nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Hampir Mirip, Kenali Beda Gejala Penyakit Jantung dan Maag

Agregasi Koran Sindo, Jurnalis · Selasa 23 April 2019 16:30 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 04 23 481 2047018 hampir-mirip-kenali-beda-gejala-penyakit-jantung-dan-maag-GFK3IxYALh.jpg Ilustrasi (Foto: Thehealthsite)

Keluhan sesak napas, ulu hati perih, mual dan muntah, serta sakit yang menjalar ke punggung merupakan gejala umum yang dirasakan ketika sakit maag menyerang.

Masalahnya, keluhan ini terkadang mirip dengan penyakit jantung koroner. Ini adalah penyumbatan atau penyempitan pada pembuluh darah koroner akibat kerusakan lapisan dinding pembuluh yang diikuti penebalan dan kekakuan pembuluh tersebut (aterosklerosis) disertai penumpukan plak kolesterol.

Untuk membedakannya, keluhan penyakit jantung koroner biasanya dada sesak, terasa tertindih, rasa berat di dada saat beraktivitas atau berbaring. Sakit dada ini juga akan menjalar ke lengan, pundak leher, rahang, hingga punggung. Jika sesak atau sakit dada, penderita juga akan berkeringat.

Menurut dr Hendra Nur jadin, SpPDKGEH, diagnosis sakit jantung koroner bisa ditegakkan bila dua dari tiga kriteria WHO terpenuhi, yaitu keluhan klinis, gambaran khas EKG, dan peningkatan kadar enzim jantung (CK, CKMB, dan troponin). Penderita juga hendaknya mengenali faktor risiko penyakit jantung koroner yang meliputi riwayat keluarga, usia (laki-laki > 45 tahun, wanita > 55 tahun), jenis kelamin, hiper kolesterol, diabetes, darah kental, serta gaya hidup tidak sehat seperti merokok, kurang olahraga, diet tidak sehat, dan obesitas.

jantung

Adapun untuk memastikan kondisi yang dialami benar sakit maag , dr Hendra menyarankan untuk minum obat sakit maag. Bila hanya sakit maag, biasanya keluhan akan reda.

“Tetapi bila berlanjut, harus periksa ke dokter, karena bagi awam gejalanya hampir sama dengan serangan jantung,” papar dr Hendra dari RS Pondok Indah-Puri Indah.

Selain itu, bila karena maag ada penyebabnya, misalnya telat makan. Keluhan telat makan biasanya muncul pada usia di bawah 45 tahun dan sudah ada keluhan klinis sebelumnya, lalu mengonsumsi makanan pencetus tersebut.

“Tetapi jika masih ragu, apalagi setelah diberi obat maag tidak membaik, sebaiknya ke rumah sakit,” katanya.

maag

Beberapa faktor risiko penyakit maag di antaranya pola makan, jenis makanan, obat-obatan atau jamu-jamuan, stres, pola hidup (pola BAB, merokok, alkohol/soda, obesitas), serta penyakit dasar lain seperti diabetes, gagal ginjal, gagal jantung, gangguan fungsi liver, batu empedu, dan penyakit pankreas.

Sekadar informasi, maag bukanlah istilah medis. Asal-usul kata ‘maag ’ berasal dari bahasa Belanda, de-maag, yang artinya ‘ lambung ’. Keluhan sakit maag terutama berhubungan dengan gangguan asam lambung, gas lambung, dan gerakan lambung, serta adanya infeksi bakteri Helicobacter pylori.

Organ lain yang dapat menyerupai keluhan maag yaitu pankreas, saluran empedu, dan jantung. Berbeda dengan maag, GERD (gastro-esophageal reflux disease ) merupakan penyakit yang menyebabkan keluhan sakit maag dengan keluhan utama berupa sendawa, heart burn (rasa panas di belakang dada).

“GERD ialah gangguan berupa isi lambung mengalami refluks berulang ke dalam esofagus, menyebabkan gejala atau komplikasi yang mengganggu,” beber dr Hendra.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini