nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sambut Hari Tari Sedunia, 5.000 Jaranan di Solo Siap Pecahkan Rekor Muri

Agregasi Solopos, Jurnalis · Rabu 24 April 2019 14:42 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 04 24 406 2047447 sambut-hari-tari-sedunia-5-000-jaranan-di-solo-siap-pecahkan-rekor-muri-pmCB30pXX9.jpg Peserta menampilkan Tari Gambyong Pareanom pada Solo Menari 2018 (Foto: Solopos)

Sebanyak 5.000 pelajar se-Kota Bengawan akan ikut memeriahkan gelaran tahunan Hari Tari Sedunia, Senin (29/4/2019) mendatang. Ribuan siswi SD dan SMP itu bakal menari jaranan dengan tiga formasi khusus. Aksi tersebut juga akan dimasukkan Museum Rekor-Dunia Indonesia (Muri).

Kepala Dinas Kebudayaan (Disbud) Kota Solo, Kinkin Sultanul Hakim, mengatakan sebelum menunjukkan aksi terbaik, mereka berlatih di masing-masing rayon di tingkat kecamatan selama sebulan terakhir.

Mengundang pelatih khusus, latihan kemudian dilakukan bersama-sama di tingkat kota pada Kamis 18 April 2019 kemarin. Kinkin mengatakan latihan bersama tingkat kota bakal dilakukan empat kali. “Ribuan siswa itu akan menarikan tari kuda-kuda, tari jaranan, dan lagu dolanan jaranan. Penampilan dilakukan Senin pekan depan sekitar pukul 15.00 di Stadion Sriwedari,” kata dia, kepada wartawan belum lama ini.

tari

Tiga formasi khusus yang akan ditampilkan meliputi kepulauan Indonesia, tulisan Solo Kota Budaya dan Hari Tari Dunia 2019. Seluruhnya merupakan apresiasi pemkot terhadap seni budaya Indonesia, kebanggaan sebagai warga Solo, dan perayaan Hari Tari Dunia.

“Tahun lalu, kami juga menggelar kegiatan yang sama. Bedanya tarian yang dibawakan adalah tari gambyong,” ucapnya. Kinkin mengatakan event tahun ini lebih banyak melibatkan generasi muda lantaran ingin menyiapkan generasi penerus tari asli Indonesia, khususnya Solo.

“Dari ribuan penari, pasti adalah yang memiliki bakat. Setelah tampil, bakat mereka bisa lebih dikembangkan lagi,” pungkasnya. Di sisi lain, pada event yang sama Institut Seni Indonesia (ISI) Solo akan menghadirkan pentas 24 jam penuh oleh enam penari. Dua di antara mereka merupakan seniman senior Solo, yakni Pangarso Kabudayaan Paguyuban Kusuma Hondrowina Keraton Kasunanan Surakarta, Sri Hadi dan pengajar ISI Solo, Darmasti.

Ketua Umum Hari Tari Sedunia 24 jam menari, Eko Supriyanto, mengatakan empat penari lain adalah penari muda yang berasal dari Yogyakarta, Denpasar, Sukabumi, dan Banjarmasin.

“Beberapa tempat yang menjadi lokasi pertunjukan tari di Kampus ISI Solo di antaranya Pendopo, Teater Besar, Teater Kecil, hingga halaman Gedung Rektorat,” kata dia, Senin (22/4/2019). Dalam acara tersebut juga ditampilkan bergantian 600an jenis tari yang oleh 175 grup tari.

(hel)

GRATIS! Uji kesiapanmu menghadapi SBMPTN 2019 di Tryout SBMPTN Online 2019. Daftar dan login DI SINI

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini