nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Beredar Video Pria Mirip Jojo Masturbasi, Psikolog: Otak Sudah Kebalik!

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Rabu 24 April 2019 13:33 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 04 24 485 2047383 beredar-video-pria-mirip-jojo-masturbasi-psikolog-otak-sudah-kebalik-M3UfEnbj5t.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

KASUS tersebarnya video masturbasi diduga sejumlah artis dan atlet seperti Jonathan Christie (Jojo) masih terus diselidiki pihak kepolisian. Sampai saat ini, belum ada keterangan jelas apakah video yang tersebar di Twitter itu benar atau hanya editan.

Beberapa waktu lalu, Twitter digegerkan dengan tersebarnya video masturbasi sejumlah artis. Hal ini langsung menjadi topik hangat di media sosial, bahkan seorang netizen merangkum nama-nama "aktor" yang melakukan adegan masturbasi.

Akun @BanyuSadewa yang mengeluarkan nama-nama diduga aktor utama dari video masturbasi yang kini bisa dilihat di media sosial. Nama-nama tersebut ialah Gandhi Fernando, Gilbert Pangalila, Okka Pratama, Andy Mukti, Rinco Berlian, Richard Kyle, Jonathan Christie (Jojo), dan Kris Hatta. Bahkan, netizen menyebut ada video Daniel Wenas juga di Twitter.

Baca Juga: Rutin Konsumsi Buah Ini Bantu Cegah Diabetes Tipe 2

 

Okezone pun coba mewawancarai psikolog Meity Arianty, untuk melihat fenomena ini dan apa yang sebenarnya terjadi. Apakah ini sebuah tren yang salah jalur atau memang sudah biasa dan menjadi hal lumrah di masyarakat?

Masturbasi, sebenarnya masuk dalam kategori perilaku penyimpangan seksual, berdasarkan penelitian Kensey 90% pria dan 70% perempuan di Amerika melakukan masturbasi atau onani (Yatimin, 2003).

Semua hal atau perilaku yang dilakukan dengan berlebihan dan tidak pada tempatnya, dapat dikategorikan sebagai "gangguan". Oleh sebab itu, biasanya dilakukan konseling bagi remaja untuk memberikan pemahaman yang benar.

Menurut Psikolog Mei, perlu diberikan bimbingan untuk mencegah atau membantu mencegah timbulnya masalah bagi diri, kemudian kuratif yaitu membantu individu memecahkan masalah yang dialami dan yang paling penting adalah membantu individu mengetahui, mengenal, dan memahami keadaan dirinya.

"Harapannya, dengan mengenal dirinya, seseorang akan lebih mudah mencegah timbulnya masalah, memecahkan masalah, dan menjaga berbagai kemungkinan timbulnya kembali masalah," ungkap Psikolog Mei.

Baca Juga: Intip Gaya Hot Mom Jennifer Bachdim Pakai Bikini di Kolam Renang

"Saya percaya dengan membantu individu menerima keadaan dirinya sebagaimana adanya, hal baik dan buruk, kelebihan dan kelemahannya sebagai individu akan membantunya mengahadapi berbagai masalah yang dihadapi," lanjut dia.

"Termasuk saat individu mengalami addict masturbasi, dia dapat membantu dirinya untuk belajar mengendalikan dan mengontrol dorongan nafsu yang dirasakan," tambahnya.

Dia menjelaskan, kasus tersebarnya video "aktivitas seksual" ini sama dengan kasus yang dialami penyanyi Ariel kala itu. Memang, aktifitas ini menjadi urusan pribadi seseorang, tapi menjadi masalah ketika video tersebut menjadi konsumsi publik.

Mei pun menyebut, apa yang dilakukan para pelaku dengan memamerkan alat kelamin untuk pemuasan itu disebut dengan troilisme. Meski demikian, harus dilakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mempertanyakan motifnya.

"Sebab, bisa jadi bukan itu tujuannya, namun lebih kepada uang atau materi misalnya. Jadi seperti pelacur yang dibayar terus divideoin terus dijual ke orang lain," jelas dia.

"Nah, untuk kasus ini, karenasaya nggak tahu tujuannya apa sehingga pelaku menyebarkan aktivitas seksualnya, kalau disengaja berarti harus diperiksa lebih lanjut tentang motifnya, jangan sampai karena iseng, materi, popularitas, orang lain yang menyebarkan (seperti kasus Ariel )," tegas Mei.

Menurutnya, saat ini tentu ada baiknya dilakukan pemeriksaan pada setiap aktor di video tersebut untuk bisa tahu apa motif mereka melakukan masturbasi dan merekamnya. Bisa jadi mereka melakukan karena kesenangan semata tanpa niatan apapun.

"Mungkin juga iseng dan pengin jadi pusat perhatian atau emang dibayar. Bisa juga mereka melakukan itu karena ada masalah psikologis. Karena kita tahu kan di era ini, semua hal yang abnormal akan menjadi hal yang dianggap biasa dan seru. Otak sudah kebalik," pungkas Psikolog Mei.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini