nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dokter Rai: Tak Hanya Pasien Skizofrenia yang Diobati, Pihak Keluarga Juga!

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Rabu 24 April 2019 19:30 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 04 24 481 2047577 dokter-rai-tak-hanya-pasien-skizofrenia-yang-diobati-pihak-keluarga-juga-Rc4JlZpS6f.jpg Penderita Skizofrenia (Foto: Leo/Okezone)

SEBAGIAN besar penderita skizofrenia kerap tersisih dan terbuang dari masyarakat, bahkan beberapa dari mereka pun ditolak dari lingkungan keluarga mereka. Mereka dianggap menggangu dan dapat membahayakan para penghuni rumah lainnya. Alhasil tak sedikit dari mereka yang mengalami nasib mengenaskan dengan dipasung dan hidup menggelandang

Namun, di Bali sebuah organisasi bernama Rumah Berdaya sengaja menampung dan merehabilitasi mereka dengan cara yang tepat dan benar. Mereka direhabilitasi dengan oendekatan yang benar dan diajarkan untuk mengembangkan kreatifitasnya sesuai dengan bakat yang dimilikinya.

Salah satu orang yang bertugas untuk membina para pasien penderita Skizofrenia (ODS) dan Orang Penderita Gangguan Jiwa (ODGJ) adalah dr. Rai SpKJ. Ia bekerja sebagai seorang psikolog yang dengan sabar merawat para pasiennya dengan penuh pengertian dan kasih sayang.

Menurutnya, Denpasar tercatat memiliki 420 orang penderita ODGJ. Ia pun mengaku telah mengantongi berbagai keterangan dan identitas dari para pasiennya tersebut mulai dari nama, alamat beserta obat yang mereka konsumsi setiap harinya. Hal ini sengaja dilakukannya untuyk menghindari kasus pemasungan dan tidak manusia lainnya terhadap mereka.

 Baca juga :

"Kami di Denpasar memiliki data 420 orang dengan gangguan jiwa berat dan kami telah mengetahui nama alamat serta obat yang dikonsumsinya, Jadi kami mengelola untuk mencegah pemasungan selagi mereka berobat. Sementara orang yang sudah bebas dari gejala dan memulai pemulihan diajak untuk ke Rumah Berdaya," ucap dr. Rai, saat diwawancarai Okezone, Rabu (24/4/2019).

Tak hanya pasiennya saja yang ia sembuhkan, dr. Rai juga memberikan penyuluhan kepada setiap keluarga penderita. Ia meminta agar para kerabat bersedia untuk datang ke Rumah Berdaya setiap dua minggu sekali untuk berkumpul bersama dan membicarakan perihal perkembangan para pasien agar bisa diterima kembali di tengah-tengah keluarga mereka.

"Selain melakukan rehabilitasi dengan orang gangguan kami juga pada keluarga. Jadi keluarga kami undang setiap dua minggu untuk datang bertemu di Rumah Berdaya ini. Teman-teman kami ini banyak yang dulunya dipasung, menggelandang bahkan ada yang karena lama tidak diobati mereka membunuh. Dulunya mereka kan ditolak oleh keluarga, namun kami menyertai keluarga, pagi hingga sore kami yang ajak mereka berinteraksi," lanjutnya.

Sebagaimana diketahui, skizofrenia adalah sebuah gangguan otak dimana tidaka da keseimbangan kimiawi yang gejalanya berupa gangguan jiwa. Penyakit ini sering disalah artikan dengan gila. Namun kami tidak bisa berstigma untuk menghapus kata gila dari kamus besar bahasa Indonesia. Yang bisa kami lakukan adalah menggunakan kata pengganti lain.

(ren)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini