Hari Buku Sedunia, Kenapa Harus Diperingati?

Amanda Rahmadianti Syafira, Jurnalis · Selasa 23 April 2019 14:05 WIB
https: img.okezone.com content 2019 04 23 612 2046968 hari-buku-sedunia-kenapa-harus-diperingati-VMZMCoDn2d.jpg Ilustrasi (Foto: Ellelauri)

Ada pepatah mengatakan buku adalah jendela dunia, oleh sebab itu buku merupakan suatu alat yang penting sebagai sumber ilmu yang tak pernah kering sepanjang masa.

Dengan membaca buku kita akan menambah pengetahuan tentang apa yang ada dan sedang terjadi di dunia ini, sehingga banyak keistimewaan yang akan kita dapatkan dari membaca buku. Dengan Banyaknya manfaat yang didapatkan dari membaca buku ini membuat United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) memutuskan untuk menetapkan adanya Hari Buku Sedunia.

Hari Buku Sedunia dirayakan oleh UNESCO dan organisasi terkait lainnya setiap tahun pada tanggal 23 April yang jatuh tepat pada hari ini. Hari Buku Sedunia atau kita juga bisa menyebutnya sebagai Hari Hak Cipta ini, merupakan kesempatan untuk mempromosikan rasa gembira saat membaca buku dan seni membaca.

Tanggal 23 April dipilih oleh UNESCO untuk memberi penghormatan kepada tokoh-tokoh sastra besar termasuk William Shakespeare, Miguel Cervantes dan Inca Garcilaso de la Vega yang meninggal pada hari ini. Tanggal ini ditetapkan untuk pertama kalinya pada tahun 1995 di UNESCO General Conference, yang diadakan di Paris, untuk menghormati penulis dan buku di seluruh dunia.

buku

Tujuan diperingatinya Hari Buku Sedunia untuk mengenali ruang lingkup buku yang dipandang sebagai penghubung antara masa lalu dan masa depan, dan jembatan antara budaya dan generasi.

Pada hari ini, UNESCO dan organisasi yang mewakili penerbit, penjual buku, dan perpustakaan memilih Pusat Buku Dunia untuk tahun 2019, yaitu di Sharjah, UEA. Selanjutnya di tahun 2020, Kuala Lumpur, Malaysia dipilih sebagai Pusat Buku Dunia.

Melalui hari ini, UNESCO bertujuan untuk merayakan kreativitas, keragaman dan akses yang mudah untuk medapatkan pengetahuan. Hari ini telah menjadi platform bagi orang-orang di seluruh dunia dan terutama para pemangku kepentingan industri buku seperti penulis, penerbit, guru, pustakawan, lembaga publik dan swasta, LSM kemanusiaan dan media massa untuk bersama-sama mempromosikan dan membantu semua orang untuk memiliki akses yang mudah ke sumber pendidikan ini.

Audrey Azoulay, Direktur Jenderal UNESCO merangkum tema Hari Buku Sedunia tahun 2019 melalui kata-kata ini; “Buku adalah bentuk ekspresi budaya yang hidup dari bahasa yang sudah dipilih. Setiap publikasi dibuat dalam bahasa yang berbeda dan ditujukan untuk pembaca yang sesuai dengan bahasanya tersebut. Dengan demikian, sebuah buku ditulis, diproduksi, dipertukarkan, digunakan, dan dihargai dalam latar bahasa dan budaya tertentu. Tahun ini kami menyoroti dimensi penting ini karena 2019 ditandai sebagai Tahun Internasional Bahasa Pribumi, untuk menegaskan kembali komitmen masyarakat internasional dalam mendukung masyarakat adat untuk melestarikan budaya, pengetahuan dan hak-hak mereka."

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini