nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bahayanya Dampak Kelelahan yang Dialami Petugas KPPS hingga Telan 119 Korban

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Rabu 24 April 2019 08:32 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 04 24 481 2047280 bahayanya-dampak-kelelahan-yang-dialami-petugas-kpps-hingga-telan-119-korban-WkeMDh2NsR.jpg Ilustrasi (Foto: Arif Julianto/ Okezone)

Pesta demokrasi Pemilu Presiden (Pilpres) 2019 telah usai. Namun sayangnya, dampak dari pesta demokrasi ini masih menghantui masyarakat Indonesia, terutama menyangkut masalah kesehatan yang dialami para petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).

Menurut data yang dikeluarkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU), hingga Selasa, 23 April 2019, jumlah petugas KPPS yang meninggal dunia bertambah menjadi 119 orang. Pasca Pilpres 2019, masyarakat Indonesia memang sempat dihebohkan kabar meninggalnya petugas KPPS dari berbagai daerah. Sebagian besar kasus tersebut dikaitkan dengan kondisi korban yang kelelahan.

Dekan FKUI Prof Dr dr Ari Fahrial Syam, SpPD, menjelaskan bahwa dalam beraktivitas waktu manusia idealnya terbagi menjadi tiga. Sepertiga untuk bekerja keras, sepertiga untuk bekerja ringan, dan sisanya untuk beristirahat termasuk tidur.

“Kalau pola ini dilanggar maka akan ada konsekuensi yang harus ditanggung,” ujar Dokter Ari Fahrial, saat dihubungi Okezone via pesan singkat, Selasa, 23 April 2019.

 Baca Juga: Rutin Konsumsi Buah Ini Bantu Cegah Diabetes Tipe 2

Ari menjelaskan, hari-hari setelah Pilpres merupakan hari-hari yang berat bagi penyelenggara Pemilu baik ditingkat desa/kelurahan, kecamatan, kabupaten, pusat dan provinsi. Masa-masa penghitungan suara, proses pencocokan belum lagi tuntutan deadline merupakan stres berat yang menghantui para penyelenggara Pemilu. Kondisi ini tentu akan memperburuk kondisi kesehatan mereka.

“Tubuh kita ini ada batasnya, diibaratkan sebagai mesin mobil, tubuh manusia pun perlu istirahat. Jika terus dipaksa untuk beraktivitas maka tubuh kita akan mengalami kelelahan. Dampak kelelahan ini adalah gangguan kesehatan secara umum, kambuhnya berbagai penyakit kronis dan menurunnya daya tahan tubuh seseoarang,” tegas Ari.

Kelelahan serta stres yang tinggi juga akan sangat mengganggu proses metabolisme dan hormonal di dalam tubuh manusia. Kelelahan terjadi karena dipaksanya fisik dan mental untuk bekerja secara terus-menerus tanpa istirahat yang cukup.

Selain itu kondisi lingkungan kerja yang tidak sehat seperti bising, suhu ruangan yang panas serta asap rokok di dalam ruangan juga akan memperburuk kondisi yang ada.

 Baca Juga: Cerita Butet Kartaredjasa Pasca Serangan Jantung, Masih "Bandel" Makan Tongseng!

Sebagaimana diketahui bahwa dalam proses penghitungan suara rekapitulasi suara para anggota PPS dan PPK bekerja terus menerus untuk menyelesaikan proses penghitungan suara tersebut. Hal ini terjadi karena mereka harus memenuhi batas waktu dalam penyelesaian proses penghitungan suara.

“Biasanya mereka bekerja dalam ruangan-ruangan yang pengap dan umumnya dengan dibumbui asap rokok yang diisap oleh orang-orang yang berada dalam ruangan tersebut. Kondisi ini jelas akan memperburuk kelelahan yang terjadi,” tambahnya.

Dampak kelelahan ini dapat berakibat serius bagi kesehatan dan kondisi itu diperburuk oleh konsumsi rokok yang terus-menerus disertai konsumsi suplemen dan minuman berenergi yang umumnya mengandung ginseng dan kafein.

Kelelahan berhubungan dengan berbagai gangguan kesehatan seperti gangguan sistem pencernaan, gangguan sistem jantung dan pembuluh darah termasuk pembuluh darah otak serta penurunan daya tahan tubuh.

Kelelahan memicu terjadinya beberapa penyakit

Jika diidentifikasi lebih lanjut, ada beberapa hal yang bisa mencetuskan terjadinya kelelahan yang dialami para petugas KPPS, salah satunya kerja yang terus-menerus dalam beberapa minggu terakhir dan juga beberapa minggu kedepan setelah rangkaian penghitungan suara ini selesai.

“Waktu kerja yang terus-menerus tanpa henti untuk mencapai deadline yang telah ditentukan. Selain itu umumnya mereka bekerja sampai larut malam sehingga kondisi ini dapat memperparah kelelahan yang terjadi,” kata Ari.

“Waktu tidur dari mereka juga berkurang. Makan mereka juga umumnya tidak teratur. Kondisi ini semua akan memperburuk kelelahan yang terjadi,” timpalnya.

 

Petugas KPPS di Bogor yang kelelahan/ Foto: Okezone

Ari mengatakan, gangguan pencernaan merupakan hal utama yang terjadi jika seseorang mengalami kelelahan. Keluhan pencernaan yang timbul antara lain nafsu makan berkurang di mana hal ini akan memperparah kondisi fisik yang sedang mengalami kelelahan tersebut. Seseorang yang mengalami kelelahan juga akan mengalami mual bahkan muntah serta nyeri di uluhati.

Mereka yang mengalami kelelahan juga sebenarnya sudah tidak berkonsentrasi dan bekerja dengan baik selain itu emosinya juga menjadi tinggi. Kecelakaan lalu lintas sering terjadi pada pengendara yang sedang mengalami kelelahan tersebut.

“Selain itu, berbagai penyakit kronis dapat menjadi kambuh jika seseorang mengalami kelelahan antara lain sakit maag, gangguan kejiwaan, Asma, kencing manis (Diabetes Mellitus), Hipertensi, stroke dan serangan jantung,” tambahnya.

Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, Ari mengimbau jika sudah ditemukan adanya gangguan kesehatan seperti mual muntah dan sakit kepala serta nyeri dada, sebaiknya segera berhenti beraktivitas untuk mengobati gangguan kesehatan tersebut.

“Mereka juga harus mempertahankan jam tidur minimal 6 jam sehari, di mana ada kesempatan untuk beristirahat maka dianjurkan untuk beristirahat. Perhatikan pula waktu makan, minimal tiap 6 jam. Usahakan konsumsi makanan yang sehat tidak mengandung cokelat, keju, berlemak dan mengurangi goreng-gorengan. Kemudian harus rutin minum air putih, minimal 2 liter per hari,” tutup Ari.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini