nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jadi The Rising Star di Pariwisata Indonesia, Sulut Gelar 14 Event Sepanjang 2019

Utami Evi Riyani, Jurnalis · Selasa 23 April 2019 17:31 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 04 23 406 2047046 jadi-the-rising-star-di-pariwisata-indonesia-sulut-gelar-14-event-sepanjang-2019-5HHBd2u3g1.jpg Launching Calender of Event Sulawesi Utara (Foto: Kemenpar)

Sulawesi Utara mencatatkan sebagai provinsi dengan pertumbuhan pariwisata tertinggi di Indonesia. Dari 2015 hingga 2018, tercatat kenaikan kunjungan wisatawan di Sulawesi Utara mencapai 600 persen.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, Sulawesi Utara berada di urutan pertama soal pertumbuhan pariwisata dibandingkan provinsi lain. Sebagai langkah apresiasi, Kementerian Pariwisata pun akan memberikan penghargaan pada 25 April mendatang.

"Mulai 2015 sampai 2018 wisatawan di Sulawesi Utara naik dari 20 ribu menjadi 120 ribu. Jadi naiknya enam kali lipat, 600 persen. Jadi tidak ada kota di Indonesia yang tumbuh seperti itu. Nanti Sulut akan mendapat penghargaan The Rising Star Tourist Destination 2019," ujar Arief Yahya dalam peluncuran Calendar of Event Sulawesi Utara 2019 di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Jakarta Pusat, Senin, 22 April 2019.

Pertumbuhan pariwisata di Sulawesi Utara meningkat cukup tajam sejak 2015 di mana saat itu hanya ada 20 ribu wisatawan yang berkunjung. Tahun 2016, kunjungan wisatawan melonjak 100 persen menjadi 40 ribu. Kemudian 2017 meningkat 100 persen menjadi 80 ribu, dan pada 2018 tercatat ada 120 ribu kunjungan wisatawan.

 Baca Juga: 5 Rekomendasi Cafe dan Coffee Shop untuk Baca Buku di Jakarta, Cozy Banget!

Sekretaria Daerah Sulut, Edwin Silangen yang mewakili Gubernur Sulut menyambut baik dukungan dari Kemenpar. Ia mengungkapkan laju pariwisata di Sulut memang mengalami lonjakan yang cukup drastis dari tahun ke tahun.

Mendukung pertumbuhan pariwisata tersebut, Sulut akan menggelar 14 festival atau event selama 2019 dengan tiga di antaranya masuk ke dalam 100 Calendar of Event 2019 skala nasional. Ketiga festival tersebut adalah Festival Bunaken, Pesona Selat Lembeh, dan Tomohon Internasional Flower Festival.

"Dalam pelaksanaan ketiga event ini nantinya akan menampilkan produk unggulan dari daerah dan pentas seni dari Sulut. Marine tourism sebagai eco tourism, karnaval, yang semuanya itu dimaksudkan untuk mengembangkan pariwisata serta meningkatkan citra Sulut," ungkap Edwin.

 Baca Juga: Gianyar Ditetapkan Sebagai Kota Kerajinan Dunia

Festival yang masuk ke dalam Calendar of Event nasional, dijelaskan oleh Arief Yahya harus memiliki rumus 3C: Creative Value, Commercial Value, dan Communication value. Untuk Creative Value artinya musik, busana, dan koreografernya harus tingkat nasional. Sementara untuk Commercial Value mengedepankan pada jumlah event linier dengan pendapatan per kapita.

"Yang sering dijadikan cotoh ada tiga, Banyuwangi, Malang, dan Manado. Tiga kota yang pertumbuhan pariwisata dan ekonominya bagus. Saya harapkan ini meningkatkan pendapatan per kapita," kata menteri kelahiran Banyuwangi itu.

Sedangkan untuk Communication Value, artinya mempromosikan event-event secara besar-besaran. Dari jumlah anggaran yang ada, Menpar menyarankan pemimpin daerahnya mengalokasikan 50 persen ke event dan 50 persen lagi ke promosi.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini