengan upaya mengenalkan pada masyarakat dengan dia pakai langsung, bagi Tina, itu jauh lebih berarti. "Kalau kamu mengajarkan orang tentang suatu hal, tapi kamu tidak melakukannya, itu tandanya kamu belum cinta. Menurut saya, dengan saya mengenakan batik, itu menjadi bukti juga kalau saya benar menghargai bangsa dan orang-orang akan dengan sendirinya belajar dari apa yang sudah saya lakukan," sambungnya.

#Ada batik dari tahun 1930

 

Pada Okezone, Tina menunjukan salah satu koleksi batik tradisional-nya yang terbilang berusia sangat tua. Batik tersebut ialah Kain Panjang Banyumasan Latar Tanahan (1930). Batik tersebut dia dapatkan dari kolektor.

"Batik tua itu luar biasa. Kita bisa belajar bagaimana pembuat batik ini benar-benar memberikan nyawanya pada selembar kain. Bisa lihat sendiri, setiap motif yang tertuang di kain sangat detail dan penuh makna. Ini juga alasan saya bangga memiliki kain batik Indonesia," sambungnya.

Selain itu, menurut Tina, untuk bisa melestarikan batik di masyarakat modern seperti sekarang, harus ada penerus bangsa yang mau mendedikasikan dirinya pada salah satu harta terindah Indonesia ini. Itu kenapa kini Tina mulai menciptakan rasa baru dari batik itu sendiri atau kebaya yang lebih modern.

"Bagi saya, esensi batik dan kebaya sangat luar biasa. Tapi, konsep dari dua item fashion ini akan tetap hidup ketika desainer me-modernisasikan mereka. Nah, cara saya memodernkan batik dan kebaya bisa dilihat dari koleksi busana teranyar saya di peragaan busana hari ini. Di situ saya coba menuangkan ide saya dan semoga banyak yang menerima," tambahnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini