nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Harus Seberapa Rajin, Seorang Pria Masturbasi dalam Sebulan

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Rabu 24 April 2019 14:32 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 04 24 485 2047406 harus-seberapa-rajin-seorang-pria-masturbasi-dalam-sebulan-ml34pFeoYs.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

BANYAK orang, terutama pria lebih memilih melakukan masturbasi ketimbang berhubungan seks dengan orang lain. Banyak alasan yang mendasari, seperti takut, khawatir akan penyakit seksual hingga malu. Tapi, apakah masturbasi umum dilakukan terutama untuk para pria?

Psikolog Meity Arianty menjelaskan, masturbasi merupakan pemuasan nafsu seks yang dilakukan dengan tangan yaitu menggesek-gesekan bagian alat kelamin hingga mencapai orgasme atau ejakulasi. Biasanya perilaku ini dilakukan remaja yang sedang mengalami kematangan seksual, baik pria atau perempuan.

Baca Juga: Pakai Sayur dan Peralatan Dapur, Bocah Ini Tiru Outfit Artis-Artis Hollywood

Hal ini sering terjadi ketika mereka dalam keadaan kurang mendapatkan pengarahan dan pendidikan yang benar. Bagi orang dewasa, masturbasi dilakukan dengan tujuan yang berbeda-beda, mulai dari tidak kuasa menahan nafsu, untuk mencegah berhubungan badan sembarangan, sampai yang iseng karena tidak punya kegiatan.

"Sejauh ini saya belum dapat penelitian pasti yang menyebutkan berapa batas jumlah masturbasi yang tergolong sehat, karena kondisi mental seseorang berbeda antar satu dengan yang lain," terang Psikolog Mei pada Okezone melalui pesan singkat.

Baca Juga: Rutin Konsumsi Buah Ini Bantu Cegah Diabetes Tipe 2

Bagi sebagian pria, sambung Mei, dari hasil survei sebanyak 42% responden melakukan masturbasi setidaknya seminggu sekali dan 20% mengaku melakukan masturbasi setidaknya 4 kali seminggu.

Meski demikian, pria dianjurkan masturbasi sebanyak 21 kali dalam sebulan, dengan alasan dapat mengurangi stres, meningkatkan kualitas dan kuantitas sperma, dan mengurangi resiko kanker prostat. Karenanya, jika dilakukan dengan benar maka masturbasi dapat menyehatkan tubuh.

Karena itu, sambung Mei, jika tujuannya adalah untuk mengurasi stres, masih ada hal lain yang bisa dilakukan yang lebih positif dan bermanfaat.

"Perlu diingat, keseringan masturbasi dapat menjadi masalah bila menggangu pekerjaan sehari-hari, misal jika terlalu sering menonton film porno di kantor, lebih suka menghabiskan waktu sendiri dibanding bersama orang lain, menimbulkan rasa tertekan atau bersalah," katanya.

"Bisa merusak kelamin bila menggunakan alat-alat, dapat merusak hubungan dengan pasangan kalau akhirnya masturbasi dilakukan sebagai pengganti pasangan," tambah dia.

Image result for onani shutterstock, okezone

Beberapa faktor terjadinya masturbasi sebagai penyimpangan seksual menurut (Utsman, 2000) antara lain di kalangan remaja karena pengaruh lingkungan yang terpapar rangsangan-rangsangan naluri seksual.

Misal dari gambar-gambar, foto-foto, cara berpakaian, dan berhias perempuan modern, semua dilihat di tv, majalah porno, koran murahan, novel-novel yang merangsang naluri biologis yang dapat membahayakan perkembangan jiwa, akal, dan mental.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini